Bursa Sore: Gerak IHSG Terhambat Meski Aksi Beli Pemodal Marak

Bursa Sore: Gerak IHSG Terhambat Meski Aksi Beli Pemodal Marak

Posted by Written on 19 March 2019


Ipotnews - Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berlanjut pada akhir perdagangan hari Selasa (19/3). IHSG melemah -0,45 persen (-30 poin) ke level 6.480.

Indeks LQ45 -0,55% ke 1.019. Indeks IDX30 -0,55% ke level 560. IDX80 -0,29% ke 144. Indeks JII -0,82% ke 706. Indeks Kompas100 -0,55% ke 1.317. Indeks Sri Kehati -0,15 persen ke 394 dan Indeks SMInfra18 -0,40 persen ke level 336.

Saham-saham teraktif: JAYASIMABNLIBMRIMYRXLPPFBBRI

Saham-saham top gainers LQ45: TKIM,BMRIWIKAUNTRADHIINCOPTPP

Saham-saham top losers LQ45: UNVRJSMRPTBAINKPELSAICBPBBCA

Nilai transaksi mencapai Rp9,24 triliun. Volume trading sebanyak 194,55 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp170,45 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,13% ke posisi Rp14.229 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Gerak pasar saham Asia dalam kisaran ketat pada sesi pagi perdagangan hari Selasa (19/3), menjelang semakin dekatnya meeting the Fed disertai spekulasi kuat bahwa kemungkinan bank sentral AS itu akan menekan pandangan dovish.

MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham Asia Pasifik) bergerak melandai.

"Fokus utama adalah ketika the Fed akan menghilangkan kata "Sabar" dari pernyataannya karena itu akan menjadi prasyarat kenaikan suku bunga," kata Toru Yamamoto, Analis pada Daiwa Securities.

Pasar saham Tokyo turun tipis saat sesi perdagangan berakhir. Indeks Topix tertekan 0,2 persen. Begitu pula Indeks Nikkei 225 di zona merah meskipun emiten unggulan Fast Retailing, Softbank Group dan Fanuc bergerak menguat.

Market saham China mixed saat akhir trading. Indeks Shanghai Composite bergerak melemah. Sementara Indeks Shenzhen Component flat dan Shenzhen Composite Index naik 0,176 persen.

Pasar saham Hong Kong menguat. Indeks Hang Seng melaju positif di menit-menit akhir perdagangan. Laju pasar saham Hong Kong mendapat dukungan penguatan harga saham HSBC sebesar 0,2 persen.

Indeks Kospi di bursa Korsel berakhir stagnan. Demikian pula dengan Indeks ASX 200 di market Australia bergerak melandai.

Adapun di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,425 melemah dari level sesi sebelumnya di posisi 96,524. 

Nilai tukar yen di posisi 111,25 terhadap USD. Yen menguat dari posisi 111,6 pada sesi sebelumnya. Dolar AUstralia lanjut melemah di posisi $0,7095 setelah pada posisi kemarin bertengger pada level $0,711.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,08% ke level 21.556.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,19% di posisi 29.466.

Indeks Shanghai (China) -0,18% ke posisi 3.090.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,25% ke 3.220.


Bursa Eropa

Pasar saham ERopa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Selasa (19/3) pagi waktu setempat. Para pemodal memantau ketat ketidakpastian Brexit dan wait and see perkembangan meeting kebijakan moneter terkini the Fed.

Indeks DAX +0,01% ke level 11.658.

Indeks FTSE +0,11% pada posisi 7.307.

Indeks CAC -0,14% di level 5.405.


Minyak

Harga minyak melaju pada perdagangan sesi pagi, hari Selasa (19/3) di pasar komoditas Asia. Sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran dan Venezuela mendorong kenaikan harga walaupun para trader mengatakan laju harga akan dibatasi sentimen kenaikan produksi minyak di AS.

Minyak Brent melaju 20 sen ke harga USD67,74 per barel. Sedangkan minyak WTI naik 5 sen ke harga USD59,14 per barel hingga pukul 07:46 GMT.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author