Bursa Pagi: Optimisme AS-China Angkat Global-Regional, Buka Peluang IHSG

Bursa Pagi: Optimisme AS-China Angkat Global-Regional, Buka Peluang IHSG

Posted by Written on 25 February 2019


Ipotnews - Mengawali pekan terakhir Februari, Senin (25/12) bursa saham Asia dibuka menguat, menyambut pernyataan Presiden AS, Donald Trump untuk memperpanjang tenggat rencana penerapan pajak impor baru produk China pada 1 Maret. Melalui Twitter, Trump menyebutkan perundingan dagang AS-China mengalami "kemajuan substansial" sehingga akan menunda penerapan bea masuk tambahan. Namun Trump tidak menyebutkan tenggat baru.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,14%. Indeks bertambah 0,18% (11,30 poin) menjadi 6.178,60 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,60% (129,44 poin) ke level 21.554,95, setelah dibuka naik 0,4% diwarnai kenaikan harga saham Fast Retailing sebesar 0,6%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka menguat 0,16%, namun berlanjut melemah 0,03% di posisi 2.229,94.

Melanjutkan tren kenaikan indeks global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,56$ (161,59 poin) ke posisi 28.977,89. Indeks Shanghai Composite, China melaju 1,66% ke level 2.850,77.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri pekan lalu dengan membukukan penurunan 0,56% ke level 6.501. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi berbalik arah, melanjutkan pola uptrend jangka pendek, kendati dibayangi fluktuasi harga komoditas. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan di area netral.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring dengan harapan investor akan tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika dan China diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu kenaikan beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah, batu bara diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang supportdi level 6.465 dan resistance di 6.535.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : MAPI (Buy, Support: Rp1.000, Resist: Rp1.040), ICBP (Buy on Weakness, Support: Rp10.275, Resist: Rp10.500), ASII (Buy on Weakness, Support: Rp7.525, Resist: Rp7.700), INDF(Buy, Support: Rp7.475, Resist :Rp7.775)

  • ETF : XDIF (Buy on Weakness, Support: Rp498, Resist: Rp508), XPID (Buy on Weakness, Support: Rp546, Resist: Rp556), XPDV (Buy on Weakness, Support: Rp496, Resist: Rp505).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup di level tertinggi sejak 8 November lalu, investor melihat tanda-tanda kemajuan perundingan dagang AS-China. Presiden AS dan Wakil PM China Liu He bertemu akhir pekan lalu. Mereka dikabarkan mendiskusikan pertemuan Trump dan PM China di Mar-a-Lago Maret nanti. China disebutkan berkomitmen untuk membeli produk AS senilai USD1,2 triliun. Sementara itu, Uni Eropa menargetkan alat-alat berat produksi AS,jika Washington menerapkan tarif 25% terhadap impor mobil dan suku cadang buatan Uni Eropa.

Indeks teknologi S&P 500 naik 1,3%, memimpin kenaikan di antara 11 sektor utama S&P, sementara indeks industri naik 0,6%. S&P 500 naik sekitar 19 persen sejak level terendahnya di akhir Desember. Sebanyak 367 saham di New York Stock Exchange dan Nasdaq mencapai level tertinggi 52-minggu, terbesar sejak pertengahan September. Saham Intel melonjak 2%, namun saham Kraft Heinz longsor 27,46% karena investigasi pelanggaran praktek akuntansi oleh otoritas bursa AS.

  • Dow Jones Industrial Average bertambah 0,70% (181,18 poin) menjadi 26.031,81.

  • S&P 500 naik 0,64% (17,79 poin) ke posisi 2.792,67.

  • Nasdaq Composite melaju 0,91% (67,84 poin) ke level 7.527,55.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,26% menjadi USD 26,45.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup menguat, didukung rilis kinerja positif sejumlah emiten kettika investor cenderung wait and see perundingan dagang AS-China. Indeks STOXX 600 naik 0,3% menjadi 371,23, dipimpin kenaikan harga saham sektor pertambangan dasar - dengan eksposur besar terhadap China - sebesar 2%.

