Bursa Sore: Penguatan IHSG Terhambat Meski Aksi Beli Menguat

Bursa Sore: Penguatan IHSG Terhambat Meski Aksi Beli Menguat

Posted by Written on 05 April 2019


Ipotnews - Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mandeg di zona negatif pada akhir perdagangan hari Jumat (5/4). IHSG tergerus -0,32 persen (-21 poin) ke level 6.474.

Indeks LQ45 -0,46% ke 1.021. Indeks IDX30 -0,36% ke level 562. IDX80 -0,29% ke 145. Indeks JII -0,31% ke posisi 706. Indeks Kompas100 -0,37% ke 1.319. Indeks Sri Kehati -0,30 persen ke 404 dan Indeks SMInfra18 -0,93 persen ke level 349.

Saham-saham teraktif: CAKKJPFABGTGADROMAINACESBBRI

Saham-saham top gainers LQ45: INKPMNCNCPINLPPFINDYBRPTBBRI

Saham-saham top losers LQ45: UNTRICBPINCOSRILBBCABBNIADHI

Nilai transaksi mencapai Rp8,10 triliun. Volume trading sebanyak 154,12 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih (net buy) Rp435,07 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat +0,23% ke posisi Rp14.125 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia naik tipis pada akhir perdagangan hari Jumat (5/4) seiring harapan yang menguat adanya potensi kesepakatan mengakhiri kebijakan proteksi perdagangan antara China dan AS.

Indeks saham Asia konsolidasi ke arah penguatan mingguan. Negosiasi konflik dagang AS dan China menghasilkan banyak topik utama tetapi tanpa ada kesimpulan. Sementara kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis data lapangan kerja di AS dan liburnya bursa China mengurangi volatilitas.

MSCI Asia Pacific Index melemah 0,1 persen. Secara mingguan indeks tersebut masih menguat 1,8 persen.
"Pasar saham telah bergerak kuat dan kencang dari posisi terendah bulan Desember dan rentan terhadap pelemahan jangka pendek," kata Shane Oliver, Analis AMP Capital.

Tetapi menurutnya, valuasi pasar baik dan pertumbuhan ekonomi global akan membaik pada paro kedua tahun ini."Kebijakan moneter dan fiskal telah menjadi penopang market dan ancaman konflik dagang semakin surut," tambahnya.

Indeks Nikkei 225 di market saham Tokyo ke zona hijau saat sesi perdagangan berakhir. Indeks Topix menguat 0,35 persen. Data dirilis pemerintah Jepang menunjukkan belanja rumah tangga naik lebih rendah dari perkiraan.

Data belanja rumah tangga di Jepang periode Februari naik 1,7 persen di bawah estimasi para analis sebesar 2,1 persen. Saham unggulan di bursa Tokyo seperti Fanuc naik 1,21 persen, Hitachi Construction Machinery naik 1,15 persen.

Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi naik 0,14 persen ke level 2.206,61. Saham industri berkapitalisasi pasar besar, Samsung Electronics turun 0,21 persen setelah menyatakan bahwa laba triwulan pertama tahun ini kemungkinan turun hampir 60 persen dibanding periode tahun lalu.

Sementara itu Indeks ASX200 di bursa Australia drop 0,83 persen. Semua sektor saham di pasar saham tersebut bergerak melemah.

Bursa saham China dan Hong Kong tidak beroperasi memperingati hari libur nasional.

Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 97,217 melemah dibandingkan dengan posisi pada sesi sebelumnya di 97,327. Nilai tukar yen menguat di posisi 111,64 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 111,79. Dolar AUstralia menguat di posisi $0,7126 dari posisi sesi kemarin di level $0,7105.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,38% di level 21.807.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) libur

Indeks Shanghai (China) libur

Indeks Straits Times (Singapura) +0,19% ke 3.322.


Bursa Eropa

Market saham Eropa mixed di menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (5/4) pagi waktu setempat. Putaran negosiasi konflik dagang AS dan China baru-baru ini berakhir tanpa konklusi berarti.

Indeks DAX (Jerman) -0,06% ke level 11.981.

Indeks FTSE (Inggris) +0,16% pada posisi 7.414.

Indeks CAC (Perancis) +0,09% ke level 5.468.


Minyak

Harga minyak drop pada perdagangan sesi sore, hari Jumat (5/4) di pasar komoditas Asia. Laju harga terhambat oleh kekhawatiran terhadap progres negosiasi konflik dagang AS dan China.

Minyak Brent drop 15 sen ke harga USD 69,25 per barel (pukul 04:55 GMT). Sedangkan minyak WTI melemah 1 sen ke harga USD62.09 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author