Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Berpotensi Naik, Rawan Koreksi

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Berpotensi Naik, Rawan Koreksi

Posted by Written on 21 March 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (21/3) bergerak mixed menyambut hasil rapat kebijakan Federal Reserve AS yang mempertahankan suku bunga dan mengindikasikan tidak menaikkan suku bunga pada tahun ini. Pasar masih menunggu perkembangan perundingan dagang AS-China, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan, penerapan tarif terhadap impor barang China tetap bertahan untuk "periode waktu tertentu." Harga minyak melorot pada pembukaan pasar Asia.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka sedikit lebih tinggi, di tengah kenaikan harga saham pertambangan sebesar 0,5%. Namun pergerakan indeks berbalik turun 0,25% (-15,70 poin) ke posisi 6.149,60 pada pukul 8:24 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bergerak melaju 0,91% ke level 2.196,94, setelah dibuka melonjak 0,94% diwarnai lompatan harga saham SK Hynix lebih dari 4%. Bursa saham Jepang hari ini tutup menikmati hari libur nasional.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil bertahan di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup sedikit menguat 0,04% di posisi 6.482.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan penguatan, merespon kebijakan The Fed dan Bank Indonesia hari ini yang diperkirakan juga akan mempertahankan suku bunga. 

Secara teknikal, beberapa indikator indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan menuju area jenuh beli, namun masih rawan terkoreksi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, dipertahankannya suku bunga acuan oleh The Fed dan berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah, serta naiknya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah, emas, batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif untukIHSG . Sementara itu investor juga masih menanti rilisdata suku bunga acuan oleh Bank Indonesia dimana berdasarkan konsensus masih akan dipertahankan dilevel 6.0%. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.440 dan resistance di 6.525.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : TINS (Buy, Support: Rp1.270, Resist: Rp1.370), MAPI (Buy on Weakness, Support: Rp1.060, Resist: Rp1.095), JPFA (Buy, Support: Rp2.125, Resist: Rp2.250), ACES (Buy on Weakness, Support: Rp1.780, Resist :Rp1.850).

  • ETF : XISI (Buy on Weakness, Support: Rp352, Resist: Rp356), XPLQ (Buy, Support: Rp547, Resist: Rp553), XIIT (Buy, Support: Rp567, Resist: Rp573).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung melemah, setelah The Fed dengan nada dovish mengisyaratkan tidak ada kenaikan suku bunga pada 2019. Kepala The Fed, Jerome Powell, menekankan bahwa ekonomi Amerika Serikat tetap solid, bahkan ketika bank sentral memangkas prospek pertumbuhannya untuk 2019. The Fed juga mengindikasikan akan mengakhiri pengurangan aset USD4,2 triliun dari neracanya pada September. Investor mulai menyimpulkan bahwa perlambatan ekonomi global mulai mempengaruhi AS.

Raksasa perbankan mengalami sesi yang buruk, JPMorgan Chase kehilangan 2,1%, Goldman Sachs dan Bank of America keduanya anjlok lebih 3%. Tetapi Apple naik 0,9%, Facebook melonjak 2,4% dan Netflix melejit 4,6%. Alphabet naik 2,1% meski regulator anti-persaingan usaha Uni Eropa menjatuhkan denda 1,45 miliar euro (USD1,69 miliar) terhadap layanan iklan AdSense, Google. FedEx terperosok 3,5% karena memproyeksikan laba tahunan lebih lambat dari perkiraan.

  • Dow Jones Industrial Average melorot 0,55% (-141,71 poin) ke level 25.745,67.
  • S&P 500 berkurang 0,29% (-8,34 poin) menjadi 2.824,23.

  • Nasdaq Composite Index naik tipis 0,07% (5,02 poin) di posisi 7.728,97.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,69% menjadi USD26,34.

