Bursa Pagi: Abaikan Pelemahan Wall Street, Asia Menguat Dukung Laju IHSG

Bursa Pagi: Abaikan Pelemahan Wall Street, Asia Menguat Dukung Laju IHSG

Posted by Written on 27 February 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (27/2) dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa, meskipun bursa saham Wall Street memerah merespon pidato pimpinan Federal Reserve, Jerome Powell di depan Komite Perbankan Senat AS. Perundingan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam ikut mendongkrak bursa saham Asia.

Mengawali perdagangan saham hari ini bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, sebesar 0,32% didukung kenaikan harga komoditas pertambangan dan energi. Kenaikan indeks berlanjut 0,43% (26,20 poin) ke posisi 6.154,60 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,49% (105,26 poin) ke level 21.554,65, setelah dibuka naik 0,44% di tengah kenaikan harga saham Fast Retailing sebesar 0,7%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga naik 0,42% didukung lonjakan harga saham Hyundai Motor sebesar 4%, dan berlanjut menguat 0,26% menjadi 2.232,34.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,42% (121,32 poin) ke level 28.893,38 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China melemah 0,04% menjadi 2.940,37.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini daihadapkan pada tren pergerakan indeks regional yang cenderung menguat, setelah berhasil mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup menguat 0,24% di level 6.540,95.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang untuk melanjutkan kenaikan jangka pendek di rentang konsolidasi ditunjang capital inflow, dan penguatan rupiah. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan menuju area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pernyataan Jerome Powell bahwa The Fed siap untuk menyesuaikan kebijakan moneternya jika memang diperlukan untuk menjaga ekonomi tetap berjalan pada jalurnya, dan berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu turunnya beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel, dan timah diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi menguat dengan rentang support di level 6.500 dan resistance di 6.575.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : JSMR (Buy, Support: Rp4.900, Resist: Rp5.075), BBCA (Buy, Support: Rp27.400, Resist: Rp28.100), HMSP (Buy, Support: Rp3.750, Resist: Rp3.830), INCO (Buy, Support: Rp3.790, Resist :Rp3.910).

  • ETF : XISC (Buy, Support: Rp678, Resist: Rp688), XPLQ (Buy, Support: Rp546, Resist: Rp555), 

    XIIT (Buy, Support: Rp528, Resist: Rp534).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah, setelah investor mencerna data makro ekonomi yang variatif dan kesaksian Kepala Federal Reserve di depan Komite Perbankan Senat AS yang mengulangi pendekatan dovish untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut. Powell mengatakan inflasi akan turun lebih jauh di bawah target 2% terlepas dari pertumbuhan yang solid dan peningkatan lapangan kerja. Rilis data Conference Board mengindikasikan kepercayaan konsumen AS menguat pada Februari. Sementara itu, data housing start turun 11,2% pada Desember, terendah sejak September 2016. Harga rumah naik dengan laju paling lambat sejak Agustus 2015.

Saham Caterpillar merosot 2,4% menyusul penurunan peringkat oleh UBS. Home Depot anjlok 0,8% karena memproyeksikan pertumbuhan penjualan 2019 sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Tesla Motors menyusut 0,3% setelah Securities and Exchange Commission (SEC) AS meminta hakim federal untuk menyatakan CEO perusahaan itu, Elon Musk, menghina pengadilan.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,13% (-33,97 poin) menjadi 26.057,98.

  • S&P 500 500 berkurang 0,08% (-2,21 poin) di posisi 2.793,90.

  • Nasdaq Composite melemah 0,07% (-5,16 poin) di level 7.549,30.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange bergeming di posisi USD26,83.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, investor merespon rilis data makro AS yang kuat dan perkembangan politik di Inggris. Indeks STOXX 600 naik 0,39% menjadi 373,64, dipimpin kenaikan harrga saham sektor riltel sebesar 2%. Saham Marks & Spencer melesat 3,2% di tengah pembicaraan kerjasama menciptakan layanan pengiriman makanan online dengan Orcado. Saham Orcado melesat hampir 12%. Saham pemasok terbesar bahan bangunan, Travis Perkins melambung 12,5% setelah melaporkan laba sebelum pajak yang lebih tinggi dari perkiraan, didukung oleh rencana pemotongan biaya.

