Bursa Siang: Profit Taking di Market Regional, IHSG Bertahan

Bursa Siang: Profit Taking di Market Regional, IHSG Bertahan

Posted by Written on 20 March 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat tipis pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Rabu (20/3). IHSG naik +0,07 persen (+4 poin) ke level 6.484.

Indeks LQ45 +0,04% ke 1.019. Indeks IDX30 +0,03% ke level 560. IDX80 +0,05% ke 144. Indeks JII -0,08% ke 705. Indeks Kompas100 +0,10% ke 1.318. Indeks Sri Kehati -0,01 persen ke 394 dan Indeks SMInfra18 +0,16 persen ke level 336.

Saham-saham teraktif: MYRXUNTRSTARASIIBMRIDEALHMSP

Saham-saham top gainers LQ45: INKPADHILPPFWSBPINDYMNCNEXCL

Saham-saham top losers LQ45: BBCAITMGTKIMTLKMASIIADROBSDE

Nilai transaksi mencapai Rp3,71 triliun. Volume trading sebanyak 88,75 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp63,59 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,05% ke posisi Rp14.219 terhadap dolar AS. (12:00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia tertekan pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (20/3). Investor melakukan profit taking menjelang putusan meeting the Fed yang diperkirakan lebih banyak menyoroti rencana kenaikan suku bunga tahun ini.

MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham Asia Pasifik) bergerak melemah 0,4 persen.

Beberapa pelaku pasar mengatakan aksi jual dipicu oleh pemberitaan yang beredar bahwa AS mengkhawatirkan China sedang mendorong kembali tuntutan terhadap AS dalam negosiasi konflik dagang.
"China ingin mencapai kesepakatan sehingga saya tidak terlalu khawatir. Selama mereka menggelar negosiasi, banyak akan akan berhasil," kata Wang Shenshen, Analis pada Tokai Tokyo Research Center.

Aktivitas pasar juga diwarnai sentimen the Fed yang akan segera memberi sinyal kebijakan moneter. 

"Diperkirakan the Fed tidak akan mengubah kebijakan moneter," kata Joseph Capurso, Analis pada Commonwealth Bank of Australia. Namun dia memperkirakan the Fed menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, menambah data ekonomi bulanan yang dirilis sejauh ini menunjukkan pertumbuhan yang lemah di triwulan pertama 2019.

Pasar saham Tokyo melemah saat trading sesi pagi berlangsung. Indeks Topix stagnan. Sedangkan Indeks Nikkei 225 di zona merah. Laju bursa saham Jepang melemah seiring koreksi yang terjadi pada saham Nintendo hingga 3 persen.

Market saham China stagnan saat trading sedang berlangsung. Indeks Shanghai Composite dan Indeks Shenzhen Composite melandai. Pergerakan negatif terjadi di pasar saham Hong Kong. Indeks Hang Seng melorot

Indeks Kospi di bursa Korsel melemah 1 persen seiring tekanan terhadap saham unggulan Samsung Electronics yang melemah 1,4 persen. Sementara Indeks ASX 200 di market Australia bergerak terkoreksi turun 0,38 persen.

Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,453 melemah dari level kemarin di posisi 96,5. Nilai tukar yen di posisi 111,58 terhadap USD. Yen melemah dari posisi 111,2 pada sesi sebelumnya. Dolar AUstralia melemah di posisi $0,7066 setelah pada kemarin ke posisi $0,71.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,05% ke level 21.576. (11:40 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,52% di posisi 29.313.(break)

Indeks Shanghai (China) -1,03% ke posisi 3.059. (break)

Indeks Straits Times (Singapura) -0,67% ke 3.199. (12:00 pm)


Minyak

Harga minyak drop pada perdagangan sesi pagi, hari Rabu (20/3) di pasar komoditas Asia. Laju harga minyak terbebani kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi yang merusak prospek konsumsi energi. Namun harga masih ditopang oleh pemangkasan produksi yang dimotori OPEC.

Minyak Brent melemah 6 sen ke harga USD67,55 per barel hingga pukul 04:32 GMT. Sedangkan minyak WTI turun 11 sen ke harga USD58,92 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author