Bursa Pagi: Global-Regional Melorot, IHSG Berkutat di Rentang Konsolidasi

Bursa Pagi: Global-Regional Melorot, IHSG Berkutat di Rentang Konsolidasi

Posted by Written on 28 February 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia di pengujung Februari ini, Kamis (28/2), dibuka melemah, terbebani oleh meningkatnya ketegangan geopolitik India-Pakistan, dan ketidakpastian perundingan dagang AS-China yang menekan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka turun 0,23% dengan mencatatkan sebagaian besar sektor di zona merah. Indeks berbalik menguat 0,09% (5,50 poin) ke posisi 6.155,80 pada pukul 8:40 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,44% (-95,09 poin) ke level 21.461,42, setelah dibuka tergelincir 0,27% di tengah kejatuhan harga saham produsen robot Fanuc sebesar 1,78%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka merosot 0,47%, diwarnai kejatuhan harga Samsung Electronic dan SK Hynix sebesar 1,82% dan 3,8%, dan berlanjut turun 0,23% menjadi 2.231,81.

Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menyusut 0,13% (-37,73 poin) di posisi 28.719,71. Indeks Shanghai Composite, China juga berkurang 0,13% menjadi 2.950,05.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah terperosok ke teritori negatif pada sesi perdagangan kemarin dan diutup turun 0,23% menjadi 6.525,68. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih bergerak di rentang konsolidasi, beruppaya melanjutkan penguatan dengan didukung kondisi perekonomian yang stabil. 

Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya tekanan di area jenuh beli, dengan indikasi positif untuk kembali menguat.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pernyataan Lightizer yang menyatakan bahwa belum adanya kepastian dalam negosiasi dagang antara Amerika dan China diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Sementara itu mulai dirilisnya laporan keuangan emiten di tahun 2018 dan kenaikan beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel serta batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi menguat dengan rentang support di level 6.500 dan resistance di 6.555.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : WIKA (Buy, Support: Rp1.760, Resist: Rp1.890), WSKT (Buy, Support: Rp1.860, Resist: Rp1.975), CPIN (Buy, Support: Rp7.400, Resist: Rp7.775), ADRO (Buy, Support: Rp1.360, Resist :Rp1.395).

  • ETF : XISC (Buy, Support: Rp768, Resist: Rp777), XPLQ (Buy, Support: Rp548, Resist: Rp552), XIIT (Buy, Support: Rp570, Resist: Rp574).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung melemah, investor mencermati perkembangan hubungan perdagangan AS-China, kebijakan moneter Federal Reserve, serta sejumlah isu geopolitik. Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer mengisyaratkan bahwa kesepakatan perdagangan masih belum pasti. Washington menghendaki bahwa perjanjian apa pun harus lebih dari sekadar pembelian oleh China, dengan kesepakatan yang spesifik dan mencakup masalah penegakan hukum. Kepala The Fed, Jerome Powell, di depan Komite Perbankan Senat mengatakan bahwa bank sentral tetap "bersabar" dalam kebijakannya dan menggambarkan prospek ekonomi AS "umumnya menguntungkan" tetapi menghadapi tantangan dari luar negeri.

Di sisi lain, pasar juga mencermati pernyataan mantan pengacara Presiden AS Donald Trump, Michael Cohen, yang mengungkapkan serangkaian tuduhan dalam sidang yang mengejutkan pengamat politik. Sementara itu, pertemuan puncak antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, diharapkan dapat memecahkan kebuntuan senjata nuklir Pyongyang dan mengakhiri permusuhan lebih dari 70 tahun.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,28% (-72,82 poin) menjadi 25.985,16.

  • S&P 500 melemah 0,10% (-1,52 poin) di posisi 2.792,38.

  • Nasdaq Composite Index menguat 0,07% (5,21 poin) di level 7.554,51.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,16% menjadi USD 26,52.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di zona merah, terpengaruh oleh berita politik dan ekonomi terkini dari seluruh dunia. Indeks STOXX 600 turun 0,28% menjadi 372,58, dengan hanya menyisakan tiga sektor di zona hijau. Saham Air France-KLM rontok 10% setelah diberitakan bahwa pemerintah Belanda berupaya menguasai saham maskapai tersebut. Metro bank Inggris longsor lebih dari 26% karena mengungkapkan rencana kebutuhan tunai dari pemegang saham senilai USD463 juta.

