Bursa Pagi: Global-Regional Lesu, IHSG Tertekan, Ada Peluang Reversal

Bursa Pagi: Global-Regional Lesu, IHSG Tertekan, Ada Peluang Reversal

Posted by Written on 09 April 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (9/4), dibuka cenderung kurang bergairah, merespon pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang relatif lesu, di tengah pelemahan dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia. Indeks MSCI Asia eks-Jepang cenderung mendatar di kisaran 541,38.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tipis indeks ASX 200, Australia, di tengah lonjakan harga saham Crown Resort sebesar 21% pada awal sesi. Indeks berlanjut melemah 0,14% (-8.60 poin) ke posisi 6.212,80 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang berkurang 0,12% (-25,63 poin) menjadi 21.736,02, setelah dibuka menguat 0,13% dengan mencatatkan lonjakan saham Fanuc lebih dari 2%. Indeks Topix dibuka melemah 0,12%. Indeks Kospi, Korea Selatan bertambah 0,11% pada pembukaan bursa, dan berlanjut melemah 0,09% di level 2.208,62.

Memperjelas tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit menyusut 0,04% (-11,16 poin) di posisi 30.065,99 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga melemah 0,14% di level 3.240,39.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah tenggelam di zona merah pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup anjlok 0,75% ke level 6.425, meskipun investor asing membukukan net buy Rp842,28 miliar.

Sejumlah analis memprediksi, pergerakan IHSG hari ini masih akan berada di jalur penguatan jangka panjang di tengah gejolak nilai tukar dan harga komoditas, rilis data penjualan ritel yang disinyalir meningkat diharapkan dapat mendongkrak IHSG . Secara teknikal, pergerakan IHSG masih mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan untuk medium term dengan potensi reversal untuk short term.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, sikap hati-hati investor menjelang berlangsungnya pemilihan umum dan turunnya beberapa harga komoditas seperti CPO dan timah diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 6.375 dan resistance di 6.475.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham PTBA (Buy, Support: Rp4.010, Resist: Rp4.130), WTON (Buy, Support: Rp595, Resist: Rp635), 

    RALS (Buy, Support: Rp1.735, Resist: Rp1.785), PTPP (Buy on Weakness, Support: Rp2.070, Resist :Rp2.200).

  • ETF : XPSG ( SELL , Support: Rp463, Resist: Rp470), XPLQ ( SELL , Support: Rp541, Resist: Rp547), 

    XPDV ( SELL , Support: Rp496, Resist: Rp501).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir variatif, jelang rilis sejumlah data ekonomi dan laporan keuangan emiten kuartal pertama. Rilis data ekonomi pekan ini termasuk harga konsumen untuk periode Maret, sementara investor menantikan laporan keuangan JPMorgan Chase yang akan mengawali musim pelaporan kuartal pertama. Ekspektasi untuk laporan keuangan relatif rendah, FactSet memproyeksikan laba kuartal pertama emiten S&P 500 akan melorot 4,2% (yoy). Data pesanan pabrikan untuk Februari turun 0,5% karena pelemahan di segmen permesinan, peralatan transportasi dan produk elektronik. Namun pengiriman barang naik 0,4%.

Saham Boeing anjlok 4,5% setelah memangkas produksi pesawat 737 di tengah gencarnya penghentian penggunaan tipe 737 MAX secara global. Citigroup menurunkan peringkat perusahaan tersebut dan Morningstar memperkirakan pemotongan USD1,11 per saham dari keuntungan 2019. General Electric terperosok 5,2% menyusul catatan bearish dari JPMorgan Chase. Tetapi perusahaan keamanan digital Symantec melonjak 5,4 persen setelah peningkatan rating dari Goldman Sachs.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,32% (-83,97 poin) menjadi 26.341,02.

  • S&P 500 menguat 0,10% (3,03 poin) di posisi 2.895,77.

