Bursa Sore: IHSG Melesat di Menit-Menit Akhir Perdagangan

Bursa Sore: IHSG Melesat di Menit-Menit Akhir Perdagangan

Posted by Written on 28 March 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melesat ke zona hijau di menit-menit akhir perdagangan hari Kamis (28/3). IHSG menanjak naik +0,56 persen (+36 poin) ke level 6.480.

Indeks LQ45 +0,85% ke 1.019. Indeks IDX30 +0,96% ke level 560. IDX80 +0,82% ke 144. Indeks JII +0,44% ke 704. Indeks Kompas100 +0,71% ke 1.316. Indeks Sri Kehati +1,12 persen ke 397 dan Indeks SMInfra18 +1,47 persen ke level 346.

Saham-saham teraktif: JPFACAKKMNCNISSPWIKAINTPWTON

Saham-saham top gainers LQ45: BMTRSILOWTONWIKAINTP,ADHIJSMR

Saham-saham top losers LQ45: INDYUNTRMEDCSRILSCMAEXCLINCO

Nilai transaksi mencapai Rp7,86 triliun. Volume trading sebanyak 137,15 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp306,18 miliar.

Nilai tukar rupiah tertekan -0,33% ke posisi Rp14.242 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Sebagian besar market saham Asia melemah pada akhir perdagangan hari Kamis (28/3) setelah yield US Treasury (obligasi negara AS) menyentuh level terendah dalam lebih dari setahun terakhir.

MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham Asia Pasifik) bergerak menguat 0,15 persen ke level 523,86.
Yield US Treasury tenor 10 tahun ke level terendah sejak 15 Desember 2017 ke level 2,3611 persen setelah ke level 2,4 persen pada perdagangan kemarin.

"Ketika yield jangka pendek melampaui jangka panjang, ini memberitahu bahwa investor khawatir prospek jangka pendek perekonomian dan ingin dikompensasi lebih besar karena menarik uang mereka selama ini," kata Kathy Lien, Analis BK Asset Management seperti dikutip CNBC .

Menurut Lien, para investor butuh waktu memutuskan apakah penurunan yield obligasi positif atau negatif bagi pasar saham. Di sisi lain, penurunan suku bunga adalah baik bagi kredit tetapi pada sisi yang lain, inversi kurva yield sebagai hasil penurunan suku bunga.

Indeks Nikkei 225 di market saham Tokyo ke zona merah saat akhir sesi perdagangan. Saham unggulan Fanuc melemah 1,32 persen. Indeks Topix drop 1,59 persen.

Bursa saham China juga melemah begitu jam perdagangan usai. Indeks Shanghai Composite melenggang ke zona merah. Indeks Shenzhen Component drop 0,65 persen. Indeks Shenzhen Composite melemah 0,905 persen.

Perubahan arah terjadi di bursa saham Hong Kong. Setelah sempat di zona negatif di sesi pagi, Indeks Hang Seng (Hong Kong) berakhir menguat. Emiten unggulan China Construction Bank melemah 1 persen setelah kinerja laba triwulan pertama tahun 2019 melemah. ZTE naik 10,05 persen setelah manajemen menyatakan laba triwulan 1 2019 diperkirakan naik.

Sedangkan Indeks Kospi di pasar saham Korsel tertekan 0,82 persen. Saham industri berbobot besar terhadap pasar, Samsung Electronics terkoreksi 1 persen. Adapun Indeks ASX200 di pasar saham Australia menjauh dari zona merah setelah sempat melemah di sesi pagi. Indeks ASX200 naik 0,65 persen.

Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,855 melorot dari level sesi sebelumnya di posisi 96,976. Nilai tukar yen naik tipis di posisi 110,16 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 110,6. Dolar AUstralia melemah di posisi $0,7104 dibanding pada sesi kemarin di posisi $0,714.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,61% di level 21.033.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,16% di posisi 28.775.

Indeks Shanghai (China) -0,92% ke posisi 2.994.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,16% ke 3.203.


Bursa Eropa

Market saham Eropa mixed pada menit-menit awal perdagangan hari Kamis (28/3) pagi waktu setempat setelah muncul pemberitaan China dan USA membuat kemajuan cepat dalam negosiasi konflik dagang.

Indeks DAX (Jerman) +0,22% ke posisi 11.443.

Indeks FTSE (Inggris) +0,18% pada level 7.207.

Indeks CAC (Perancis) -0,01% ke posisi 5.300.


Minyak

Harga minyak terkoreksi turun pada perdagangan sesi sore, hari Kamis (28/3) di pasar komoditas Asia. Komoditas minyak melanjutkan pelemahan kedua harinya secara langsung setelah data menunjukkan stok minyak AS secara tak terduga naik.

Minyak Brent melemah 20 sen ke harga USD67,63 per barel (00:45 GMT). Sedangkan minyak WTI drop 23 sen ke harga USD59.18 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author