Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Laju IHSG Masih Dibayangi Tren Bearish

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Laju IHSG Masih Dibayangi Tren Bearish

Posted by Written on 10 April 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (10/4) dibuka melemah melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor merespon negatif penurunan perkiraan pertumbuhan ekonomi 2019 oleh IMF menjadi 3,3%, dari sebelumnya 3,5%, dan ancaman penerapan tarif impor barang Eropa oleh AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,35% jelang pidato deputi gubernur bank sentral Australia. Tekanan penurunan mereda, turun tipis 0,02% (-1,10 poin) di posisi 6.220,70 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,68% (-148,40 poin) ke level 21.654,19, setelah dibuka anjlok 0,86% diwarnai kejatuhan harga saham Softbank Group dan Fanuc. Topix dibuka terperosok 0,96%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka tergelicir 0,35%, saham SK Hynix terpangkas 1%, dan berlanjut melemah 0,2% menjadi 2.208,03.

Melanjutkan tren pelemahan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,35% (-105,22 poin) ke level 30.052,27 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,46% ke posisi 3.224,65.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini kembali dihadapkan pada tren penurunan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil keluar dari zona merah pada sesi perdagangan kemarin. IHSG kemarin ditutup melonjak 0,91% ke level 6.484, investor asing net-buy Rp596,61 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan jangka panjang didukung sejumlah sentimen positif dalam negeri dan capital inflow, namun terbebani oleh sentimen negatif global. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan dibayangi tren bearish yang terbentuk pada medium term.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, diturunkannya outlook pertumbuhan ekonomi global oleh IMF dari 3,5% menjadi 3,3% diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG . Sementara itu naiknya sebagian besar harga komoditas seperti CPO, nikel, timah, emas dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.435 dan resistance di 6.530.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan;

  • Saham : WIKA (Buy, Support: Rp2.150, Resist: Rp2,260), BMRI (Buy, Support: Rp7.575, Resist: Rp7.725), 

    ICBP (Buy, Support: Rp9.025, Resist: Rp9.550), SCMA (Buy, Support: Rp1.610, Resist :Rp1.770).

  • ETF: XIIT (Buy, Support: Rp569, Resist: Rp578), XIIC (Buy, Support: Rp1.155, Resist: Rp1.177), 

    XPES (Buy, Support: Rp448, Resist: Rp460).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, penguatan S&P 500 selama delapan sesi beruntun berakhir, diadang ancaman perang dagang terbaru Trump. Ia mengancam akan mengenakan miliaran dolar tarif impor terhadap Eropa sebagai balasan atas subsidi kepada raksasa penerbangan Airbus. IMF memangkas perkiraan pertumbuhan global 2019 menjadi 3,3 persen dari 3,5 persen, karena risiko penurunan terkait dengan Brexit, perang perdagangan dan sejumlah faktor lainnya.

Investor berhati-hati jelang musim rilis laporan keuangan emiten yang diperkirakan kurang menggembirakan. Harga saham Bank of America, Goldman Sachs, J.P. Morgan and Morgan Stanley turun sedikitnya 0.5%. 

Saham Boeing turun 1,4% setelah melaporkan penurunan 19% pengiriman pesawat komersial pada kuartal I. American Airlines turun 1,7% setelah memangkas patokan pendapatan kuartal pertama karena membatalkan sekitar 1.200 penerbangan pada kuartal I karena grounding Boeing 737 MAX dan membatalkan penerbangan tambahan hingga 5 Juni.

  • S&P 500 melorot 0,61% (-17,57 poin) menjadi 2.878,20.

  • Dow Jones Industrial Average merosot 0,72% (-190,44 poin) ke level 26.150,58.

  • Nasdaq Composite turun 0,56% (-44,61 poin) ke posisi 7.909,28.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,50% menjadi USD26,37.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menurun, terpukul oleh ancaman perang dagang AS. Gedung Putih sedang mempertimbangkan tarif produk UE sekitar USD11 miliar, untuk membalas subsidi UE untuk Airbus. Pengumuman itu muncul tak lama setelah Organisasi Perdagangan Dunia mengatakan AS bersalah atas subsidi ilegal dalam produksi pesawat Boeing. Indeks STOXX 600 turun 0,47% menjadi 385,68, saham Airbus turun hampir 2%. Saham pemasok suku cadang pesawat Rolls-Royce, Thales, Dassault Systems dan Leonardo juga diperdagangkan lebih rendah.

  • FTSE 100 London turun 0,35% (-26,32 poin) menjadi 7.425,57.

  • DAX 30 Frankfurt anjlok 0,94% (-112,83 poin) ke level 11.850,57.

  • CAC 40 Paris merosot 0,65% (-35,36 poin) ke posisi 5.436,42.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah,setelah Perwakilan Dagang AS mengumumkan akan mempertimbangkan tarif terhadap sejumlah barang Eropa senilai USD11 miliar, dan IMF menurunkan prospek ekonomi global untuk 2019 menjadi 3,3% dari sebelumnya 3,5%. Pelemahan harga minyak mentah dan komoditas lainnya memangkas penguatan dolar Kanada dan Australia serta mata uang negara berkembang Sebaliknya, yen menguat karena para pedagang mengoleksi mata uang itu sebagai safe-haven. Indeks dolar AS melemah 0,05% menjadi USD97.006.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12660.0003+0.03%7:21 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30570.0005+0.04%7:21 PM
Yen (USD-JPY)111.140.000.00%7:21 PM
Yuan (USD-CNY)6.7119-0.0045-0.07%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,133.00-34.00-0.24%4:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, karena Rusia mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran kesepakatan pemotongan pasokan dengan OPEC . Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia tidak mendukung kenaikan harga minyak yang tidak terkendali dan harga saat ini cocok dengan keinginan Moskow.

Ancaman AS untuk menerapkan tarif impor pada ratusan barang Eropa dan downgrade perkiraan pertumbuhan global IMF menambah kekhawatiran akan penurunan konsumsi bahan bakar dan mencegah harga minyak mentah naik lebih tinggi. Perkiraan kenaikan produksi minyak mentah AS sebesar 1,43 juta barel per hari pada 2019 - melebihi perkiraan 1,35 juta bph - menjadi rata-rata 12,49 juta bph, ikut membebani pasar. Stok minyak mentah AS pekan lalu diperkirakan meningkat 2,3 juta barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 42 sen menjadi USD63,98 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 49 sen menjadi USD70,61 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melejit ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan, karena dolar dan ekuitas melemah setelah IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini. Meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral China dan Turki ikut mendongkrak harga emas.

Investor menunggu rilis risalah rapat Federal Reserve AS, Maret lalu yang dijadwalkan Rabu ini. Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, turun untuk sesi keenam berturut-turut pada perdagangan Senin. Harga spot platinum anjlok 1,5% menjadi USD891,75 per ounce, palladium naik 0,2% menjadi USD1.386,01, dan perak turun 0,1% menjadi USD15,23.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.303,98 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD6,40 menjadi USD1.308,3 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author