Tunda Bagikan Dividen, SILO Bangun Lima Rumah Sakit Baru

Tunda Bagikan Dividen, SILO Bangun Lima Rumah Sakit Baru

Posted by Written on 20 March 2019


Lantaran anjloknya perolehan laba bersih di tahun 2018, menjadi alasan bagi PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Apalagi, emiten rumah sakit ini juga tengah membutuhkan dana besar dalam pengembangan rumah sakit baru.


Kata Direktur Utama Siloam Internasional Hospitals, Ketut Budi Wijaya, keputusan perseoan untuk tidak membagikan dividen telah mendapatkan restu dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). “Para pemegang saham menyetujui agar laba bersih buku tahun 2018 digunakan sebagai modal kerja perseroan pada 2019. Oleh karena itu, kami tidak akan membagikan dividen karena dana untuk pengembangan,”ungkapnya di Tangerang.

Dalam pengembangan bisnis rumah sakitnya, perseroan berencana mengoperasikan 3-5 rumah sakit baru tahun ini. Direktur Siloam International Hospitals, Anang Prayudi mengatakan, pada awal tahun ini telah mengoperasikan dua rumah sakit baru di Kelapa Dua dan Tegalrejo. Adapun dalam pipeline perseroan tahun ini, ada 3-5 rumah sakit baru yang akan dioperasikan di sejumalah wilayah Indonesia.”Ada 3-5 rumah sakit dalam development schedule akan kami buka. Ambon, Pasar Baru, Banjarmasin, Batu Malang, satu lagi di Tulungagung, cuma masih renovasi, paling bisa di kuartal IV/2019,” ujarnya.

Sementara Direktur Siloam International Hospitals, Budi R. Legowo mengungkapkan bahwa perseroan menyediakan anggaran belanja modal sebesar Rp200 miliar untuk tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan rumah sakit yang bakal dioperasikan pada tahun ini.“Di luar itu, seperti akuisisi di luar dari belanja modal itu. Dana dari internal cash flow dan laba bersih buku tahun 2018,” jelasnya.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar dua digit dan target yang sama juga ditetapkan terhadap laba bersih. Namun, perseroan tidak memberikan angka spesifik untuk target tersebut. Sebagai informasi, mengacu pada laporan keuangan 2018, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp5,96 triliun atau naik 12,41% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp5,3 triliun. Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp16,18 miliar, anjlok 82,7% dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp93,56 miliar.

Penurunan laba terjadi karena pada 2018, perseroan memiliki biaya operasional yang lebih tinggi. Pasalnya, sejak 2017 hingga 2018, perseroan membangun 12 rumah sakit baru. Sebelumnya, Kepala Riset OSO Sekuritas Ike Widiawati mengatakan bahwa untuk prospek emiten rumah sakit pada 2019 tidak berbedah jauh dengan 2018, karena belum ada kepastian dari pemerintah untuk penambahan insentif bagi perusahaan-perusahaan layanan kesehatan.


comments

  • BOGNA Avatar

    A very awesome blog post. We are really grateful for your blog post. combat, law enforcement You will find a lot of approaches after visiting your post. I was exactly searching for. Thanks for such post and please keep it up. Great work. voyance par telephone gratuite

  • BOGNA Avatar

    I finally found great post here.I will get back here. I just added your blog to my bookmark sites. thanks.Quality posts is the crucial to invite the visitors to visit the web page, that's what this web page is providing. Third Party Logistics

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author