Sementara itu, Standard Chartered melorot 0,6% karena melaporkan laba bersih lebih rendah dari estimasi. Saham pemilik British Airways, IAG, tergelincir lebih dari 3%. Partai oposisi Inggris, Partai Buruh, mengindikasikan mereka akan mendukung seruan untuk "People's vote" terkait Brexit, jika Parlemen memveto proposal alternatif partai tersebut. Perdana Menteri Theresa May menegaskan bahwa anggota parlemen akan dapat memberikan suara terkait proposal kesepakatannya untuk kedua kalinya pada 12 Maret.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,31% (35,40 poin) menjadi11.540,79.

  • CAC 40 Paris bertambah 0,13% (6,87 poin) di posisi 5.238,72.

  • FTSE 100 London melorot 0,45% (-32,60 poin) ke level 7.151,12.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, indeks dolar sempat mencapai level terendah tiga pekan di posisi 95,951, setelah Kepala Federal Reserve mengulangi bahwa bank sentral Amerika itu akan tetap bersabar dengan kebijakan moneternya. Dolar awalnya bergerak lebih tinggi didorong oleh berita kenaikan indeks kepercayaan konsumen AS, tetapi tergelincir dalam sesi tanya jawab Powell dengan para senator. Pasar uang telah mengesampingkan kenaikan suku bunga untuk sisa tahun ini, dengan probabilitas 80 persen untuk pemangkasan suku bunga pada Januari 2020. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,43% menjadi 96,003.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13920.0003+0.03%6:19 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.32580.0006+0.05%6:19 PM
Yen (USD-JPY)110.55-0.04-0.04%6:19 PM
Yuan (USD-CNY)6.70020.0111+0.17%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,991.50-26.00-0.19%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 26/2/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, karena OPEC diberitakan akan melanjutkan pengurangan produksi meski mendapatkan kritik dari Presiden AS Donald Trump. Harga minyak anjlok lebih dari 3,5% pada sesi Senin, setelah Trump mengatakan OPEC terlalu ngotot mendongkrak harga minyak. Sumber OPEC mengatakan akan bertahan pada perjanjian dan mendorong lebih banyak kepatuhan dari anggota serta sekutunya untuk memperketat pasokan minyak mentah sampai melihat persediaan turun ke rata-rata lima tahun.

Pada Desember lalu OPEC + sepakat untuk memotong pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari mulai 1 Januari selama enam bulan. Laju harga minyak terhambat oleh kesepakatan pemerintah Libya dengan BUMN minyak negara itu untuk membuka kembali ladang minyak terbesarnya, El Sharara. Investor juga akan mencermati data mingguan persediaan minyak mentah AS yang diperkirakan naik 3,6 juta barel

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 45 sen menjadi USD65,21 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik 2 sen menjadi USD55,50 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi cenderung stabil kendati indeks dolar AS melemah setelah Powell mengulangi retorika "kesabaran" tentang masa depan kenaikan suku bunga The Fed. Analis mengatakan, data kepercayaan konsumen yang lebih kuat dari perkiraan membuat emas tertekan, meskipun data homebuilding AS jatuh ke level terendah lebih dari dua tahun pada Desember.

Sementara itu, harga palladium naik 1,2% mencapai USD1.559,50 per ounce, menembus USD1.550 untuk kali pertama, didorong meningkatnya defisit pasokan. Harga perak turun 0,18% menjadi USD15,86 per ounce, sedangkan platinum naik 0,59% menjadi USD854 per ounce.

  • Harga emas di pasar sot bertahan di level USD1.326,75 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD1 menjadi USD1.328,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author