Bursa Sore: Tiongkok Tekan Market Regional, IHSG Terkikis

Bursa Sore: Tiongkok Tekan Market Regional, IHSG Terkikis

Posted by Written on 08 March 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir di zona merah pada perdagangan hari Jumat (8/3). IHSG terkikis -1,16 persen (-75 poin) ke level 6.383.

Indeks LQ45 -1,42% ke 994. Indeks IDX30 -1,40% ke level 546. IDX80 -1,39% ke 140. Indeks JII -1,55% ke 689. Indeks Kompas100 -1,33% ke 1.290. Indeks Sri Kehati -1,51 persen ke 382 dan Indeks SMInfra18 -1,90 persen ke level 325.

Saham-saham teraktif: LPPF,TLKMSRILASIIANTMTRAMUNTR

Saham-saham top gainers LQ45: LPPFADROINDYKLBFINDFSCMATKIM

Saham-saham top losers LQ45: ITMGWSBPHMSPADHIINKPERAATPIA

Nilai transaksi mencapai Rp9,24 triliun. Volume trading sebanyak 166,57 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp609,68 miliar.

Nilai tukar rupiah lanjut melemah -1,29% ke posisi Rp14.323 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia melemah pada sesi pagi perdagangan hari Jumat (8/3) setelah muncul pelemahan data ekspor China yang mengejutkan sehingga meningkatkan ketakutan market terhadap perlambatan ekonomi global. Hal ini terjadi sehari setelah para pejabat Uni Eropa memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.

Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 1,2 persen.

Ekspor China turun 20,7 persen dari tahun sebelumnya, jauh di bawah perkiraan yang memproyeksikan hanya turun 4,8 persen. Data periode Februari tersebut juga menghapus lonjakan ekspor yang terjadi di periode Januari. Sementara bank sentral Eropa menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi Uni Eropa dari sebelumnya 1,7 persen menjadi 1,1 persen.

Analis pada lembaga Eastpring Investment (Singapura), Sarah Lien menilai penurunan (ekspor) 20 persen adalah pelemahan signifikan. Market kecewa dengan hal tersebut. "Tetapi bila ditempatkan dalam perspektif, market berbicara soal perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan perlambatan di China dalam jangka panjang tidak sepenuhnya tak terduga," tambahnya.

Akhir perdagangan pasar saham China tumbang. Shanghai Composite Index terjun bebas. Indeks Shenzhen Component drop 3,248 persen dan Indeks Shenzhen Composite melemah 3,791 persen.

Market saham Hong Kong ikut melemah setelah Indeks Hang Seng berakhir di zona merah saat akhir perdagangan.

Sedangkan Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo berada juga ada di zona negatif saat akhir trading. Diikuti Indeks Topix yang melemah 1,82 persen. Laju saham blue chips seperti Fast Retailing, Softbank dan Fanuc terhambat.

Indeks Kospi di pasar saham Korsel tertekan 1,31 persen. Pasar saham Korsel mendapat tekanan pelemahan saham unggulan. Harga saham Hyundai Motor melemah tajam 4,38 persen.

Di pasar saham Australia, Indeks ASX 200 juga bergerak melemah. Laju ASX200 turun 0,96 persen. Mayoritas indeks sektoral di bursa Australia melemah. Subindex finansial bergerak melemah 1,58 persen seiring tekanan yang terjadi pada saham-sahan bank.

Sementara di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 97,470 melemah dibanding posisi sesi pagi di level 97,639. Nilai tukar yen di posisi 110,99 menguat terhadap USD dibanding posisi sesi kemarin di level 111,64. 

Dolar Australia melorot pada posisi $0,7004 dari sesi sebelumnya di level $0,7028.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -2,01% ke level 21.025.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,91% di posisi 28.228.

Indeks Shanghai (China) -4,40% ke posisi 2.969.

Indeks Straits Time (Singapura) -1,00% ke 3.197.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (8/3) pagi waktu setempat. Para pemodal masih mendalami kabar stimulus lanjutan di kawasan Eropa.

Indeks DAX (Jeman) -0,63% ke posisi 11.444

Indeks FTSE (Inggris) -0,67% pada level 7.109

Indeks CAC (Perancis) -0,58% di posisi 5.237


Minyak

Harga minyak tertekan lagi pada perdagangan sesi sore, hari Jumat (8/3) di pasar komoditas Asia. Mendung membayangi perekonomian global setelah bank sentral Eropa (ECB) memperingatkan perekonomian terus melemah serta data memperlihatkan ekspor dan impor China periode Februari melemah.

Minyak WTI drop 41 sen ke harga USD56,25 per barel. Sedangkan minyak Brent melemah 52 sen ke harga USD65,78 per barel. (pukul 05:28 GMT)


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author