Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Hambat Peluang Penguatan IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Hambat Peluang Penguatan IHSG

Posted by Written on 28 March 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (28/3) dibuka melemah, melanjutkan tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Imbal hasil US Treasury menyentuh level terendah sejak Desember 2017, sehingga membangkitkan kembali kekhawatiran akan kemungkinan resesi. Pasar menunggu hasil pertemuan delegasi AS-China di Beijing, Kamis ini.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka turun 0,33% dengan mencatatkan hampir semua sektor di zona merah. Indeks berlanjut melemah 0,14% (-8,40 poin) di posisi 6.127,60 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang tergerus 1,56% (-332,60 poin) ke level 21.046,13, setelah dibuka anjlok 1,78% terbebani kejatuhan harga saham Softbank dan Fanuc lebih dari 2%. Indeks Topix merosot 1,73%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka melorot 0,89% di tengah penurunan Samsung Electronic dan SK Hynix, 1,32% dan 1,91%, dan berlanjut turun 19,15 poin ke posisi 2.126,47.

Melanjutkan tren penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,23% (-65,05 poin) ke level 28.663,20 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melorot 0,43% ke posisi 3.009,80.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada awal sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup turun 0,39% menjadi 6.444, aksi jual bersih asing mencapai Rp424 miliar lebih.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini, masih berada di rentang konsolidasi namun tetap berpeluang menguat, jelang rilis data pertumbuhan kredit perbankan yang diprediksi stabil. Secara teknikal, beberapa indikator indeks memperlihatkan adanya ancaman koreksi lanjutan di area netral.

Tim Riset Indo Premier berpendapat,munculnya kembali kekhawatiran investor akan melambatnya prospek pertumbuhan ekonomi, seiringturunnya yield obligasi AS tenor jangka panjang ke level terendah,diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Selain itu turunnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, emas, diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.410 dan resistance di 6.480.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : PTPP (Buy, Support: Rp2.000, Resist: Rp2.100), ADHI (Buy, Support: Rp1.550, Resist: Rp1.620), 

    BBNI (Buy, Support: Rp9.150, Resist: Rp9.600), RALS (Buy, Support: Rp1.750, Resist :Rp1.810).

  • ETF : XPFT ( SELL , Support: Rp536, Resist: Rp545), XISR ( SELL , Support: Rp392, Resist: Rp397), 

    XPSG ( SELL , Support: Rp455, Resist: Rp460).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir turun, dihantuai kekhawatiran prospek pertumbuhan ekonomi yang berlarut-larut. Imbal hasil US Treasury 10-tahun, turun ke level terendah sejak Desember 2017. Investor menimbang seberapa serius kejatuhan tersebut, yang secara tradisional merupakan tanda pelemahan ekonomi jangka menengah dan panjang.

Saham kesehatan, utilitas dan energi membukukan kinerja terburuk, masing-masing turun lebih dari 0,5%. 

Saham Abiomed dan produsen hard disk Advance Micro, dan anjlok lebih dari 3%. Harga saham penerbangan melaju. Saham Boeing naik 1,0 persen setelah meluncurkan perubahan perangkat lunak pesawat737 MAX. 

Saham Southwest Airlines, yang mengandangkan seluruh 34 dari pesawat Boeing 737 MAX 8, melesat 2,2%. Operator lain, termasuk United Continental dan Delta Air Lines, juga naik.

  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,13% (-32,14 poin) menjadi 25.625,59.
  • S&P 500 turun 0,46% (-13,09 poin) ke posisi 2.805,37.

  • Nasdaq Composite melorot 0,63% (-48,15 poin) ke level 7.643,38.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,70% menjadi USD25,40.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir hampir tidak berubah, investor bersikap hati-hati di tengah kekhawatiran potensi resesi Amerika Serikat. Indeks STOXX 500, naik tipis 0,02% menjadi 377,28 dipimpin lonjakan harga saham Commerzbank 5,2%, setelah laporan pendapatan tahunan menunjukkan kenaikan laba bersih, dengan melakukan pemotongan gaji 32% tahun lalu. saham Norsk Hydro melesat 3,06%, Fiat Chrysler melonjak 2,75.

