Bursa Sore: IHSG Menguat, Stimulus Dukung Laju Market Regional

Bursa Sore: IHSG Menguat, Stimulus Dukung Laju Market Regional

Posted by Written on 06 March 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertahan di zona hijau pada perdagangan hari Rabu (6/3). IHSG menguat +0,26 persen (+16 poin) ke level 6.457.

Indeks LQ45 +0,15% ke 1.009. Indeks IDX30 +0,17% ke level 554. IDX80 +0,16% ke 142. Indeks JII -0,03% ke 700. Indeks Kompas100 +0,14% ke 1.308. Indeks Sri Kehati +0,30 persen ke 388 dan Indeks SMInfra18 +0,15 persen ke level 331.

Saham-saham teraktif: LPPFVICOCSISMABATLKMGIAAPGAS

Saham-saham top gainers LQ45: INTPBRPTBSDEGGRMBMRIPTBABBRI

Saham-saham top losers LQ45: BBCAICBPSCMAITMGHMSPTPIAUNTR

Nilai transaksi mencapai Rp15,12 triliun. Volume trading sebanyak 231,07 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp4,12 triliun.

Nilai tukar rupiah lanjut melemah -0,14% ke posisi Rp14.140 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia berbalik menguat pada perdagangan hari Rabu (6/3) ditopang rally di pasar saham China seiring harapan stimulus di negara tersebut. Walaupun demikian penguatan kembali tensi geopolitik regional membatasi kenaikan pasar Asia secara meluas di tengah sikap Korut memilih untuk memulihkan kawasan uji coba senjata nuklir yang sebelumnya sudah dihancurkan.

Indeks MSCI Asia Pasifik menguat tipis 0,1 persen.

Pemerintah China menyatakan akan mendorong konsumsi domestik tahun ini. Beijing mengumumkan pemangkasan pajak senilai miliar dolar AS dan belanja infrastruktur guna mengurangi risiko perlambatan ekonomi yang semakin tajam.

"Dalam jangka pendek, pasar saham mungkin akan fokus pada faktor-faktor positif seperti rilis data indeks manufaktur AS yang menguat," kata Soichiro Monji, ekonom senior Daiwa SB Investment yang berbasis di Tokyo.

Menurutnya, pertumbuhan AS yang stabil adalah topik lebih kuat dibandingkan dengan perlambatan pertumbuhan China, terutama terkait negosiasi konflik dagang AS-China yang tampak mengarah ke semacam konklusi.

Pasar saham China bergerak ke area hijau. Shanghai Composite Index menghijau. Indeks Shenzhen Component naik 1,09 persen dan Indeks Shenzhen Composite menguat 1,49 persen.

Pasar saham Hong Kong berada di zona positif. Saham unggulan Tencent menguat 1,72 persen ikut menjadi penopang laju indeks Hang Seng.

Sedangkan Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo berada di zona negatif, diikuti Indeks Topix yang melemah 0,25 persen. Saham blue chips, Fast Retailing turun 2 persen.

Indeks Kospi di pasar saham Korsel tertekan 0,64 persen. Pasar saham Korsel mendapat tekanan pelemahan saham unggulan. Harga saham Samsung Electronics melemah 0,56 persen.

Adapun di pasar saham Australia, Indeks ASX 200 ada di zona hijau. Laju ASX200 melesat 0,64 persen. Pasar saham Australia mengabaikan sentimen negatif data pertumbuhan ekonomi Australia yang melemah.

Sementara di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,916 atau melemah dibanding posisi kemarin di level 97. Nilai tukar yen di posisi 111,77 menguat terhadap USD dibanding posisi sesi kemarin di level 112. Dolar Australia melorot pada posisi $0,7031 dari sesi sebelumnya di level $0,7034.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,60% ke level 21.596.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,26% di posisi 29.037.

Indeks Shanghai (China) +1,57% ke posisi 3.102.

Indeks Straits Time (Singapura) -0,35% ke 3.222.


Bursa Eropa

Pasar saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (6/3) pagi waktu setempat. Para pemodal memantau konflik dagang antara China dan AS.

Indeks DAX (Jerman) -0,22% di posisi 11.595.

Indeks FTSE (Inggris) +0,08% pada level 7.189.

Indeks CAC (Perancis) -0,04% ke posisi 5.295.


Minyak

Harga minyak tertekan lagi pada perdagangan sesi sore, hari Rabu (6/3) di pasar komoditas Asia di tengah proyeksi kenaikan produksi 2 perusahaan minyak raksasa AS dan stok minyak AS melampaui upaya pengendalian produksi minyak yang dimotori OPEC.

Minyak WTI drop 45 sen ke harga USD56,11 per barel. Sedangkan minyak Brent melemah 50 sen ke harga USD65,36 per barel. (pukul 04:40 GMT)


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author