Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, Potensi Laju IHSG Dibayangi Profit Taking

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, Potensi Laju IHSG Dibayangi Profit Taking

Posted by Written on 19 March 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (19/3) dibuka melemah, gagal melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, jelang rapat kebijakan Federal Reserve AS yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka turun 0,2%, diwarnai pelemahan hampir di semua sektor, gagal memanfaatkan kenaikan harga minyak. Indeks berlanjut menguat 0,12% (7,40 poin) di posisi 6.197,90 pada pukul 8:35 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,33% (-71,21 poin) ke level 21.513,29, setelah dibuka anjlok 0,59%, di tengah penurunan harga saham Fast Retailing sebesar 0,24%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga melemah 0,18%, harga saham SK Hynix anjlok 1,62%, dan berlanjut sedikit menguat 0,08% menjadi 2.181,18.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat tipis 0,03% (9,95 poin) di posisi 29.418,96 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,24% menjadi 3.104,653.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pelemahan pembukaan bursa saham Asia, setelah berhasil melanjutkan laju kenaikan indeks pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup naik 0,75% ke level 6.509.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan didukung capital inflow, namun menghadapi risiko aksi profit taking. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi mendekati area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan nilai tukar rupiah serta beberapa komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu kembali masuknya investor asing ke bursa saham juga diprediksi akan menambah katalis postitif untuk indeks harga saham gabungan. IHSGdiprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 6.465 dan resistance di 6.545.

Beberapa ekuitasyang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : ASII (Buy, Support: Rp7.275, Resist: Rp7.525), TLKM (Buy, Support: Rp3.770, Resist: Rp3.890), GIAA (Buy, Support: Rp585, Resist: Rp635), INTP (Buy, Support: Rp18.850, Resist :Rp20.175).

  • ETF : XIHD (Buy, Support: Rp509, Resist: Rp522), XPFT (Buy, Support: Rp540, Resist: Rp554), XBNI (Buy, Support: Rp1.100, Resist: Rp1.127).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat keuntungan dari emiten minyak dan perbankan menutupi kejatuhan saham Boeing. Indeks Dow Jones membukukan empat sesi kenaikan beruntun, setelah lonjakan satu persen saham Apple membantu menutupi pelemahan saham Boeing. Sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq mengakhiri pekan lalu di level tertinggi lima bulan. Investor menyambut positif rapat kebijakan The Fed Rabu besok yang diprediksi akan mempertahankan suku bunga dan mengisyaratkan lebih sedikit kenaikan suku bunga pada 2019.

Harga saham terkait minyak melesat didorong kenikan harga minyak mentah berjangka. Halliburton melonjak 3,2%, Exxon Mobil 1,2%, dan Apache 1,6%. Raksasa perbankan Goldman Sachs dan Bank of America masing-masing melompat sekitar 2%. Saham Boeing anjlok lagi 1,8%, setelah mengalami tekanan penurunan berturut-turut sejak pekan lalu. Saham Facebook terperosok 3,3% karena di-downgrade oleh Needham, dari "buy" menjadi "hold". Marriott naik 2,2% setelah merilis rencana untuk menambah antara 275.000 dan 295.000 kamar hotel baru pada 2021.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,25% (65,23 poin) menjadi 25.914,10.

  • S&P 500 meningkat 0,37% (10,46 poin) ke level 2.832,94.

  • Nasdaq Composite Index bertambah 0,34% (25,95 poin) ke posisi 7.714,48.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,08% menjadi USD26,21.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung menguat di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan bersikap dovish dalam rapat kebijakan pekan ini. Indeks STOXX 600 naik 0,27% menjadi 382,11, didukung kenaikan saham perbankan dan pertambangan dasar yang melonjak 1,6%. Saham Deutsche Bank dan Commerzbank melambung 4,6% dan 6,8%, setelah mengkonfirmasi dalam proses merger.