Saham perbankan di Eropa juga menguat didorong pernyataan Presiden ECB Mario Draghi, bahwa akan lebih murah untuk memarkir uang tunai di bank sentral. Dalam pidatonya tentang kesehatan ekonomi Eropa dan kebijakan moneter, Draghi mengatakan bahwa perlambatan sementara dalam pertumbuhan tidak selalu berarti akan terjadi resesi. Ketidakpastian Brexit terus membebani sentimen. PM Inggris Theresa May akan berpidato di hadapan anggota parlemen dari partai Konservatif, partai pendukungnya.

  • FTSE 100 Inggris sedikit melemah 0,03% (-2,10 poin) di posisi 7.194,19.

  • DAX 30 Frankfurt mendatar (-0,44 poin) di level 11.419,04.

  • CAC 40 Paris turun 0,12% (-6,14 poin) menjadi 5.301,24.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir sedikit menguat, setelah pelaku pasar mencerna rrilis data defisit perdagangan AS yang menyusut menjadi USD51,1 miliar pada Januari. Penurunan tertajam sejak Maret 2018, sekaligus jauh lebih baik dari hasil survei ekonom yang memperkirakan defisit sebesar USD57,7 miliar.

Ekspor naik USD1,9 miliar dibanding Desember lalu, menjadi USD207,3 miliar, sementara impor melemah USD6,8 miliar jadi USD258,5 miliar. Angka defisit Desember direvisi menjadi USD59,9 miliar. Yen dan poundsterling menguat, euro melemah terhadap dolar AS. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju bertambah 0,04% menjadi 96,774.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12500.0006+0.05%7:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3148-0.0041-0.31%7:32 PM
Yen (USD-JPY)110.45-0.06-0.05%7:33 PM
Yuan (USD-CNY)6.72710.0114+0.17%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,207.5035.00+0.25%4:48 AM

Sumber : Bloomberg.com, 27/3/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak turun. Rilis data Badan Informasi Energi (EIA) memperlihatkan persedian minyak mentah AS pekan lalu, naik sebesar 2,8 juta barel, jauh lebih besar dari ekspektasi 1,2 juta barel. Ekspor minyak mentah turun 506.000 barel per hari.

Kebakaran tangki petrokimia dan tumpahan bahan kimia, pekan lalu, di sepanjang Houston Ship Channel menghambat pengiriman minyak mentah selama beberapa hari.Sepanjang Maret, rata-rata produksi minyak Rusia dikabarkan mencapai 11,3 juta bph sedikit lebih rendah dari rta-rata produksi bulan sebelumnya 11,34 juta bph. Menteri Energi Rusia, Alexander Novak mengatakan, negaranya berencana mempercepat pengurangan produksi minyak pada awal bulan ini .

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 14 sen (-0,2%) menjadi USD67,83 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 53 sen (-0,9%) menjadi USD59,41 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, prospek ekonomi yang suram hanya sedikit mendukung emas yang secara tradisional dipandang sebagai investasi yang aman saat terjadi ketidakpastian. Apresiasi dolar menekan harga emas. Investor menantikan putaran terakhir negosiasi perdagangan AS-China di Beijing, Kamis ini. Tekanan di pasar Inggris semakin kuat, ketika Perdana Menteri Theresa May berupaya untuk mendorong kesepakatan Brexit yang seudah dua kali ditolak Parlemen.

Harga palladium anjlok sekitar 6%, penurunan harian terbesar dalam lebih dari dua tahun, karena investor menilai kenaikan harga selama ini sudah terlalu jauh dan terlalu cepat. Harga palladium menembus di bawah level teknikal memicu automatic selling. Harga bahan pengekang emisi mesin kendaraan itu, pada pekan lalu naik hampir dua kali lipat, ke rekor tertinggi USD1.620,52 per ounce, dari USD832 pada Agustus tahun lalu. Harga perak turun 0,8% menjadi USD15,30, dan platinum melemah 0,1% menjadi USD854,56 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.312,67 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD 4,60 (0,3%) menjadi USD1.310,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author