Bursa Pagi: Laju Global Tersendat di Asia, Ancam Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Laju Global Tersendat di Asia, Ancam Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 26 February 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (26/2) dibuka cenderung naik, namun berlanjut melemah, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang didorong oleh pernyataan positif Presiden AS, Donald Trump terhadap kelangsungan perundingan dagang AS-China, meskipun kritiknya terhadap OPEC merontokkan harga minyak. Pimpinan Federal Reserve, Jeroma Powell dijadwalkan berpidato di depan Kongres AS, Selasa-Rabu ini.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 0,86% terseret kejatuhan harga saham sektor energi sebesar 0,7% akibat anjloknya harga minyak lebih dari 3%. Penurunan indeks berlanjut 0,89% (-55,20 poin) ke level 6.131,10 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bertambah 0,17% (36,81 poin) menjadi 21.565,04, setelah dibuka naik 0,25% diwarnai kenaikan harga saham Softbank Group sebesar 0,7%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,11% di tengah penurunan harga saham Samsung Electronics sebesar 0,4% dan berlanjut melemah 0,03% di posisi 2.231,82.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat tipis 0,04% (11,93 poin) di posisi 28.971,23 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,26% menjadi 2.969,10.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan global dan regional yang bervariasi. Pada perdagangan kemarin IHSG berhasil bermanuver di zona hijau sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup menguat 0,37% menjadi 6.525.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan kenaikan jangka pendak maupun panjang didukung kinerja positif sebagian besar emiten, apresiasi rupiah dan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks menujukkan adanya potensi penguatan lanjutan, namun sedikit tertahan karena terkonsolidasi pada area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pernyataan Donald Trump terkait penundaan tarif impor terhadap barang-barang China diprediksi akan memberikan sentimen positif bagi IHSG . Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah dan harga komoditas seperti timah serta batu bara diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.490 dan resistance di 6.555.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : GGRM (Buy, Support: Rp81.600, Resist: Rp83.450), WTON (Buy, Support: Rp456, Resist: Rp480), RALS (Buy, Support: Rp1.690, Resist: Rp1.850), SILO (Buy, Support: Rp3.550, Resist :Rp3.730).

  • ETF : XBLQ (Buy, Support: Rp502, Resist: Rp506), XIJI (Buy, Support: Rp723, Resist: Rp731), XPES (Buy on Weakness, Support: Rp463, Resist: Rp467).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir lebih tinggi, di tengah optimisme baru tentang potensi kesepakatan perdagangan AS-China, menjelang rilis sejumlah data ekonomi utama. Presiden AS Donald Trump akan mengadakan "penandatanganan KTT" dengan Presiden China Xi Jinping untuk menyegel kesepakatan perdagangan, karena para negosiator "sangat, sangat dekat" dengan sebuah perjanjian. Kepala Federal Reserve Jerome Powell dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan Kongres, Selasa dan Rabu ini.

Investor menunggu rilis data ekonomi AS pekan ini, termasuk tingkat kepercayaan konsumen untuk Februari, di tengah lemahnya laporan penjualan ritel AS untuk Desember yang sebagian besar disebabkan oleh government shutdown. Saham General Electric melesat lebih dari 6% setelah mengumumkan akan menjual bisnis biofarmasinya kepada Danaher. Saham Danaher melambung 8,5 %. Kraft Heinz anjlok 2,1% karena melaporkan kerugian besar menyusul write-down dua merek utamanya Kraft dan Oscar Mayer.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,23% (60,14 poin) menjadi 26.091,95.

  • S&P 500 bertambah 0,12% (3,44 poin) di posisi 2.796,11.

  • Nasdaq Composite meningkat 0,36% (26,92 poin) ke level 7.554,46.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,44% menjadi USD26,83.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir lebih tinggi, merespon perkembangan perundingan perdagangan Amerika Serikat dan China yang sedang berlangsung. Indeks STOXX 600 menguat 0,26 persen menjadi 372,18, dipimpin kenaikan harga saham sektor otomotif sebesar 2,1%, yang sangat terpengaruh oleh perdagangan global. Trump mengumumkan penundaan tenggat waktu - 1 Maret - penerapan tarif tambahan terhadap China, dan bersiap-siap menggelar pertemuan puncak dengan Xi Jinping. Lembaga pemeringkat kredit Fitch menegaskan peringkat BBB terhadap Italia.

