Bursa Sore: IHSG Finis Menghijau Di Tengah Keterpurukan Market Regional

Bursa Sore: IHSG Finis Menghijau Di Tengah Keterpurukan Market Regional

Posted by Written on 13 March 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mampu bangkit dari zona merah pada finis perdagangan hari Rabu (13/3). IHSG melaju +0,37 persen ke level 6.377.

Indeks LQ45 +0,21% ke 996. Indeks IDX30 +0,27% ke level 547. IDX80 +0,27% ke 140. Indeks JII +0,57% ke 694. Indeks Kompas100 +0,37% ke 1.292. Indeks Sri Kehati +0,17 persen ke 383 dan Indeks SMInfra18 +0,54 persen ke level 325.

Saham-saham teraktif: ISSPJPFAIKAISIMAINKPFRENTLKM

Saham-saham top gainers LQ45: PTPPCPININDYADROWIKAAKRASMGR

Saham-saham top losers LQ45: GGRMUNTRSCMAANTMBBRITPIAASII

Nilai transaksi mencapai Rp8,99 triliun. Volume trading sebanyak 156,15 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp731,36 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,00% ke posisi Rp14.265 terhadap dolar AS. (04:00 pm)


Bursa Asia

Sebagian besar pasar saham Asia jatuh pada perdagangan hari Rabu (13/3) di tengah ketidakpastian baru di market global setelah anggota parlemen Inggris kembali menolak persyaratan kesepakatan bagi Inggris untuk hengkang dari keanggotan Uni Eropa.

Indeks MSCI Asia Pasifik (indeks tolok ukur market saham Asia Pasifik tidak termasuk Jepang) tumbang 0,45 persen. Mata uang poundsterling Inggris tumbang dari kisaran di atas $1,32 ke level $1,3091 di sepanjang trading di pasar Asia.

"Besok parlemen Inggris kembali voting untuk menentukan apakah Inggris akan hengkang dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun," kata Joseph Capurso, Analis pada Commonwealth Bank of Australia.

Menurutnya jika parlemen Inggris voting untuk hengkang tanpa kesepakatan (hard Brexit), nilai poundsterling akan jatuh 4 persen hingga 8 persen. "Penting dicatat bahwa mayoritas anggota parlemen Inggris menentang hard Brexit," tambah Capurso.

Pasar saham Tokyo melemah saat akhir trading. Indeks Topix melorot 0,84 persen. Begitu pula Indeks Nikkei 225 turun signifikan. Sementara itu Indeks Kospi di pasar saham Korsel mengekor, setelah melemah 0,41 persen. Berikutnya adalah Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong yang berakhir di area negatif.

Sedangkan di market saham China, Indeks Shanghai Composite bergerak melemah. Sementara Indeks Shenzhen Composite tergerus 1,09 persen.

Di pasar saham Australia, Indeks ASX 200 juga bergerak negatif. Laju ASX200 drop 0,22 persen. Beberapa sektor saham berubah menguat sebelum penutupan pasar. Sektor energi tumbang 0,88 persen seiring pergerak harga minyak untuk menguat. Indeks sentimen konsumen Australia ke level terendah sejak September 2017.

Sementara di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,999 atau melemah dibanding posisi pekan kemarin di level 97,200. Nilai tukar yen di posisi 111,30 menguat terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 111,60.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,99% ke level 21.290.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,39% di posisi 28.807.

Indeks Shanghai (China) -1,09% ke posisi 3.026.

Indeks Straits Time (Singapura) -0,52% ke 3.195.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (13/3) pagi waktu setempat. Pelemahan ini setelah kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa ditolak oleh anggota parlemen Inggris yang merupakan kekalahan bagi PM Theresa May.

Indeks DAX (Jerman) -0,21% pada level 11.500.

Indeks FTSE (Inggris) -0,20% ke posisi 7.136.

Indeks CAC (Perancis) -0,05% di level 5.267.


Minyak

Harga minyak lanjut menguat pada perdagangan sesi sore, hari Rabu (13/3) di pasar komoditas Asia. Laju harga minyak ditopang oleh pemangkasan produksi yang dimotori oleh OPEC serta sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran dan Venezuela.

Minyak WTI naik 36 sen ke harga USD57,23 per barel. Sedangkan minyak Brent melaju 28 sen ke harga USD66,95 per barel hingga pukul 07:51 GMT


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author