Pasar juga bereaksi terhadap pernyataan Kepala The Fed, yang memperingatkan potensi pertumbuhan yang lebih lambat meski ekonomi AS saat ini cukup kuat. Perdana Menteri Inggris Theresa May menawarkan anggota parlemen kesempatan untuk memberikan suara pada Brexit tanpa kesepakatan atau menunda kepergian Inggris dari Uni Eropa, jika proposalnya tidak diterima.

  • FTSE 100 London anjlok 0,61% (-43,92 poin) ke level 7.107,20.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,46% (-53,46 poin) ke posisi 11.487,33.

  • CAC 40 Paris berkurang 0,26% (-13,37 poin) menjadi 5.225,35.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, bangkit dari level terendah tiga pekan, karena investor mengkhawatirkan kelanjutan perundingan dagang AS-China. Perwakilan dagang AS mengatakan masih ada sejumlah masalah serius yang harus diselesaikan guna mengamankan kesepakatan dan memastikan bahwa perjanjian di masa depan dipenuhi. Prospek greenback, bagaimanapun, tetap negatif setelah Kepala Federal Reserve menekankan kesabaran untuk menaikkan suku bunga dalam pidatonya di hadapan Kongres AS.

Pasar uang mengesampingkan kenaikan suku bunga untuk sisa tahun ini dengan probabilitas 80% untuk penurunan suku bunga pada awal 2020. Data ekonomi Amerika yang dirilis Rabu secara keseluruhan terlihat variatif, mendukung ekspektasi The Fed akan menahan suku bunga tahun ini. Indeks dolar AS, naik 0,16% menjadi 96,154.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13750.0005+0.04%6:22 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.33140.0005+0.04%6:22 PM
Yen (USD-JPY)110.93-0.07-0.06%6:22 PM
Yuan (USD-CNY)6.6872-0.0130-0.19%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,030.0038.00+0.27%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 27/2/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, melonjak sekitar 2%. Stok minyak mentah AS di luar dugaan merosot, dan Arab Saudi mengabaikan kritik Donald Trump yang berupaya menahan kenaikan harga minyak. Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih mengatakan, OPEC mungkin perlu memperpanjang perjanjian untuk mengekang produksi hingga akhir 2019.

Data Badan Informasi Energi AS menunjukkan, stok minyak mentah AS turun 8,6 juta barel pada pekan lalu, jauh dari ekspektasi kenaikan 2,8 juta barel. Produksi minyak mentah AS mencapai rekor tertinggi selama dua pekan berturut-turut, mencapai 12,1 juta barel per hari, pekan lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,44 (2,6%) menjadi USD56,94 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,18 (1,8%) menjadiUSD66,39 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir merosot ke level terendah dalam hampir dua pekan, tertekan oleh kebangkitan dolar. Dolar menguat setelah komentar dari Perwakilan Dagang AS yang menurunkan ekspektasi resolusi sengketa perdagangan AS-China yang cepat. 

Aksi ambil untung terhadap kenaikan harga emas bebeapa hari lalu, ikut menekan harga emas. Investor juga mencermati ketegangan antara India dan Pakistan, yang terlibat dalam aksi serangan udara.

Emas menembus level tertinggi lebih dari sepuluh bulan, minggu lalu, dan melonjak sekitar 15 persen sejak pertengahan Agustus 2018, ketika menyentuh tingkat terendah lebih dari satu setengah tahun. Harga palladium spot anjlok 2,5% menjadi USD1.521,50 per ounce setelah mencetak rekor tertinggi di posisi USD1.565,09 pada sesi sebelumnya. Harga perak turun 1,5% menjadi USD15,70, platinum naik 0,9% menjadi USD864 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot menyusut 0,8% menjadi USD1.318,64 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,5% menjadi USD1.321,2 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author