Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, Topang Potensi Rebound IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, Topang Potensi Rebound IHSG

Posted by Written on 12 March 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (12/3), dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang didukung lonjakan harga saham teknologi dan nilai tukar poundsterling.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik 0,43% ditopang kenaikan harga saham perminyakan dan penguatan sebagian besar sektor. Penguatan indeks berlanjut 0,31% (19,10 poin) menjadi 6.199,30 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 1,6% (337,49 poin) ke level 21.462,58, setelah dibuka melonjak 1,7%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melaju 0,99% dan berlanjut meningkat 0,76% di posisi 2.154,33.

Memperkuat tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,90% (256,97 poin) ke level 28.760,27 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,73% ke posisi 3.049,08.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup melemah 0,26% di level 6.366.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi berbalik menguat didukung rilis kenaikan indeks penjualan ritel BI sebesar 7,2% dan perbaikan harga sejumlah komoditas.Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan bahwa IHSG sudah berada dalam kondisi jenuh jual sehingga berpotensi rebound.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street yang didorong oleh naiknya saham sektor teknologi diprediksi akan menjadi sentimen positif.Sementara itu naiknya harga minyak mentah dan menguatnya nilai tukar rupiah, serta posisi indeks yang sudah berada di area jenuh jual diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.325 dan resistance di 6.400.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : WSBP (Buy,Support:Rp378, Resist: Rp392), TLKM (Buy, Support: Rp3.740, Resist:Rp3.810),

    ERAA (Buy,Support: Rp1.950, Resist:Rp2.020),ITMG (Buy, Support: Rp22.275, Resist :Rp23.775).

  • ETF: XISI (Buy,Support: Rp340,Resist: Rp344), XISC (Buy,Support:Rp745,Resist: Rp757),XISR (Buy,Support:Rp382,Resist: Rp387).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, di tengah kejatuhan harga saham Boeing yang diimbangi dengan kenaikan harga saham teknologi seperti Apple dan Facebook. Kenaikan indeks terjadi setelah mencatat kinerja mingguan terburuk pada 2019 di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kemungkinan perlambatan ekonomi di seluruh dunia. Saham Boeing terperosok 5,3% setelah kecelakaan pesawat jet 737 MAX 8 di Ethiopia, Minggu, kecelakaan kedua dalam waktu kurang dari enam bulan.

Namun, saham Apple melonjak 3,47% dan Facebook melompat 1,46% setelah Bank of America Merrill Lynch dan Nomura Instinet meng-upgrade rekomendasinya menjadi "buy" dari "netral". Saham teknologi juga mendapat dorongan setelah Nvidia mengumumkan akan mengakuisisi Mellanox Technologies senilai USD6,8 miliar. Saham Nvidia melesat lebih dari 6,97%, sedangkan Mellanox melambung 7,78%.

  • Dow Jones Industrial Average melaju 0,79% (200,64 poin) menjadi 25.650,88.

  • S&P 500 melompat 1,47% (40,23 poin) ke posisi 2.783,30.

  • Nasdaq Composite melejit 2,02% (149,92 poin) ke level 7.558,06,06
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,08% menjadi USD25,33.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir menguat, pelaku pasar mencermati pemungutan suara di Inggris yang akan menentukan apakah kesepakatan Brexit negara tersebut akan disetujui. Indeks STOXX 600 naik 0,78% menjadi 373,47 dengan hampir setiap sektor berada di zona hijau. Sektor perbankan melesat 1,5% dipimpin lonjakan harga saham Commerzbank lebih dari 7% karena Deutsche Bank dilaporkan setuju untuk mengadakan pertemuan merger setelah tekanan investor atas penurunan kinerja bank itu. Saham Deutsche Bank melonjak 4,7%.

Saham Norwegian Air Shuttle anjlok 6,4% karena membukukan pendapatan penumpang yang lebih rendah dari perkiraan dan mengatakan akan terus mengoperasikan jet Boeing 737 Max 8. Saham perusahaan aerospace Prancis, Safran, merosot 1,6%, setelah kecelakaan Ethiopian Airlines karena Safran memproduksi mesin yang digunakan dalam jet Boeing 737 Max. Perdana Menteri Inggris Theresa May menghadapi serangkaian pemungutan suara yang akan menentukan arah Brexit. Brexit diperkirakan mendominasi pertemuan menteri keuangan zona euro (Eurogroup), menjelang pertemuan Dewan Urusan Ekonomi dan Keuangan (ECOFIN) Uni Eropa, Selasa.

  • FTSE 100 London naik 0,37% (26,31 poin) menjadi 7.130,62.

  • DAX 30 Frankfurt melonjak 0,75% (85,64 poin) ke posisi 11.543,48.

  • CAC 40 Paris melaju 0,66% (34,74 poin) ke level 5.265,96.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melamah setelah rilis data penjualan ritel AS yang variatif. Departemen Perdagangan melaporkan penjualan ritel AS di luar dugaan mengalami peningkatan pada Januari, terangkat oleh kenaikan pembelian bahan bangunan dan pengeluaran diskresioner, tetapi penerimaan pada Desember jauh lebih lemah daripada perkiraan.

Poundsterling melonjak mengiringi upaya terakhir PM Theresa May untuk menghindari kekalahan di parlemen Inggris guna meloloskan proposal Brexit. Tinggal 18 hari sebelum Inggris meninggalkan Uni Eropa, tapi belum ada kesepakatan yang diratifikasi dan perundingan dengan Uni Eropa macet. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju turun 0,09% menjadi 97,215.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12630.0018+0.16%7:25 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.32470.0097+0.74%7:25 PM
Yen (USD-JPY)111.280.07+0.06%7:25 PM
Yuan (USD-CNY)6.72650.0051+0.08%11:28 AM
Rupiah (USD-IDR)14,290.50-23.50-0.16%4:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/3/2019 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak naik, melonjak lebih dari 1% karena komentar Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih yang mengatakan pemotongan pasokan OPEC tidak mungkin diakhiri sebelum Juni. OPEC akan bertemu pada 17-18 April, dengan pertemuan lain dijadwalkan 25-26 Juni, untuk membahas kebijakan pasokan. Pejabat Saudi mengatakan negaranya berencana mengurangi ekspor minyak mentah pada April menjadi di bawah 7 juta bph.

Laporan mingguan Baker Hughes menunjukkan jumlah rig pengeboran untuk produksi minyak baru di AS turun 9 unit menjadi 834 unit. Namun Badan Energi Internasional menyebutkan produksi minyak mentah AS akan melonjak hampir 2,8 juta bph menjadi 13,7 juta bph pada 2024, dari sekitar 11 juta bph di 2018. Bank of America Merrill Lynch memperkirakan harga minyak Brent akan menembus USD70 per barel tahun ini.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 83 sen (1,26%) menjadi USD66,57 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik 72 sen (1,28%) menjadi USD56,79 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah, menjauh dari level USD1.300 per ounce, tertekan oleh kenaikan ekuitas global dengan data penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan menghilangkan kekhawatiran perlambatan ekonomi. Penjualan ritel AS naik 0,2 pada Januari, melebihi ekspektasi.

Kepala The Fed, Jerome Powell, Minggu, menekankan dia akan memonitor dengan saksama bagaimana ekonomi global yang melambat akan mempengaruhi kondisi di AS. Harga palladium melonjak 1,6% menjadi USD1.538,01 per ounce. Perak turun 0,1% jadi USD15,29 per ounce. Platinum naik 0,2%menjadi USD816,25 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,43% menjadi USD1.292,42 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD8,20 (-0,6%) menjadi USD1.291,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author