Bursa Pagi: Wall Street dan Asia Menguat, IHSG Pertahankan Jalur Kenaikan

Bursa Pagi: Wall Street dan Asia Menguat, IHSG Pertahankan Jalur Kenaikan

Posted by Written on 22 March 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (22/3), bursa saham Asia dibuka naik, melanjutkan tren positif kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham Wall Street, meski bursa saham Eropa ditutup melemah karena terbebani kekacauan Brexit. Indeks MSCI Asia ekx-Jepang naik 0,23% menjadi 531,30.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,81%, didukung oleh kenaikan indeks saham hampir di semua sektor. Laju indeks bertahan 0,80% (49,20 poin) ke level 6.216,40 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik tipis 0,02% (5,36 poin) di posisi 21.614,28, setelah dibuka naik 0,23%, diwarnai lompatan harga saham Softbank Group dan Fanuc sebesar 2,05% dan 1,30%. 

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,36% di tengah kenaikan harga saham teknologi, dan berlanjut dengan mempertahankan kenaikan di level 2.192,79.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,35% (101,77 poin) menjadi 29.173,33 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China dibuka sedikit melemah, 0,02% di posisi 3.100,73.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang cenderung menguat, setelah berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau dan ditutup menguat 0,29% ke level 6.501. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan meski dibayangi tekanan gejolak harga komoditas dan minimnya sentimen dalam negeri.

Secara teknikal, beberapa indikator indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan menuju area jenuh beli. Momentum bearish akan menekan indeks jika tak mampu bertahan di atas 6.500.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, proyeksi dari The Fed yang mengisyaratkan tidak adanya kenaikan suku bunga di sepanjang tahun ini diprediksi masih akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, dan timah diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 6.465 dan resistance di 6.535.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : CPIN (Buy, Support: Rp7.550, Resist: Rp8.150), ITMG (Buy, Support: Rp22.875, Resist: Rp23.825), ASRI (Buy, Support: Rp318, Resist: Rp336), BBTN (Buy, Support: Rp2.440, Resist :Rp2.600).

  • ETF : XISR (Buy, Support: Rp395, Resist: Rp400),R-LQ45X (Buy, Support: Rp1.059, Resist: Rp1.068), 

    XIIC (Buy, Support: Rp1.158, Resist: Rp1.174).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan tajam, ditopang oleh lonjakan harga saham sektor teknologi. Sebagian besar investor menyambut pernyataan terbaru dari The Fed yang tidak memperkirakan untuk menaikkan suku pada 2019, dan akan mengakhiri proses pengurangan neraca keuangannya pada akhir September. President AS Donald Trump memperingatkan, Washington akan mempersiapkan penerapan tarif impor China untuk periode tertentu" untuk memastikan bahwa Beijing mematuhi kesepakatan dagang yang dijadwalkan selesai pekan depan.

Harga saham Apple melonjak 3,7% mengimbangi kejatuhan 1,6%saham J.P. Morgan Chase. Saham Micron melambung 9,6% setelah melaporkan laba kuartalan di atas ekspektasi. Levi Strauss, kembali melantai di bursa untuk pertama kalinya dalam hampir 35 tahun, sahamnya melonjak 31,9% dari harga IPO. Tetapi saham Biogen anjlok 29,2% karena menghentikan uji klinis obat untuk penyakit Alzheimer.

  • Dow Jones Industrial Average melaju 0,84% (216,84 poin) menjadi 25.962,51.

  • S&P 500 melonjak 1,09% (30,65 poin) ke posisi 2.854,88.