  • Nasdaq Composite Index bertambah 0,19% (15,19 poin) di level 7.953,88.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,57% menjadi USD26,24.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup bervariasi namun cenderung melemah, menghadapi musim laporan keuangan yang sulit. Indeks STOXX 600 turun 0,19% menjadi 387,51, dipimpin penurunan harga saham sektor perbankan sebesar 0,6%. Saham Commerzbank Jerman anjlok 2,5% di tengah rencana merger dengan Deutsche Bank. Regulator menetapkan standar yang ketat, termasuk rencana pengurangan tenaga kerja yang terperinci.

Rilis data ekspor dan impor Jerman pada Februari masing-masing turun 1,3% dan 1,6% (mtm), melebihi perkiraan. Saham Henkel, Jerman melesat lebih dari 2% setelah mengonfirmasi prospek perusahaan untuk 2019. Saham Safran, Prancis merosot hampir 2% setelah Boeing memangkas produksi 737 Max, yang menggunakan mesin LEAP -1B buatan CFM International, perusahaan patungan General Electric dan Safran.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,39% (-46,35 poin) menjadi 11.963,40.

  • CAC 40 Paris turun tipis 0,08% (-4,42 poin) di posisi 5.471,78.

  • FTSE 100 Inggris menguat 0,07% (5,02 poin) di level 7.451,89.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir turun karena data ekonomi yang kuat baru-baru ini mengurangi kekhawatiran tentang ekonomi global, dan mendorong investor untuk mengurangi posisi safe-haven dalam greenback. Euro menguat menjelang rapat Bank Sentral Eropa pekan ini. Poundsterling rebound dari level terendahdi tengah upaya PM Inggris Theresa May untuk dapat meyakinkan Uni Eropa agar kembali menunda tenggat Brexit.Indeks dolar yang melacak kurs greenback terhadap enam mata uang megara maju turun 0,35% menjadi 97,050.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1257-0.0006-0.05%7:29 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3059-0.0002-0.02%7:29 PM
Yen (USD-JPY)111.480.000.00%7:30 PM
Yuan (USD-CNY)6.71640.0085+0.13%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,167.0034.50+0.24%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 8/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, melejit hingga 2% mencapai level tertinggi lima bulan di tengah ekspektasi semakin ketatnya pasokan global akibat pertempuran di Libya, pemangkasan produksi OPEC + dan sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela. Brent sempat menembus USD71,19 per barel sedangkan WTI USD64,44 per barel yang merupakan level tertinggi sejak November.

Data Genscape menunjukkan stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, AS turun sekitar 419.000 barel pekan lalu. Kirill Dmitriev, Kepala BKPM Rusia, memberi isyarat bahwa Rusia ingin meningkatkan produksi minyak sebesar 228.000 barel per hari, ketika bertemu dengan OPEC , Juni mendatang. Produksi minyak Rusia mencapai rekor nasional 11,16 juta bph pada tahun lalu. Produksi minyak mentah AS mencapai rekor global 12,2 juta bph pada akhir Maret.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 76 sen (1,1%) menjadi USD71,10 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik USD1,32 (2,1%) menjadi USD64,40 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup menguat, sempat menembus USD1.303,61 per ounce, terangkat oleh pelemahan dolar AS. Pasar menunggu risalah rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal Federal Reserve AS, Maret lalu, yang dijadwalkan Rabu. Sementara itu, Bank Sentral China dikabarkan meningkatkan cadangan emasnya sebesar 0,6% menjadi 60,62 juta ounce pada akhir Maret. Namun, kepemilikan dalam ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, anjlok 3% pada pekan lalu, penurunan persentase mingguan terbesar sejak akhir November 2016. Harga platinum di pasar spot naik 1,2% menjadi USD905,74 per ounce, palladium naik 1,1%menjadi USD1.384,94, dan perak naik 0,9% menjadi USD15,22.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.297,22 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD6,30 menjadi USD1.301,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author