Sebaliknya saham sektor makanan dan minuman anjlok 0,8% setelah Kraft Heinz membukukan pelemahan kinerja. Nestle melorot 0,9%, dan Danone turun 0,5%. Unilever drop 1,6%. Namun rilis data lembaga ekonomi Ifo menyebutkan indeks kondisi bisnis Jerman periode Februari turun menjadi 98,5, terendah sejak 2014.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,30% (34,42 poin) menjadi 11.457,70.

  • FTSE 100 London menguat 0,16% (11,21 poin) di posisi 7.178,60.

  • CAC 40 Paris bertambah 0,38% (19,74 poin) ke level 5.215,85.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan membukukan pelemahan, turun 0,5% sepanjang pekan lalu, setelah menguat lebih dari 1% pada pekan sebelumnya. Pasar merespon negatif rilis indeks sektor manufaktur AS periode Februari menjadi minus 4,1%, dari positif 17,0 pada Januari, pertama kalinya membukukan angka negatif sejak Mei 2016.

Pesanan baru untuk barang-barang modal inti AS secara tidak terduga merosot 0,7%, terseret oleh penurunan permintaan untuk mesin, komputer, dan peralatan komunikasi. Optimisme perdagangan yang didukung sinyal positif kelanjutan perundingan dagang AS-China mendorong minat investor untuk mengambil risiko. Indeks aktivitas manufaktur The Fed Philadelphia turun menjadi minus 4,1 pada Februari, Indeks dolar AS turun 0,10% menjadi 96,507.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1335-0.0001-0.01%
Poundsterling (GBP-USD)1.30530.001+0.08%
Yen (USD-JPY)110.69-0.01-0.01%
Yuan (USD-CNY)6.7137-0.0088-0.13%
Rupiah (USD-IDR)14,057.50-13.00-0.09%

Sumber : Bloomberg.com, 22/2/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup berlawanan arah. Harga minyak WTI naik menyentuh posisi tertinggi 3 bulan, ditopang ekspektasi positif kelanjutan perundingan dagang AS-China. Harga minyak WTI naik 3% secara mingguan, dan Brent naik 1,2% secara mingguan.

Goldman Sachs memperkirakan pasokan minyak non- OPEC akan tumbuh 1,9 juta bph pada tahun ini, melebihi pemangkasan produksi minyak OPEC sebesar 1,2 juta bph. Sedangkan permintaan minyak diperkirakan hanya tumbuh 1,4%. Citigroup memprediksikan produksi minyak AS akhir tahun ini bisa mencapai 13 juta boh, atau rata-rata 12,5 juta bph sepanjang 2019. Baker Hughes menyebutkan, jumlah anjungan pengeboran minyak AS pekan lalu turun 4 unit menjadi 853 rig.

  • Harga minyak berjangka WTI naik 30 sen menjadi USD57,26 per barel

  • Harga minyak berjangka Brent turun 2 sen menjadi USD67,05 per barel
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri pekan lalu dengan melanjutkan kenaikan mingguan, memasuki pekan kedua berturut-turut di tengah pelemahan dolar AS. 

Penurunan data indikator ekonomi AS memicu ketakutan perlambatan ekonomi global, mendongkrak permintaan emas. Namun kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia turun 0,6% menjadi 789,51 ton pada Kamis lalu.

Harga logam berharga lain seperti palladium naik 1,74 persen ke harga USD1.494 per ons. Platinum naik 2,44% menjadi USD839 ,dan perak naik 0,79% ke harga USD15,94 per ounce. Harga paladium melonjak 1,74% ke level USD1.494 per ounce

  • Harga emas di pasar spot naik 0,53% menjadi USD1.330,38 per ounce.

  • Harga emas di pasar berjangka naik USD5 menjadi USD1.332,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author