Bursa Pagi: Asia Berbalik Turun, Persempit Peluang Rebound IHSG

Bursa Pagi: Asia Berbalik Turun, Persempit Peluang Rebound IHSG

Posted by Written on 11 March 2019


Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (11/3) bursa saham Asia dibuka menguat, namun dengan cepat berbalik melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu. Indeks tertekan oleh rilis data lapangan kerja AS yang jauh lebih rendah dari ekspektasi, melengkapi sentimen negatif penurunan data perdagangan China, dan pemangkasan proyeksi pertumbuhan Uni Eropa oleh Bank Sentral Eropa (ECB).

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,24% terseret kejatuhan harga saham energi sebesar 1,88%, di tengah kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Penurunan indeks berlanjut 0,42% (-25,90 poin) ke level 6.177,90 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,23% (-47,32 poin) menjadi 20.978,24, setelah sempat dibuka naik 0,36%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka menguat 0,19%, namun berbalik melorot 0,46% ke posisi 2.127,63.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,13% (37,43 poin) menjadi 28.265,85 pada pukul 8:25 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun tipis 0,03% di posisi 2.969,08.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks Asia yang berfluktuasi, setelah membukukan penurunan tajam pada akhir sesi perdagangan pekan lalu anjlok 1,16% ke level 6.383. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang berbalik menguat didukung rilis data ekonomi dalam negeri yang positif. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berlanjutnya kekhawatiran investor akan melambatnya ekonomi global seiring dengan buruknya data ketenagakerjaan Amerika di bulan Februari diprediksi akan menjadi penekan laju indeks harga saham gabungan. Sementara itu turunnya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah, batu bara diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.330 dan resistance di 6.440.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : HMSP (Buyon Weakness,Support:Rp3.720, Resist: Rp3.820),JSMR (Buy on Weakness,Support:Rp5.000,Resist:Rp5.150),KRAS (Buy,Support: Rp480, Resist:Rp488),ADRO (Buy, Support: Rp1.370, Resist :Rp1.410).

  • ETF:XPFT ( SELL ,Support: Rp524,Resist: Rp538), XPLQ ( SELL , Support:Rp530,Resist: Rp544),

    XIIT( SELL ,Support:Rp548,Resist: Rp564)


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, memasuki sei ke lima berturut-turut, mencatatkan koreksi mingguan terburuk sejak akhir tahun lalu. Indeks tertekan oleh rilis data tenaga kerja AS yang terburuk sejak September 2017, sekaligus membangkitkan kekhawatiran terhadap perekonomian global. Pertumbuhan pekerjaan AS periode Februari, hanya naik 20.000, jauh di bawah ekspektasi 180.000, menambah sinyal perlambatan tajam aktivitas ekonomi di triwulan pertama tahun ini.

Harga saham sektor energi anjlok 2,0% seiring penurunan harga minyak, dipimpin penurunan harga saham Exxon Mobil1,4%. Sektor utilitas menguat bersama sektor konsumer dan real estat. Harga saham Costco melonjak menguat 5,1% karena mencetak kinerja triwulanan di atas estimasi.

  • Dow Jones Industrial Average ( DJIA ) melemah 0,09% (-22,99 poin) di posisi 25.450,24.

  • S&P 500 turun 0,21% (-5,86 poin) menjadi 2.743,07.

  • Nasdaq Composite berkurang -0,18% (-13,32 poin) di level 7.408,14.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,30% menjadi USD25,06.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup turun, mencatatkan pelemahan mingguan terburuk sejak Desember lalu, terpengaruh rilis data ketenagakerjaan AS. Indeks STOXX 600 turun 0,89% menjadi 370,57, dengan menempatkan semua sektor di zona merah, kecuali sektor telekomunikasi. Harga saham perbankan melanjutkan pelemahan, setelah bank sentral Eropa (ECB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro.

Sentimen pasar juga terpengaruh oleh penurunan tajam data perdagangan China sebesar 20,7%, jauh di bawah ekspektasi. Sektor industri dasar anjlok 1,7%, dan sektor otomotif melorot 1,3%. Sebaliknya harga saham sektor properti melonjak 1,9%, karena para pemodal berspekulasi penurunan suku bunga kredit dalam jangka panjang mendorong pasar properti.

  • DAX 30 Frankfurt turun -0,52% (-59,96 poin) menjadi 11.457,84.

  • FTSE 100 London melorot 0,74% (-53,24 poin) ke level 7104,31.

  • CAC 40 Paris merosot 0,70% (-36,70 poin) ke posisi 5.231,22.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu tumbang, terpukul oleh rilis data tenaga kerja AS yang jauh lebih rendah dari proyeksi. Penurunan dolar sedikit tertahan karena tingkat pengangguran turun jadi 4% dan tingkat upah naik 0,4%. Sebelumnya, greenback melonjak dengan kenaikan harian tertinggi dalam 7 bulan terakhir seiring isyarat ECB dan beberapa bank sentral di Eropa untuk mendorong lebih banyak stimulus atau menurunkan suku bunga untuk membantu perekonomian. Namun secara mingguan indeks dolar AS menguat 0,85%. Indeks dolar AS turun 0,37% menjadi 97,306.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12350.0042+0.38%4:59 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3015-0.0070-0.53%4:59 PM
Yen (USD-JPY)111.17-0.41-0.37%4:59 PM
Yuan (USD-CNY)6.72140.0065+0.10%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,314.00171.50+1.21%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 8/3/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu melemah, seiring lemahnya data lapangan kerja di AS periode Februari, dan turunnya data ekspor dan impor China, serta penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa oleh ECB. Namun demikian impor minyak China naik 21,6 persen menjadi 10,23 juta barel per hari. Harga minyak WTI sempat turun 3% ke harga USD54,52 per barel terendah dalam 3 pekan. 

Sebaliknya, walau melemah Brent rebound dari harga terendah dalam 3 pekan di level USD64,02 per barel. Produksi minyak AS mendekati 12 juta barel per hari, dan stok minyak AS bertambah sebesasr 7,1 juta barel per 1 Maret.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 66 sen (-1,2%) menjadi USD56 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 54 sen (-1,0%) menjadi USD65,76 per barel.
Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup menguat ke posisi tertinggi dalam sepekan terakhir, menembus harga resisten psikologis USD1.300. Pelemahan data lapangan kerja AS menekan dolar AS, memperburuk gambaran ekonomi global yang suram. Harga logam berharga lainnya seperti palladium turun 1,47% menjadi USD1.505 per ounce. Perak naik 1,89% menjadi USD15.30, dan platinum turun 0,28% ke harga USD811.

  • Harga emas di pasar spot naik 1,05% menjadi USD1.298,96 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD13,20 menjadi USD1.299,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author