Bursa Pagi: Global-Regional Naik, Potensi Rebound IHSG Dibayangi Pelemahan

Bursa Pagi: Global-Regional Naik, Potensi Rebound IHSG Dibayangi Pelemahan

Posted by Written on 02 April 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (2/4) dibuka di zona hijau, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Pasar merespon positif rilis data aktivitas manufaktur AS dan China yang memperlihatkan perbaikan, dan menyambut kelanjutan perundingan dagang AS-China pekan ini.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik 0,7%, didukung laju indeks saham keuangan sebesar 0,87% dan energi 0,95%. Indeks menguat 0,74% (46,30 poin) ke level 6.263,30 pada pukul 7:45 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,78% (168,32 poin) ke posisi 21.677,35, setelah dibuka melaju 0,96% dan indeks Topix naik 0,78% di tengah pelemahan yen. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka baik 0,45% dan berlanjut naik 0,44% menjadi 2.177,75.

Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,59% (174,97 poin) ke level 29.736,99 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China bertambah 0,41% menjadi 3.183,27.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa global dan regional, setelah gagal bermanuver di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup turun 0,25% ke level 6.452,61.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan indeks saham hari ini masih memiliki potensi menguat, dan berpotensi rebounddi tengah gejolak harga komoditas dan penguatan rupiah. Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan adanya potensi rebound namun masih dibayangi pelemahan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, meredanya kekhawatiran investor akan melambatnya pertumbuhan ekonomi global seiring dengan solidnya data manufaktur China-AS diprediksi akan memberikan sentimen positif bagi indeks. Sementara itu naiknya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel dan timah diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.410 dan resistance di 6.485.

Saham : ANTM (Buy, Support: Rp900, Resist: Rp980), INCO (Buy, Support: Rp3.450, Resist: Rp3.690), TINS (Buy, Support: Rp1.260, Resist: Rp1.380), RALS (Buy, Support: Rp1.780, Resist :Rp1.820).


ETF :XISI (Buy, Support: Rp364, Resist: Rp369), XDIF ( SELL , Support: Rp506, Resist: Rp511), XPID
(Buy on Weakness, Support: Rp547, Resist: Rp552).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, didukung oleh rilis data manufaktur AS dan China yang kuat meredakan kekhawatiran kemungkinan perlambatan ekonomi global. Dow dan S&P 500 melonjak ke level tertinggi, setelah data Institute for Supply Management menyebutkan, aktivitas sektor manufaktur AS bulan lalu meningkat, rebound dari level terendah sejak akhir 2016. Di China, Indeks Pembelian Manajer Manufaktur Caixin/Markit melonjak ke 50,8 pada Maret - level tertinggi dalam delapan bulan. AS dan China akan kembali melanjutkan perundingan dagang di Washington pekan ini.

Saham sektor keuangan naik tajam; saham Citigroup, Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America dan J.P. Morgan Chase semua ditutup melesat 2,5% atau lebih. SPDR S&P Bank ETF (KBE) melesat 2,8%. Saham Facebook, Amazon, Netflix, dan Alphabet juga menguat, diikuti United Technologies dan Caterpillar.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,27% (329,74 poin) ke level 26.258,42.
  • S&P 500 melaju 1,16% (32,79 poin) menjadi 2.867,19.

  • Nasdaq Composite 1,29% (99,59 poin) ke posisi 7.828,91.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,90% menjadi USD25,91.

Bursa saham utama Eropatadi malam juga ditutup lebih tinggi, investor mencerna rilis data manufaktur China dan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Indeks STOXX 600 naik 1,21% menjadi 383,67, dipimpin lonjakan harga saham sektor sumber daya alam yang melesat lebih dari 3,7% merespon data aktivitas manufaktur China periode Maret setelah penurunan tiga bulan beruntun.

Saham otomotif juga naik tajam, terpengaruh upaya kerjasama Fiat Chrysler dan PSA Group. Saham EasyJet rontok lebih dari 8,5% terpukul oleh kekhawatiran dampak Brexit. Saham Daily Mail & General Trust direvaluasi turun sekitar 46% setelahmendistribusikan kepemilikannya di Euromoney Institutional Investor kepada para pemegang saham. Di Inggris, anggota parlemen Iakan memberikan suara terhadap sejumlah alternatif untuk proses Brexit.

  • FTSE 100 London naik 0,52% (38,19 poin) menjadi 7.317,38.

  • DAX 30 Frankfurt melompat 1,35% (155,95 poin) ke level 11.681,99.

  • CAC 40 Paris melonjak 1,03% (55,00 poin) ke posisi 5.405,53.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah,tertekan oleh data penjualan ritel AS yang turun 0,2% pada Februari. Rumah tangga AS mengurangi pembelian furnitur, pakaian, makanan, elektronik dan peralatan, serta bahan bangunan dan peralatan berkebun. 

Sementara itu, mata uang komoditas seperti dolar Australia naik setelah aktivitas pabrik China tumbuh secara tak terduga untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada Maret.

Poundsterling menguat menjelang pemungutan suara untuk memilih empat dari sembilan proposal Brexit oleh parlemen Inggris. Akhir pekan lalu, kesepakatan May ditolak untuk ketiga kalinya oleh anggota parlemen, menjerumuskan Inggris ke dalam ketidakpastian politik dan menekan poundsterling di bawah USD1,3. Indeks dolar AS melemah 0,05% menjadi USD97,232.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1205-0.0008-0.07%6:37 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3071-0.0032-0.24%6:38 PM
Yen (USD-JPY)111.360.01+0.01%6:38 PM
Yuan (USD-CNY)6.7115-0.0006-0.01%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,229.00-13.50-0.09%4:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 1/4/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat ke level tertinggi 2019.Harga minyak Brent menyentuh USD69 per barel ditopang sinyal positif ekonomi global dan pasokan yang lebih ketat. 

Brent sudah naik 27% pada periode Januari-Maret. WTI mencapai USD61,72 per barel, tertinggi dalam hampir lima bulan, melejit 32% pada kuartal pertama.

Sektor manufaktur China secara tak terduga kembali ke jalur pertumbuhan untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada periode Maret. Data manufaktur AS juga tercatat lebih baik dari perkiraan pada Maret. AS dan China mengatakan mereka membuat kemajuan dalam negosiasi perdagangan yang berakhir Jumat di Beijing. Dewan Negara China, Minggu, mengatakan akan menangguhkan tarif tambahan pada kendaraan dan suku cadang AS setelah 1 April.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik USD1,43 (2,1%) menjadi USD69,01 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik USD1,45, (2,4%) menjadi USD61,59 per barel.
Harga emas di pasar spot COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, rilis data manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan, diimbangi dengan angka penjualan ritel yang lesu. Penjualan ritel AS di luar dugaan turun pada Februari, memperkuat pandangan pertumbuhan ekonomi Amerika yang lesu pada kuartal pertama. Ekonomi zona euro dan inflasi inti melambat pada Maret, menurut proyeksi Senin, mendukung keputusan Bank Sentral Eropa untuk menunda rencana pengetatan kebijakan moneter. Harga palladium naik 1,4% menjadi USD1.403,25 per ounce, perak turun 0,1% menjadi USD15,11 per ounce, platinum juga turun 0,1% menjadi USD844,50 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik0,1% menjadi USD1.292,78 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD4,30 (-0,3%) menjadi USD1.294,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author