Bursa Sore: Abaikan Sentimen Perlambatan Global, Laju IHSG Mulus

Bursa Sore: Abaikan Sentimen Perlambatan Global, Laju IHSG Mulus

Posted by Written on 21 March 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat pada akhir perdagangan hari Kamis (21/3). IHSG naik +0,29 persen (+19 poin) ke level 6.501.

Indeks LQ45 +0,42% ke 1.024. Indeks IDX30 +0,39% ke level 562. IDX80 +0,76% ke 145. Indeks JII +0,8% ke 711. Indeks Kompas100 +0,46% ke 1.325. Indeks Sri Kehati +0,19 persen ke 396 dan Indeks SMInfra18 +1,69 persen ke level 341.

Saham-saham teraktif: HOMENUSAMNCNPWONFRENSTARCTRA

Saham-saham top gainers LQ45: INTPBBTNSMGRBRPTCPINMEDCBSDE

Saham-saham top losers LQ45: UNTRPTBAKLBFADROBBCAUNVRAKRA

Nilai transaksi mencapai Rp8,75 triliun. Volume trading sebanyak 152,48 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp89,75 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,55% ke posisi Rp14.140 terhadap dolar AS. (04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia menguat pada perdagangan hari Kamis (21/3) setelah the Fed menanggalkan perkiraan kenaikan suku bunga tahun ini. Tetapi kekhawatiran akan perkembangan negosiasi konflik dagang AS dan China serta perlambatan ekonomi global terus membebani kepercayaan diri para investor.

MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham Asia Pasifik) bergerak menguat 0,3 persen.

The Fed pada kesempatan hari Rabu kemarin waktu AS mengumumkan bahwa akan mempertahankan tingkat suku bunga dan tidak mengindikasikan akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Itu berbalik dari posisi the Fed pada 3 bulan lalu saat bank sentral AS itu memproyeksikan kenaikan suku bunga 2 kali di tahun 2019.

Sementara Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa AS akan membiarkan tarif impor pada barang-barang China selama periode substansial guna memastikan kepatuhan China terhadap setiap kesepakatan negosiasi konflik dagang.

Market saham China bergerak solid di area hijau saat akhir trading. Indeks Shanghai Composite menghijau dan Indeks Shenzhen Composite naik 0,767 persen.

Indeks Kospi di bursa Korsel melaju 0,36 persen seiring dukungan dari saham unggulan Samsung Electronics yang melaju 4,09 persen. Saham SK Hynix naik signifikan 7,66 persen.

Sementara Indeks ASX 200 di market Australia bergerak stagnan. Sektor finansial melemah 0,29 persen seiring saham 4 bank papan atas yang bergerak mixed. Saham National Australia Bank drop 0,44 persen. Westpact turun tipis. ANZ Banking Group naik 0,38 persen dan Commonwealth Bank of Australia naik 0,48 persen.

Market saham Hong Kong tertekan sehingga berakhir di zona negatif. Sedangkan pasar saham Jepang libur nasional.

Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 95,894 melemah tajam dari level sesi sebelumnya di posisi 96,4. Nilai tukar yen di posisi 110,40 terhadap USD. Yen melaju dari posisi 111,6 pada sesi sebelumnya. Dolar AUstralia menguat di posisi $0,7153 setelah pada kemarin ke posisi $0,7111.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) libur

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,85% di posisi 29.071.

Indeks Shanghai (China) +0,35% ke posisi 3.101.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,19% ke 3.213.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (21/3) pagi waktu setempat. Laju pasar saham Eropa terhambat setelah the Fed bersikap lebih akomodatif dalam kebijakan moneternya. Indeks The European Stoxx 600 terkoreksi 0,2 persen.

Indeks DAX (Jerman) -0,54% ke level 11.541.

Indeks FTSE (Inggris) +0,20% pada posisi 7.305.

Indeks CAC (Perancis) -0,17% di level 5.373.


Minyak

Harga minyak drop pada perdagangan sesi sore, hari Kamis (21/3) di pasar komoditas Asia. Pasar komoditas minyak relatif tetap ketat di tengah pemangkasan produksi yang dimotori oleh OPEC serta sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran dan Venezuela.

Minyak Brent melemah ke harga USD68,54 per barel. Sedangkan minyak WTI turun 12 sen ke harga USD60,11 per barel (pukul 07:56 GMT).


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author