Bursa Siang: IHSG Naik Tipis, Market Regional Tertekan Pelemahan Yield Obligasi

Bursa Siang: IHSG Naik Tipis, Market Regional Tertekan Pelemahan Yield Obligasi

Posted by Written on 28 March 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bangkit ke zona hijau pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Kamis (28/3). IHSG melaju positif +0,06 persen (+3 poin) ke level 6.448.

Indeks LQ45 +0,23% ke 1.012. Indeks IDX30 +0,34% ke level 556. IDX80 +0,19% ke 143. Indeks JII -0,10% ke 700. Indeks Kompas100 +0,17% ke 1.309. Indeks Sri Kehati +0,28 persen ke 394 dan Indeks SMInfra18 +0,18 persen ke level 342.

Saham-saham teraktif: CAKKMNCNJPFAINTPMINAWSBPBMRI

Saham-saham top gainers LQ45: WSKTPTPPWIKAADHI, BRMI , INTPELSA

Saham-saham top losers LQ45: ASIIMEDCINCOCPINADROINKPJSMR

Nilai transaksi mencapai Rp3,56 triliun. Volume trading sebanyak 80,56 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp5,44 miliar.

Nilai tukar rupiah tertekan -0,24% ke posisi Rp14.229 terhadap dolar AS. (12:00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak melemah pada sesi pagi perdagangan hari Kamis (28/3). Laju pasar saham Asia tertahan seiring kekhawatiran resesi ekonomi mengantarkan yield surat utang turun di pasar global. Hal ini merepotkan bank sentral untuk menenangkan kegelisahan.

MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham Asia Pasifik) bergerak melemah 0,43 persen ke level 520,81.

"Inversi kurva yield atau yield yang melandai yang sedang berlangsung adalah sinyal buruk bagi pasar saham seperti biasa terjadi di masa lalu," kata Oliver Jones, Analis pada Capital Economics. Menurutnya argumen bahwa kurva yield tidak lagi indikator yang andal, tampaknya muncul kembali setiap saat hal tersebut terjadi inversi. Hanya kemudian terbukti (argumen) tersebut salah.

Yield US Treasury tenor tahun ke level terendah sejak 15 Desember 2017. Yield tersebut ke level 2,4 persen.
Indeks Nikkei 225 di market saham Tokyo ke zona merah saat sesi pagi sedang berlangsung. Saham unggulan Softbank Group dan Fanuc melemah masing-masing 2,2 persen dan 2 persen. Indeks Topix drop 1,95 persen.

Bursa saham China melemah saat aktvitas trading sedang berlangsung. Indeks Shanghai Composite melenggang ke zona merah. Indeks Shenzhen Component drop 0,51 persen. Indeks Shenzhen Composite melemah 0,561 persen.

Bursa saham Hong Kong berkubang di zona negatif setelah Indeks Hang Seng terkoreksi turun. Emiten unggulan China Construction Bank melemah 1,5 persen setelah kinerja laba triwulan pertama tahun 2019 melemah.

Sedangkan Indeks Kospi di pasar saham Korsel tertekan 0,93 persen. Saham industri berbobot besar terhadap pasar, Samsung Electronics dan SK Hynix terkoreksi masing-masing 1 persen.

Adapun Indeks ASX200 di pasar saham Australia melemah ke zona merah. Seluruh sektor saham di bursa Australia bergerak mixed.

Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,890 melorot dari level sesi sebelumnya di posisi 96,976. Nilai tukar yen naik tipis di posisi 110,20 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 110,6. Dolar AUstralia melemah di posisi $0,7082 dibanding pada sesi kemarin di posisi $0,714.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,36% di level 21.086 (11.42 am).

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,03% di posisi 28.736.(break).

Indeks Shanghai (China) -0,26% ke posisi 3.014. (break).

Indeks Straits Times (Singapura) +0,25% ke 3.206. (12:00 pm).


Minyak

Harga minyak terkoreksi turun pada perdagangan sesi pagi, hari Kamis (28/3) di pasar komoditas Asia. Komoditas minyak melanjutkan pelemahan kedua harinya secara langsung setelah data menunjukkan stok minyak AS secara tak terduga naik.

Minyak Brent melemah 20 sen ke harga USD67,63 per barel (00:45 GMT). Sedangkan minyak WTI drop 23 sen ke harga USD59.18 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author