Bursa Pagi: Asia Bergerak Variatif, Tekanan Koreksi Adang Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Bergerak Variatif, Tekanan Koreksi Adang Laju IHSG

Posted by Written on 08 April 2019


Ipotnews - Awali pekan ini, di pekan kedua April, Senin (8/4), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, melanjutkan tren positif penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu, yang didukung rilis data lapangan kerja AS yang lebih baik dari perkiraan dan kemajuan perundingan dagang AS-China. Harga minyak Brent dan WTI naik sekitar 0,5% pada pembukaan Asia.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,49%, ditopang kenaikan indeks di hampir semua sektor. Indeks berlanjut naik 0,39% (24,40 poin) ke level 6.205,70 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak sedikit melemah 0,01% (-1,30 poin) di posisi 21.806,20, setelah dibuka menguat 0,15%, di tengah lompatan harga saham Fast Retailing 1,37%. Indeks Topix melemah 0,1%.

Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka menguat 0,13% - diwarnai lonjakan harga saham Korean Air Lines dan Hanjin Transportation, 2% dan 4% - dan berlanjut bertambah 0,10% menjadi 2.211,76.

Lanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,65% (193,17 poin) ke level 30.129,49 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melaju 0,81% ke posisi 3.272,84.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren positif penutupan bursa saham global dan pembukaan bursa saham Asia. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu IHSG tergerus 0,32% ke level 6.474, investor asing net buy Rp435,07 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang menguat didukung tren positif di bursa saham global dan capital inflow, serta ekspektasi positif rilis data cadangan devisa. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan, dengan tren positif jangka menengah dan panjang.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan solidnya data tenaga kerja Amerika serta kemajuan dalam kesepakatan dagang antara Amerika dan China diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO dan batu bara diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.445 dan resistance di 6.510.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham: PPRO (Buy, Support: Rp142, Resist: Rp148), BRPT (Buy, Support: Rp3.510, Resist: Rp3.660), 

    UNVR (Buy, Support: Rp48.425, Resist: Rp49.375), ISAT (Buy, Support: Rp2.450, Resist :Rp2.790).

  • ETF: XPFT (Buy on Weakness, Support: Rp548, Resist: Rp553), XISR (Buy on Weakness, Support: Rp404, Resist: Rp408), XBNI (Buy on Weakness, Support: Rp1.115, Resist: Rp1.122).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, didukung rilis data lapangan kerja AS yang lebih baik dari ekspektasi serta kemajuan dalam negosiasi dagang AS dan China. Indeks S&P 500 dan Dow Jones naik 2% secara migguan, sedangkan Nasdaq Composite melaju 2,7% dibanding pekan sebelumnya. Data lapangan kerja AS periode Maret bertambah sebesar 196.000, lebih tinggi dari ekspektasi 175.000. Persentase pengangguran sebesar 3,8%, tetapi pertumbuhan upah sebesar 3,2% masih di bawah estimasi 3,4%.

Sektor pertambangan dasar dan keuangan membukukan kinerja terbaik, melonjak 4,3% dan 3,3%. persen. Harga saham Morgan Stanley melesat 6%, Goldman Sachs, Bank of America dan Citigroup melompat sekitar 5%. JP Morgan terangkat 4%. Optimisme terhadap perundingan dagang AS-China menguat, merespon pernyataan positif Washington dan Beijing jelang akhir pekan.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,15% (40,36 poin) ke posisi 26.424,99.

  • S&P 500 naik 0,46% (13,35 poin) menjadi 2.892,74.

  • Nasdaq Composite melaju 0,59% (46,91 poin) ke level 7.938,69.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,19% menjadi USD26,39.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga berakhir di zona hijau, merespon rilis data ekonomi Jerman, Prancis dan AS. Defisit neraca perdagangan Perancis pada Februari lalu menyempit dan output industrial Jerman menguat. Data lapangan kerja non pertanian AS periode Maret bangkit dari posisi pelemahan dalam 17 bulan terakhir. Indeks STOXX 600 naik 0,09% menjadi 388,23, bursa saham Irlandia melonjak ke posisi tertinggi 6 bulan terakhir di tengah kemungkinan penundaan Brexit.

Harga saham pertambangan dasar - dengan eksposur tinggi terhadap China - naik sekitar 0,7%, setelah pernyataan positif Presiden AS, Wakil Perdana Menteri China tentang kemajuan perundingan tersebut. Saham Saipem, Italia melompat 3% setelah menyatakan telah mendapatkan kontrak pengeboran di Norwegia dan Timur Tengah senilai USD200 juta. Saham Hammerson, Inggris melorot 1,76% target harga sahamnya dipangkas oleh Jefferies dan Stifel.

  • DAX 30 Frankfurt menguat 0,18% (21,74 poin) menjadi 12.009,75.

  • FTSE 100 London melaju 0,61% (44,93 poin) ke level 7.446,87.

  • CAC 40 Paris naik 0,23% ke posisi 5.476,20.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan menguat, ditopang rilis data lapangan kerja di AS periode Maret naik 196.000 lebih tinggi dari perkiraan. Padahal data lapangan kerja pada Februari hanya sebanyak 33.000 (setelah direvisi), terendah sejak September 2017. 

Tingkat upah periode Maret melemah, upah per jam hanya naik 5 sen atau 0,1%, setelah naik 0,4% pada Februari.

Para pemodal memperthatikan data ketenagakerjaan untuk mendapatkan sinyal kebijakan suku bunga acuan Federal Reserve. Presiden AS Donald Trump sesumbar, The Fed akan menurunkan suku bunga dan memutuskan kebijakan tidak biasa lainnya guna meredakan tekanan perlambatan ekonomi. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,09% menjadi 97,395.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1216-0.0005-0.04%
Poundsterling (GBP-USD)1.3038-0.0039-0.30%
Yen (USD-JPY)111.730.07+0.06%
Yuan (USD-CNY)6.7079-0.0091-0.14%
Rupiah (USD-IDR)14,132.50-50.00-0.35%

Sumber : Bloomberg.com, 5/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu naik ke level tertinggi dalam 5 bulan terakhir, ditopang oleh bullish data lapangan kerja di AS dan ekspektasi bahwa eskalasi konflik di Libya dapat mengetatkan suplai minyak.

Komandan pasukan milisi Libya Timur, Khalifa Haftar memerintahkan pasukannya masuk ke Tripoli. Hal ini meningkatkan konflik dengan pemerintah Libya yang didukung secara internasional. Baker Hughes General Electric menyebutkan perusahaan energi AS menambah pengoperasian 15 rig sepanjang pekan lalu, kenaikan untuk pertama kalinya dalam 7 pekan, menjadi 831 rig.

  • Minyak mentah berjangka WTI naik 98 sen (1,6%) menjadi USD 63,11 per barel.

  • Minyak mentah berjangka Brent naik 94 sen (1,4%) menjadi USD 70,34 per barel.
Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menutup pekan lalu dengan melemah, namun pelemahan emas dibatasi oleh tingkat pertumbuhan upah AS yang melambat. Secara mingguan harga emas di pasar spot turun 0,1%. Data lapangan kerja AS tumbuh dari posisi terendah 17 bulan terakhir mengurangi kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi yang melambat pada triwulan pertama tahun ini.

Penguatan dolar ikut menekan harga emas. Harga Platinum naik 0,5% menjadi USD 902 per ounce, atau naik 7% sepanjang pekan lalu. Harga Palladium turun 1% ke USD 1.325 per ounce, perak turun 0,3% menjadi USD 15,10 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD 1.289 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 1,3% menjadi USD 1.290 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author