Unilever Siapkan Capex Rp 1,1 T

Unilever Siapkan Capex Rp 1,1 T

Posted by Written on 06 April 2019


Danai pengembangan ekspansi bisnisnya, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expanditure (capex) di tahun ini sebesar Rp 1,1 triliun. Dimana belanja modal tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Nantinya, belanja modal ini akan digunakan untuk biaya produksi dan memperbesar kapasitas mesin produksi. “Penggunaan untuk biaya produksi dan penambahan kapasitas produksi dari mesin. Tergantung kebutuhan, jika utilitas sudah di atas 80% maka akan kami naikkan untuk cover demand,”kata Sancoyo Antarikso, Governance & Corporate Affairs Director PT Unilever Tbk di Jakarta.

Disebutkan, belanja modal yang dianggarkan untuk menambah kapasitas mesin di atas 50% dari total belanja modal yang disiapkan. Menurutnya, besaran belanja modal biasanya sebesar 2,6% dari total penjualan Unilever. Lebih lanjut, menurut Sancoyo sumber dana belanja modal masih mengandalkan dana internal kas perusahaan, dan jika tidak mencukupi maka sisanya akan dipenuhi dari pinjaman perbankan.

Sebagai informasi, PT Unilever Indonesia Tbk berhasil membukukan laba bersih di 2018 sebesar Rp 9,1 triliun atau meningkat sebesar 30,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja itu ditopang penjualan aset kategori Spreads yang membukukan keuntungan bersih setelah pajak sebesar Rp 2,1 triliun.

Kata Sancoyo Antarikso, tanpa memasukkan penjualan dari kategori Spreads, penjualan bersih perseroan sebesar Rp 41,8 triliun atau tumbuh 2,4% pada tahun 2018, ditunjang membaiknya kinerja pada semester II-2018, dimana laju pertumbuhan penjualan sebesar 5,1%.”Tahun 2018 lalu, kami mampu mempertahankan pertumbuhan yang positif. Hal ini didorong oleh berbagai upaya transformasi yang dilakukan secara berkesinambungan, baik melalui inovasi yang diluncurkan, maupun melalui upaya digitalisasi dalam beberapa aspek operasional bisnis yang kami miliki,”ujarnya.

Dalam hal inovasi, perseroan tahun lalu memasuki kategori bisnis baru melalui peluncuran saus sambal Jawara. Perseroan juga meluncurkan brand baru pada kategori Skin Cleansing yaitu sabun Korea Glow, dan meluncurkan beberapa produk dalam format baru seperti Pond’s Facial Masks, Pond’s BB Powder dan Pond’s Micellar Water.

Dalam hal operasional bisnis, perseroan melakukan digitalisasi pada sistem distribusi Perseroan yang dinamakan Digital Logistic. Upaya ini mampu membuat Perseroan meningkatkan service level-nya dan dapat melakukan optimalisasi biaya. Perseroan juga menggunakan analisa big data sehingga mampu membuat konten komunikasi yang efektif dan dapat melakukan pemasaran yang tepat sasaran.

Kata Sancoyo, berbagai upaya transformasi yang dilakukan secara berkesinambungan, membuat perseroan mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Maka dengan begitu, perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan positif di tahun lalu. Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia, Suria Dharma menilai penjualan aset spreads sebesar Rp2,8 triliun membuat laba bersih UNVR naik 30,05%. Tanpa itu, laba bersihnya relatif flat secara year on year.


comments

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author