Bursa Siang: Cemas Potensi Resesi Berlanjut, IHSG Ikuti Pelemahan Regional

Bursa Siang: Cemas Potensi Resesi Berlanjut, IHSG Ikuti Pelemahan Regional

Posted by Written on 25 March 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menyerah ke zona merah pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Senin (25/3). IHSG tergerus -1,58 persen (-104 poin) ke level 6.422.

Indeks LQ45 -1,99% ke 1.005. Indeks IDX30 -1,95% ke level 553. IDX80 -2,18% ke 142. Indeks JII -2,02% ke 697. Indeks Kompas100 -1,99% ke 1.301. Indeks Sri Kehati -1,79 persen ke 390 dan Indeks SMInfra18 -2,33 persen ke level 334.

Saham-saham teraktif: NUSAGAMABEEFPGASWEGEINCOKIJA

Saham-saham top gainers LQ45: ITMGPTBABRPT

Saham-saham top losers LQ45: KLBFTPIABBCAPGASCPINTLKMSRIL

Nilai transaksi mencapai Rp3,94 triliun. Volume trading sebanyak 90,93 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp249,14 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,39% ke posisi Rp14.220 terhadap dolar AS. (12:00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia terjun bebas ke zona merah pada sesi pagi perdagangan hari Senin (25/3). Para investor kecewa terhadap data indikator ekonomi dari Eropa serta terus mencermati potensi sinyal resesi ekonomi di AS.

MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham Asia Pasifik) bergerak melemah 1,61 persen.

Selisih antara yield US Treasury tenor 3 bulan dan 10 tahun menjadi negatif pada akhir pekan lalu untuk pertama kali dalam lebih dari 1 dekade. Para investor menganggap ini sebagai sinyal resesi ekonomi mungkin akan segera terjadi.

"Walaupun kita mengantisipasi kurva yield tenor 10 tahun minus 2 tahun untuk memperkirakan resesi ekonomi AS sekitar 12 hingga 18 bulan sebelumnya, inversi puluhan kurva yield US Treasury adalah sinyal yang tidak menyenangkan," demikian kata Tim Riset Commonwealth Bank of Australia seperti dikutip CNBC.

Inversi kurva yield terjadi saat suku bunga surat utang jangka pendek melampaui surat utang jangka panjang sehingga meredam laba kredit bank. Kurva terbalik tersebut juga dianggap indikator resesi.

Indeks Nikkei 225 di market saham Tokyo turun signifikan saat sesi pagi sedang berlangsung. Saham-saham unggulan di bursa Jepang di antaranya Fast Retailing, SOftbank Group dan Fancu terkoreksi dalam. Indeks Topix turun 2,71 persen.

Mengakhiri sesi pagi, bursa saham China juga tumbang. Indeks Shanghai Composite dan Shenzhen Component drop masing-masing 1 persen. Indeks Shenzhen Composite terkoreksi 0,908 persen.

Tekanan juga terjadi di bursa saham Hong Kong, Indeks Hang Seng menyerah di zona merah. Saham dengan kapitalisasi pasar besar, Tencent turun 2,5 persen. Adapun Indeks Kospi di bursa saham Korsel turun 1,66 persen seiring tekanan yang terjadi pada harga saham SK Hynix yang turun 3,5 persen.

Pelemahan seluruh sektor saham menekan laju bursa saham Australia. Indeks ASX200 turun 1 persen.

Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,620 melaju dari level sesi sebelumnya di posisi 96,3. Nilai tukar yen menguat di posisi 109,84 terhadap USD dibanding posisi sesi akhir pekan lalu di level 110,6. Dolar AUstralia melemah di posisi $0,7078 dibanding pada pekan lalu di posisi $0,714.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -3,25% di level 20.925 (11.39 am).

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,78% di posisi 28.895.(break).

Indeks Shanghai (China) -1,37% ke posisi 3.061. (break).

Indeks Straits Times (Singapura) -1,42% ke 3.166. (12:00 pm).


Minyak

Harga minyak drop pada perdagangan sesi pagi, hari Senin (25/3) di pasar komoditas Asia. Hambatan pergerakan harga minyak seiring kekhawatiran yang sangat tajam terhadap perlambatan ekonomi melampaui sentimen pemangkasan produksi oleh OPEC serta sanksi ekspor minyak bagi Iran dan Venezuela.

Minyak Brent melemah 51 sen ke harga USD66,52 per barel (01:02 GMT). Sedangkan minyak WTI turun 63 sen ke harga USD58.42 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author