Terbitkan Obligasi Rp 640,5 M, BNII Tawarkan Kupon Hingga 8,7%

Terbitkan Obligasi Rp 640,5 M, BNII Tawarkan Kupon Hingga 8,7%

Posted by Written on 15 March 2019


Ketatnya persaingan industri perbankan seiring dengan maraknya investor asing mengakuisi perbankan dalam negeri, mendorong pelaku industri perbankan untuk terus perkuat likuiditas untuk menjaga pertumbuhan bisnis. Hal inilah yang dilakukan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) yang berencana menerbitkan surat utang senilai Rp640,5 miliar.


Dalam prospektus ringkasnya yang dirilis di Jakarta, disebutkan, obligasi bertajuk obligasi berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia tahap IV tahun 2019 tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia dengan target dana sebesar Rp2,5 triliun. Rincinya disebutkan, obligasi tersebut terdiri dari seri A senilai Rp408,3 miliar dengan bunga 7,75% dan akan jatuh tempo 370 hari setelah diterbitkan. Sedangkan seri B senilai Rp232,2 miliar berbunga 8,7% dan akan jatuh tempo tiga tahun setelah diterbitkan.

Rencananya, perseroan akan menggunakan dana hasil aksi korporasi itu untuk meningkatkan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha, khususnya penyaluran kredit.Lebih lanjut dijelaskan, obligasi dengan peringkat idAAA dari Pefindo tersebut, telah dijamin secara kesanggupan penuh oleh empat penjamin pelaksana emisinya. Adapun penjaminnya adalah PT Bahana Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Adapun rencana penawaran umum pada tanggal 22 Maret 2019, penjatahah tanggal 25 Maret 2019 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia tanggal 28 Maret 2019. Direktur Keuangan PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Thilagavathy Nadason pernah bilang, ke depan penerbitan obligasi ini akan menjadi fokus perseroan di samping pinjaman jangka panjang dari bank luar negeri dan upaya peningkatan DPK yang tahun ini dipatok tumbuh 10% atau sama dengan target pertumbuhan kredit perseroan.

Sementara itu, penyaluran kredit pada Januari 2019 sebesar Rp115,8 triliun atau naik 8,1% dari periode yang sama tahun lalu Rp107,1 triliun.Adapun, DPK periode bulanan Januari tercatat Rp94,9 triliun turun 10,8% dari periode yang sama tahun lalu Rp106,5 triliun.”Januari jika dibandingkan dengan Desember memang turun, tetapi sampai Februari sudah tambah Rp4 triliun lagi jadi naik sekitar 10%," ujar Thila.

Untuk mencapai target itu, Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria pernah bilang, perseroan akan fokus menyalurkan kredit di semua segmen dan lini bisnis, termasuk corporate banking dan kredit Community Financial Service (CFS) ritel dan non ritel.”Kita ingin tumbuh di semua lini, baik corporate banking seperti biasa, CFS kita di bisnis banking dan retail. Tahun lalu kita hampir tumbuh di semua lini beberapa lini bisnis juga tumbuh double digit, korporasi untuk publik sektor double digit, umkm yang komersil juga double digit. Yang single digit masih retail," jelasnya.

Selain itu, Maybank Indonesia juga akan terus berpartisipasi dalam investasi pemerintah yang dilakukan tahun ini. Dimana pada 2018, kredit infrastruktur Maybank Indonesia tumbuh sebesar 16%.


comments

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author