Bursa Pagi: Wall Street dan Asia Melemah, IHSG Menuju Jenuh Jual

Bursa Pagi: Wall Street dan Asia Melemah, IHSG Menuju Jenuh Jual

Posted by Written on 06 March 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (6/3), dibuka cenderung melemah, melanjutkan tren pelemahan indeks acuan di bursa saham Wall Street kendati didukung oleh rilis beberapa data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi, gagal melanjutkan tren penguatan indeks di bursa saham utama Eropa. Investor menunggu kabar kelanjutan perundingan dagang AS-China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,16% didukung oleh kenaikan harga sebagian besar saham. Indeks berlanjut menguat tajam 0,52% (32,20 poin) ke level 6.231,50 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melorot 0,56% (-121,99 poin) ke posisi 21.604,29, setelah dibuka turun 0,5% di tengah kejatuhan harga saham Fast Retailing sebesar 1,4%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,29%, diwarnai penurunan Samsung Electronics 0,56%, dan berlanjut dengan memperkecil penurunan 0,03% menjadi 2.178,47.

Melawan tekanan pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,14% (41,65 poin) di posisi 29.003,25 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,20% menjadi 3.060,43.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham AS dan Asia yang cenderung melemah, setelah gagal melawan tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 0,73% menjadi 6.441.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG masih akan menghadapi tekanan koreksi, meskipun masih memiliki potensi menguat didukung rilis beberapa indikator ekonomi, seperti tingkat kepercayaan konsumen dan data cadangan devisa, serta capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks masih memperlihatkan adanya potensi pelemahan lanjutan dengan pergerakan bearish menuju area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berlanjutnya koreksi indeks bursa global - seiring dengan penantian investor terhadap hasil akhir dari negosisi dagang AS-China - diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Selain itu turunnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan batu bara diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahan dengan rentang support di level 6.390 dan resistancedi 6.485.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Stocks: TINS (Buy, Support: Rp1.350, Resist: Rp1.505), MYOR (Buy, Support: Rp2.620, Resist: Rp2.680), 

    ANTM (Buy on Weakness, Support: Rp1.015, Resist: Rp1.055), ADHI (Buy on Weakness, Support: Rp1.500, Resist :Rp1.560).

  • ETF: XPID ( SELL , Support: Rp541, Resist: Rp552), XPDV ( SELL , Support: Rp486, Resist: Rp503), 

    XPES ( SELL , Support: Rp455, Resist: Rp459).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir sedikit melemah, investor menunggu sinyal kesepakatan perundingan dagang AS-China dan prospek ekonomi AS. Analis lebih berhati-hati menyikapi kemajuan perundingan tersebut. Beberapa berpendapat bahwa keuntungan sudah diperhitungkan dalam valuasi saham, atau mempertanyakan apakah kesepakatan itu akan benar-benar menyelesaikan perselisihan. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, mengatakan Washington dan Beijing "berada di puncak" untuk mencapai kesepakatan.

Institute for Supply Management melaporkan, aktivitas sektor jasa AS melonjak pada Februari, namun data lain mengindikasikan ekonomi AS melambat. Peritel Target melonjak 4,6% karena melaporkan kenaikan penjualan 5,3% selama kuartal keempat. Kohl's, melambung 7,3% dengan penjualan kuartal keempat yang melampaui ekspektasi. General Electric turun 4,7% setelah mengisyaratkan akan terus menghadapi tantangan cash flow jangka pendek.

  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,05% (-13,02 poin) di level 25.806,63.

  • S&P 500 menyusut 0,11% (-3,16 poin) menjadi 2.789,65.

  • Nasdaq Composite turun tipis 0,02% (-1,21 poin) di posisi 7.576,36.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,31% menjadi USD25,94.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutupmenguat tipis, investor memantau berbagai perkembangan politik di seluruh dunia. Indeks STOXX 600 naik 0,15% menjadi 375,64, dipimpin kenaikan harga saham sektor telekomunikasi sebesar 0,7%. Investor juga memperhatikan pertemuan parlemen tahunan China di mana Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan akan ada risiko yang lebih besar ke depan bagi perekonomian. Perkiraan PDB China untuk 2019 diturunkan menjadi antara 6 dan 6,5%.