  • Nasdaq Composite Index melejit 1,42% (109,99 poin) ke level 7.838,96.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naikk 0,49% menjadi USD26,47.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir variatif, setelah The Fed membatalkan semua rencana untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Indeks STOXX 600 turun tipis 0,04% menjadi 380,69, sektor perbankan Eropa tergelincir hampir 1,4%, dua bank terbesar Jerman mencatat kinerja terburuk karena kekhawatiran merger Deutsche Bank dan Commerzbank akan menekan Deutsche. Deutsche anjlok lebih dari 4%, Commerzbank merosot lebih dari 3%. Merlin Entertainments, Inggris, anjlok 5,5% setelah Berenberg memangkas rekomendasi sahamnya menjadi "sell" dari "hold".

Bank of England (BOE) memutuskan mempertahankan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian Brexit. PM Theresa May menulis surat kepada Presiden Dewan Eropa Donald Tusk untuk secara resmi meminta penundaan Brexit hingga 30 Juni. Tanpa perubahan undang-undang, Inggris dijadwalkan meninggalkan Uni Eropa Jumat depan.

  • FTSE 100 London melaju 0,88% (64,30 poin) ke level 7.355,31.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,46% (-53,93 poin) menjadi 11.549,96.

  • CAC 40 Paris melemah 0,07% (-3,81 poin) di posisi 5.378,85.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi rebound, setelah terpukul oleh keputusan The Fed untuk meninggalkan semua rencana untuk menaikkan suku bunga tahun ini. 

Indeks dolar sempat ditutup di bawah pergerakan rata-rata 200 hari (MA200), pertama kalinya dalam lebih dari 10 bulan. Meski rebound,sejumlah pengamat memperkirakan dolar akan tetap tertekan sepanjang sisa 2019.

Kepala Bank Nasional Swiss, Thomas Jordan, mengatakan meningkatnya risiko ekonomi global berarti bank sentral akan tetap berpegang pada kebijakan moneter yang sangat longgar untuk masa mendatang. Pound memperpanjang pelemahan, di tengah kekhawatiran bencana "tanpa kesepakatan" Brexit jika anggota parlemen tetap teguh menolak kesepakatan perpisahan PM Inggris Theresa May dengan Uni Eropa. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,77% menjadi 96,495.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13760.0002+0.02%7:29 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31250.0018+0.14%7:29 PM
Yen (USD-JPY)110.76-0.06-0.05%7:29 PM
Yuan (USD-CNY)6.69930.0048+0.07%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,140.00-47.50-0.33%4:48 AM

Sumber : Bloomberg.com, 21/3/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, ditutup merosot hampir 1% meski bertahan di dekat level tertinggi 2019. Pengetatan stok global, pengurangan produksi OPEC dan sanksi AS terhadap produsen utama Iran dan Venezuela meredam kejatuhan harga minyak. Baker Hughes menyebutkan, pekan lalu, perusahaan energi AS mengurangi operasi rig minyak selama empat pekan berturut-turut dengan aktivitas pengeboran melambat ke level terendah dalam hampir satu tahun.

OPEC kemungkinan akan memutuskan untuk memperpanjang kesepakatan pemotongan produksi dengan Rusia pada pertemuan Juni. Produksi minyak mentah OPEC turun dari level tertinggi pertengahan 2018, yakni 32,8 juta barel per hari menjadi 30,7 juta barel per hari pada Februari. Namun output minyak mentah AS , produsen terbesar dunia, kembali mencetak rekor 12,1 juta barel per hari pada pekan lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 47 sen menjadi USD68,03 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 25 sen menjadi USD59,98 per barel
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, karena serangkaian data AS yang lebih baik dari perkiraan mendongkrak dolar. Jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi tunjangan pengangguran pada pekan lalu turun lebih besar dari perkiraan dan data indikator aktivitas pabrik di kawasan Atlantik rebound di bulan ini, setelah mengalami penurunan tajam.

Harga palladium ditutup naik 0,2% menjadi USD1.606,50 per ounce, setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa USD1.620,52 per ounce. Harga platinum turun 0,5% menjadi USD854,50 per ounce, dan perak turun 0,2% menjadi USD15,41 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,29% menjadi USD1.308,46 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD5,60 (0,4%) menjadi USD1.307,3 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author