Bidik Pendapatan Berulang, FILM Bangun Fasilitas Sound Stage

Bidik Pendapatan Berulang, FILM Bangun Fasilitas Sound Stage

Posted by Written on 11 March 2019


Geliat bisnis PT MD Pictures Tbk (FILM) di industri perfilman agresif. Apalagi, perseroan berambisi bisa penetrasi pasar di Asia, terus dilakukan dengan memproduksi film-film berkualitas dan termasuk akuisisi produsen film ternama Hollywood. Teranyar, perseroan bekerja sama dengan anak usahanya PT Studio Tujuh (Studio7) membangun fasilitas sound stage dengan nilai transaksi sebesar Rp40 miliar.


Adapun Sound Stage tersebut merupakan ruangan kedap suara yang dapat digunakan untuk memproduksi film perseroan maupun pihak lain yang membutuhkan. Selain itu, untuk menangkap peluang bisnis, perseroan bersama anak Studio 7 juga akan membangun Studio Sound Mixing berkelas internasional untuk insan perfilman Indonesia dan internasional.”Perseroan dan para pengguna industri film dapat melakukannya di Studio Sound Mixing kami,” kata Direktur Utama MD Pictures, Manoj Punjabi dalam siaran persnya di Jakarta.

Disampaikannya, pembangunan fasilitas sound stage bersumber dari dana IPO dan adapun hasil pembangunan fasilitas tersebut, FILM dan Studio 7 akan mendapatkan pendapatan tambahan dari hasil usaha bersama tersebut, yaitu Sound Stage dan Studio Sound Mixing, dengan cara menyewakan atau menyediakan layanan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Sebelumnya, FILM juga menggunakan dana IPO untuk mengambil bagian saham sebesar 50% di PT The Mixx Entertainment dengan komposisi modal dasar sebesar Rp10 miliar dan modal ditempatkan sebesar Rp10 miliar.Dengan demikian, kepemilikan modal MD Pictures pada PT The Mixx Entertainment sebesar Rp5 miliar.

Adapun, per 31 Desember 2018, FILM masih memiliki sisa dana penawaran umum sebesar Rp213 miliar. Perseroan menyampaikan tujuan transaksi tersebut adalah untuk menyerap peluang bisnis dengan bermitra usaha di tingkat internasional di industri film yang terus berkembang.”Sehingga perseroan dapat memproduksi, menerbitkan, dan mengedarkan film/video lebih banyak dan berkualitas, yang pada akhirnya dapat mencapaimarket sharelebih besar, baik di Indonesia maupun di luar negeri,”kata Direktur MD Pictures, Venkatachari Soundararajan.

Pemegang saham lainnya di PT The Mixx Entertainment adalah Xingping dari International Investment Limited asal Hong Kong, dengan kepemilikan sebesar 50%. Tahun ini, FILM merencanakan merilis lebih dari 20 film guna menggenjot pertumbuhan penjuakan. Jumlah penonton film produksi MD Pictures pada 2018 berjumlah lebih dari 5,2 juta penonton.Dimana 3 film MD Pictures yaitu Danur 2, Asih dan Rasuk masuk dalam Top 15 film yang paling sering ditonton pada 2018.

MD Pictures menetapkan rencana pengembangan lebih banyak produk spin-off bagi sejumlah hit franchise-nya termasuk untuk film Danur, Habibie dan Ainun. Pada Februari 2019 ini, FILM meluncurkan film Foxtrot Six yaitu, sebuah film bergenre laga dengan latar belakang di Indonesia yang membawa pesan kuat tentang bahaya yang dihadapi dunia terkait perubahan iklim. MD Pictures juga merencanakan empat produksi kemitraan lainnya pada 2019.MD Pictures membentuk joint venture dengan PT Paw Pic Studio Indonesia dengan investasi mencapai sebesar Rp10 miliar. Kepemilikan saham MD Pictures menjadi sebanyak 60%.


comments

logo-senokuncoro

Seno Kuncoro

author