Saham Persimmon anjlok lebih dari 4% setelah Pemerintah Inggris "mengkhawatirkan" praktik developer tersebut dalam program Help to Buy Scheme, program pemerintah untuk mendukung pembelian rumah pertama. Carrefour - pengecer makanan terbesar di Eropa - mengantisipasi PHK hingga 4% jumlah tenaga kerja di Italia karena lemahnya penjualan di negara itu. Vivendi, pemegang saham utama Telecom Italia, mendukung merger dengan saingannya Open Fiber. Roche akan membeli saham spesialis terapi gen, Spark, senilai USD4,3 miliar.

  • FTSE 100 London naik tipis 0,07% (5,14 poin) di posisi 7.183,74.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,42% (47,69 poin) menjadi 11.505,39.

  • CAC 40 Paris bertambah 0,31% (16,00 poin) di level 5.231,85.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah karena minat berisiko (risk appetite) meningkat setelah Trump mengatakan akan menunda kenaikan tarif impor barang China. Yen juga turun ke level terendah dua bulan terhadap dolar dan euro. Pasar ekuitas global menguat bersama mata uang yang lebih toleran terhadap risiko, seperti dolar Australia dan mata uang emerging market. Yuan menyentuh level tertinggi tujuh bulan sedangkan ekuitas China melonjak karena investor menyambut perkembangan negosiasi perdagangandan saham Eropa juga berkinerja positif. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju turun 0,1% menjadi 96,413.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13590.0001+0.01%6:25 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31200.0023+0.18%6:25 PM
Yen (USD-JPY)111.05-0.01-0.01%6:24 PM
Yuan (USD-CNY)6.6891-0.0246-0.37%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,017.50-40.00-0.28%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 25/2/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, anjlok lebih dari 3%, setelah Trump secara terbuka mendesak OPEC untuk menurunkan harga. "Harga minyak terlalu tinggi. OPEC , bersantailah. Dunia tidak bisa menerima kenaikan harga - rapuh!" ungkap Trump melalui Twitter. 

Setelah tweet tersebut, harga membalikkan kenaikan sebelumnya yang didasarkan ekspektasi pengetatan pasokan dan kemajuan dalam perundingan perdagangan AS-China, serta sanksi AS terhadap Iran Venezuela. 

OPEC akan bertemu pada pertengahan April untuk meninjau kembali kesepakatan pemangkasan produksi yang dijadwalkan berlangsung selama 6 bulan pertama 2019. Sementara itu, gejolak politik di Venezuela, Libya dan Nigeria menambah risiko produksi dan pasokan minyak dunia.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,78 (-3,1%) menjadi USD55,48 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD2,36 (-3,5%) menjadi USD64,76 per barel.
Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup relatif stabil dengan sedikit melemah, di tengah pelemahan dolar AS dan kenaikan indeks di bursa saham global. Trump optimistis kesepakatan perdagangan akhir dapat dicapai dengan China, dan mengekspektasikan pertemuan puncak dengan Presiden China, setelah mengumumkan penundaan kenaikan tarif AS untuk impir barang China. 

Investor akan mencermati pidato Kepala Federal Reserve, Jerome Powell, Selasa dan Rabu, untuk mendapatkam isyarat kebijakan moneter AS.

Palladium mencetak rekor tertinggi, karena ancaman aksi mogok pada industri pertambangan Afrika Selatan, yang menyumbang lebih dari 90% output global, sehingga meningkatkan kekhawatiran defisit pasokan. Harga palladium sempat mencapai USD1.536,50 per ounce, dan ditutup atau melonjak 2,5% menjadi USD1.534,50 per ounce. Platinum, juga sempat menyentuh level tertinggi USD853,50, naik 0,9% menjadi USD848 per ounce. Harga perak di pasar spot menyusut 0,2% menjadi USD15,88 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot relatif stabil di posisi USD1.327,28 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,2% menjadi USD1.329,5 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author