Saham Vodafone melonjak 1,8% karena akan meningkatkan investasi sekitar 4 miliar euro dengan menerbitkan mandatory convertible bond. Perusahaan kimia Jerman Evonik melesat 5,4% setelah melaporkan pendapatan. 

Sebaliknya, Eurofins, Luxembourg rontok 11% karena akan mengurangi investasinya untuk meningkatkan marginnya. Bank Austria, Raiffeisen tenggelam karena terindikasi terlibat skandal pencucian uang. Debenhams terperosok 8% karena tidak dapat memberikan perkiraan laba.

  • FTSE 100 London melaju 0,69% (49,04 poin) ke level 7.183,43.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,24% (28,08 poin) menjadi 11.620,74.

  • CAC 40 Paris bertambah 0,21% (10,95 poin) ke posisi 5.297,52.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat setelah sempat melesat ke level tertinggi dua pekan di level 97,008. Penguatan dolar didukung oleh rilis data penjualan rumah keluarga tunggal pada Desember lalu yang naik ke level tertinggi 7 bulan, dan aktivitas sektor jasa periode Februari yang naik melebihi perkiraan. Euro melemah ke posisi terendah dua pekan kerena ekspektasi bahwa pertemuan Bank Sentral Eropa, Kamis, akan mengisyaratkan penundaan kenaikan suku bunga sampai tahun depan, dan segera meluncurkan kembali kredit bank jangka panjang guna memerangi perlambatan ekonomi. Indeks dolar, yang melacak greenbackterhadap euro, yen, sterling, dan tiga mata uang negara mjau lainnya naik 0,19% menjadi 96,866.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1305-0.0003-0.03%6:22 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3160-0.0018-0.14%6:22 PM
Yen (USD-JPY)111.88-0.01-0.01%6:22 PM
Yuan (USD-CNY)6.70760.0003+0.00%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,127.50-2.50-0.02%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 5/3/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak bervariasi, relatif mendatar. Upaya OPEC untuk mengetatkan pasokan dilemahkan oleh pemulihan kembali ladang minyak terbesar Libya, El Sharara untuk mencapai produksi awal 80.000 barel per hari, dan prospek permintaan yang lebih lemah. Investor menunggu kesepakatan perdagangan AS-China.

Analis memperkirakan, stok minyak mentah AS dalam pekan terakhir Februari naik 400.000 barel. Raksasa energi Exxon Mobil dan Chevron mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi minyak dan gas alam dari Permian Basin, ladang shale-oil terbesar AS pada tahun-tahun mendatang. Harga minyak juga terbebani oleh penurunan target pertumbuhan ekonomi China menjadi 6,0 hingga 6,5% pada 2019, lebih rendah dari pertumbuhan tahun lalu, 6,6%.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 3 sen menjadi USD56,56 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 19 sen menjadi USD65,86 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi merosot ke level terendah dalam lebih dari 5 pekan, karena apresiasi dolar yang didukung data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, dan kenaikan imbal hasil US Treasury. Analis mengatakan, prospek perjanjian perdagangan AS-China dan pelunakan negosiasi Brexit mendorong investor untuk meninggalkan emas dan mengubahnya menjadi ekuitas.Harga emas sudah merosot lebih dari 2% bulan ini seiring kemajuan perundingan perdagangan AS-China.

Pasar saham global berada di level tertinggi lima bulan setelah China menjamin langkah-langkah stimulus setelah menurunkan target pertumbuhannya. Sementara itu, Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga emas 12 bulan menjadi USD1.450 per troy ounce dari USD1.425. Harga perak naik 0,34% menjadi USD15,12, palladium di pasar spot turun 1,31% menjadi USD1.513,88, platinum menguat 0,32% menjadi USD837,25 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi USD1.285,57 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD2,80 (-0,2%) menjadi USD1.284,7 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author