Bursa saham utama Eropatadi malam juga berakhir melemah, investor menantikan keputusan kebijakan The Fed dan Inggris secara resmi meminta penundaan Brexit. Indeks STOXX 600 turun 0,90% menjadi 380,84,dipimpin kejatuhan harga saham sektor otomotif yang anjlok 2,3% di tengah ketidakjelasan kelanjutan perundingan dagang AS-China. Indeks Harga konsumen Inggris naik 1,9% pada Februari, setelah menguat 1,8% di Januari, tetapi tetap mendekati level terendah 2 tahun. PM Inggris Theresa May secara resmi meminta penundaan Brexit, dari jadwal 29 Maret ke 30 Juni.

Saham Bayer, Jerman rontok 9% setelah dewan juri AS mendapati bahwa produk pembunuh gulma perusahaan itu, Roundup, adalah "faktor substansial" dalam menyebabkan kanker pada seorang pria. Saham BMW terperosok hampir 5%, setelah mengumumkan prediksi penurunan laba sebelum pajak tahun ini lebih dari 10% serta akan melakukan penghematan biaya dan rencana efisiensi. Inmarsat, London melambung lebih dari 13%, setelah mengumumkan rencana pengambilalihan senilai USD3,3 miliar dari konsorsium yang dipimpin ekuitas swasta.

  • FTSE 100 London turun 0,45% (-32,99 poin) menjadi 7.291,01.

  • DAX Frankfurt anjlok 1,57% (-184,52 poin) ke level 11.603,89.

  • CAC 40 Paris merosot 0,80% (-43,24 poin) ke posisi 5.382,66.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. The Fed mempertahankan suku bunga dan mengabaikan proyeksi untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini karena memproyeksikan perlambatan ekonomi. The Fed juga memperkirakan hanya sekali lagi menaikkan suku bunga sampai 2021, dan tidak lagi mengantisipasi perlunya menjaga inflasi dengan kebijakan moneter yang ketat, lebih dovish dari ekspektasi. Dolar melemah terhadap yen, namun mempertahankan penguatan atas sterling setelah PM Theresa May meminta penundaan Brexit. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,65% menjadi 95,761.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.14260.0013+0.11%7:31 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.32000.0002+0.02%7:31 PM
Yen (USD-JPY)110.66-0.04-0.04%7:31 PM
Yuan (USD-CNY)6.6945-0.0174-0.26%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,187.50-45.00-0.32%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 20/3/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Harga minyak mentah WTI melesat ke level tertinggi, level tertinggi sejak 12 November, USD60,12 per barel, setelah data pemerintah menunjukkan pengetatan pasokan domestik. Kenaikan harga minyak dibatasi oleh kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global. Survei Thomson Reuters/INSEAD mengindikasikan, kepercayaan bisnis Asia pada kuartal pertama bertahan di dekat posisi terendah tiga tahun karena perang dagang AS-China yang berlarut-larut.

Badan Informasi Energi AS melaporkan penurunan persediaan minyak mentah 9,6 juta barel pada pekan lalu, jauh lebih tinggi dari ekspektasi 309.000 barel, karena ekspor dan permintaan penyulingan yang kuat. Stok bensin turun 4,6 juta barel, sementara persediaan produk penyulingan berkurang 4,1 juta barel. Lembaga pemeringkat S&P Global menaikkan asumsi harga minyak Brent menjadi USD60 per barel, karena pemotongan produksi oleh OPEC dan Rusia.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 94 sen (1,6%) menjadi USD60,23 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 89 sen (1,32%) menjadi USD68,50 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan membukukan kenaikan, terangkat oleh keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga dan tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini. Harga emas sempat melesat ke level tertinggi hampir tiga pekan di posisi USD1.315,61.

Harga palladium menembus level tertinggi sepanjang masa, di tengah kekhawatiran ketatnya pasokan, naik 0,6% menjadi USD1.605,51 per ounce. Kemungkinan larangan ekspor sementara dari Rusia dan harapan stimulus ekonomi dari China membantu mengangkat harga logam tersebut. Platinum melambung 2,2% USD864,25 per ounce, dan perak melejit 1,1 persen menjadi USD15,51 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD1,315.50 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,4% menjadi USD1.301,7 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author