ARTI Rencanakan Rights Issue

ARTI Rencanakan Rights Issue

Posted by Written on 27 March 2019


Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) berencana mencari pendanaan di pasar modal lewat Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Dalam siaran persnya di Jakarta, perseroan mengungkapkan, aksi korporasi tersebut akan meminta persetujuan dari pemegang saham lewat rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang bakal digelar pada 7 Mei 2019.

Kata Direktur Utama Ratu Prabu Energi, B. Bur Maras, ada dua agenda RUPSLB yang bakal digelar nanti. Pertama, persetujuan penambahan modal dengan HMETD atau rights issue. Kedua, persetujuan transaksi pengambilan 3 aset tanah milik Derek Prabu Maras dan Bur Maras oleh ARTI dalam rangka HMETD.

Sebelumnya, pada tahun lalu ARTI sempat menyatakan rencana melakukan reverse stock. Namun, rencana tersebut ditolak oleh Bursa Efek Indonesia. Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Nyoman Yetna menyampaikan, pihaknya tidak merestui rencana ARTI tersebut dengan alasan fundamental perusahaan yang dinilai tidak memungkinkan untuk melakukan penggabungan nilai saham.”ARTI kami sudah mengirimkan surat penolakan, karena ada beberapa hal salah satunya fundamental," katanya.

Dia menjelaskan, ditolaknya rencana ARTI murni disebabkan karena fundamental, rencana ke depan, serta upaya penyelamatan yang setelah dianalisa oleh otoritas pasar modal tidak sesuai.”ARTI kita lihat parameter yang umum, fundamentalnya mendukung tidak. Kita juga lihat pegerakan harga saham, tidak proven juga harganya kita istilahkan bukan tolak ya tapi kita minta untuk tidak dilakukan dalam periode ini untuk mereka bisa proven lagi kedepannya," jelasnya.

Ratu Prabu juga sempat membuat heboh seiring dengan rencana perusahaan mengembangkan proyek LRT di Jabodetabek dan Banten. Pembangunan itu mencakup tiga tahap jalur sepanjang 485 km dengan total investasi Rp415 triliun.


comments

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author