Rilis data perdagangan periode Januari menunjukkan, Uni Eropa mencatat kenaikan surplus perdagangan dengan AS namun mengalami pelebaran defisit dengan China. PM Inggris Theresa May berupaya meraih dukungan kesepakatan Brexit sekali lagi dari anggota parlemen Inggris menjelang pertemuan puncak para pemimpin Eropa, Kamis.

  • FTSE 100 London melesat 0,98% (70,91 poin) ke level 7.299,19.

  • CAC 40 Paris naik tipis 0,14% (7,51 poin) di posisi 5.412,83.

  • DAX 30 Frankfurt melemah 0,25% (28,63 poin) menjadi 11.657,06.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup cenderung mendatar di dekat level terendah dua pekan, karena ekspektasi bahwa The Fed akan bersikap akomodatif.

Investor memperkirakan The Fed akan menunjukkan sikap dovish dalam rapat kebijakan pekan ini. Data manufaktur AS yang melambat, Jumat, membantu memperkuat ekspektasi itu.

Investor juga akan mencermati detail rencana The Fed untuk berhenti mengambil alih kepemilikan hampir USD3,8 triliun obligasi. Poundsterling turun di bawah USD1,32 setelah ketua parlemen Inggris mengatakan, kesepakatan Brexit PM May tak dapat dipilih lagi kecuali ada proposal lain yang diajukan. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju melemah 0,07% di posisi 96,524.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13370.000.00%7:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.32560.0001+0.01%7:30 PM
Yen (USD-JPY)111.37-0.06-0.05%7:30 PM
Yuan (USD-CNY)6.7130-0.0007-0.01%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,239.00-21.00-0.15%4:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 18/3/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat mendekati level tertinggi empat bulan. Kenaikan harga minyak didukung oleh prospek perpanjangan pembatasan pasokan OPEC + dan tanda-tanda penurunan persediaan minyak mentah AS.Mengutip data perusahaan intelijen pasar Genscape, stok minyak mentah AS di Cushing, titik pengiriman untuk WTI hingga Jumat lalu, turun 1,08 juta barel. Produksi minyak AS diperkirakan mencapai rekor 8,6 juta bph pada April, atau meningkat 85.000 bph.

OPEC dan sekutunya ( OPEC +), bertemu di Azerbaijan, akhir pekan lalu, untuk memantau pakta pengurangan pasokan minyak mentah mereka, dan menyatakan akan melampaui komitmen dalam beberapa bulan mendatang. Mereka juga membatalkan pertemuan April dan tidak akan menggelar pertemuan hingga Juni. Arab Saudi mengisyaratkan kemungkinan perpanjangan pembatasan produksi 1,2 juta barel per hari yang berakhir Juni menjadi hingga semester kedua 2019. Ekspor Arab Saudi turun menjadi 7,3 juta bph pada Januari lalu, dari 7,7 juta bph di Desember.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 38 sen (0,6%) menjadi USD67,54 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 57 sen (1,0%) menjadi USD59,09 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir cenderung mendatar, investor mengalihkan perhatiannya pada keputusan suku bunga The Fed. Pasar memperkirakan tidak ada kenaikan suku bunga tahun ini, dan bahkan meningkatkan ekspektasi untuk penurunan suku bunga pada 2020. 

Analis mengatakan, harga emas bergerak sedikit di atas ambang USD1.300, tanpa arah yang jelas. Di sisi lain potensi kesepakatan perdagangan AS-China akan berdampak positif bagi renminbi (yuan) dan akan menjadi katalisator bagi penguatan emas

Harga palladium menyentuh level tertinggi sepanjang masa, karena berkurangnya pasokan material autokatalis itu. Harga palladium di pasar spot melonjak 1,4% menjadi USD1.581,01 per ounce, setelah menyentuh level tertingginya USD1.584 di awal sesi. Harga palladium sudah melambung 26% sepanjang tahun ini. Harga perak naik 0,2% menjadi USD15,31, dan platinum naik 0,7% menjadi USD833,55 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot stabil di posisi USD1.301,84 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,1% menjadi USD1.301,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author