Bursa Siang: IHSG Anomali, Sentimen Brexit Tekan Market Regional

Bursa Siang: IHSG Anomali, Sentimen Brexit Tekan Market Regional

Posted by Written on 13 March 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mampu bangkit dari zona merah pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Rabu (13/3). IHSG melaju tipis +0,06 persen ke level 6.357.

Indeks LQ45 +0,03% ke 994. Indeks IDX30 -0,11% ke level 545. IDX80 +0,03% ke 139. Indeks JII +0,12% ke 691. Indeks Kompas100 +0,10% ke 1.288. Indeks Sri Kehati -0,16 persen ke 382 dan Indeks SMInfra18 +0,58 persen ke level 325.

Saham-saham teraktif: PGASINKPTRAMJPFACAMPFILMBBRI

Saham-saham top gainers LQ45: EXCLINDYADROPTPPPGASSMGRWSKT

Saham-saham top losers LQ45: UNVRSCMAKLBFAKRAELSABBNIASII

Nilai transaksi mencapai Rp3,73 triliun. Volume trading sebanyak 82,98 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp124,19 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,11% ke posisi Rp14.280 terhadap dolar AS. (12:00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia jatuh pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (13/3) di tengah ketidakpastian baru di market global setelah anggota parlemen Inggris kembali menolak persyaratan kesepakatan bagi Inggris untuk hengkang dari keanggotan Uni Eropa.

Indeks MSCI Asia Pasifik (indeks tolok ukur market saham Asia Pasifik tidak termasuk Jepang) tumbang 0,4 persen. Mata uang poundsterling Inggris tumbang dari kisaran di atas $1,32 ke level $1,3088 di sepanjang trading di pasar Asia.

"Besok parlemen Inggris kembali voting untuk menentukan apakah Inggris akan hengkang dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun," kata Joseph Capurso, Analis pada Commonwealth Bank of Australia.

Menurutnya jika parlemen Inggris voting untuk hengkang tanpa kesepakatan (hard Brexit), nilai poundsterling akan jatuh 4 persen hingga 8 persen. "Penting dicatat bahwa mayoritas anggota parlemen Inggris menentang hard Brexit," tambah Capurso.

Pasar saham Tokyo melemah saat trading sesi pagi berlangsung. Indeks Topix melorot 1,19 persen. Begitu pula Indeks Nikkei 225 turun signifikan.

Di market saham China, Indeks Shanghai Composite bergerak melemah. Sementara Indeks Shenzhen Composite tergerus 0,67 persen. Pelemahan juga terjadi di pasar saham Korsel. Laju indeks Kospi di pasar saham Korsel terhambat. Di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng berada di zona merah.

Di pasar saham Australia, Indeks ASX 200 juga bergerak negatif. Laju ASX200 drop 0,77 persen. Sektor energi tumbang 1,21 persen seiring pergerak harga minyak untuk menguat. Indeks sentimen konsumen Australia ke level terendah sejak September 2017.

Sementara di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,973 atau melemah dibanding posisi pekan kemarin di level 97,200. Nilai tukar yen di posisi 111,19 menguat terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 111,60.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,24% ke level 21.236. (11:41 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,58% di posisi 28.752.(break)

Indeks Shanghai (China) -0,37% ke posisi 3.049. (break)

Indeks Straits Time (Singapura) -0,75% ke 3.188. (12:00 pm)


Minyak

Harga minyak lanjut menguat pada perdagangan sesi pagi, hari Rabu (13/3) di pasar komoditas Asia. Laju harga minyak ditopang oleh pemangkasan produksi yang dimotori oleh OPEC serta sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran dan Venezuela.

Minyak WTI naik 25 sen ke harga USD57,12 per barel. Sedangkan minyak Brent melaju 18 sen ke harga USD66,85 per barel hingga pukul 03:41 GMT


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author