Bursa Pagi: Global-Regional Melorot, Tekan Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Melorot, Tekan Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 22 February 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (22/2), bursa saham Asia dibuka cenderung melemah, melanjutkan tekanan penurunan pada penutupan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang diwarnai rilis sejumlah data ekonomi yang menurun.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,45% diwarnai kenaikan harga saham sektor energi sebesar 1,7%, dan penguatan harga saham batubara dan pertambangan. Indeks berlanjut naik 0,44% (27,00 poin) ke level 6.166,20 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,28% (-60,91 poin) ke posisi 21.403,32, setelah dibuka merosot 0,49% diwarnai kejatuhan harga saham Fanuc sebesar 1,91%. Indeks Kospi, Korea Selatan, juga dibuka turun 0,39%, saham SK Hynix melorot lebih dari 1%, dan berlanjut menyusut 0,24% ke level 2.223,31.

Pelemahan indeks saham global berlanjut, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 0,53% (-150,96 poin) ke level 28.478,96. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,09% (-2,34 poin) di posisi 2.749,46.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks saham global dan regional, setelah berhasil melawan tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup naik 0,38% ke level 6.537. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSGhari ini masih berpotensi melanjutkan pola uptrend penguatan kendati dihadapkan pada harga komoditas dan capital inflow yang terus berfluktuasi. 

Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan diiringi pergerakan bullish menuju area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks di bursa Wall Street sejalan dengan meburuknya data ekonomi diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain perundingan dagang antara Amerika dan China yang mengalami kemajuan positif dan keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6% serta menguatnya beberapa komoditas diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksiakan bergerak bervarisi dengan rentang support di level 6.500 dan resistance di 6.570.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;


  • Saham : BMRI (Buy, Support: Rp7.125, Resist: Rp7.500), RALS (Buy on Weakness, Support: Rp1.700, Resist: Rp1.750), TPIA (Buy, Support: Rp5.400, Resist: Rp5.750), INTP (Buy, Support: Rp19.400, Resist :Rp20.300).

  • ETFs:R-LQ45X (Buy, Support: Rp1.061, Resist: Rp1.069), XMTS (Buy, Support: Rp541, Resist: Rp547), 

    XIIC (Buy, Support: Rp1.157, Resist: Rp1.170).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah tertekan oleh rilis sejumlah data ekonomi AS yang memburuk. Data pesanan barang tahan lama AS periode Desember naik 1,2%, namun pesanan barang modal inti turun 0,7%. Data lain menunjukkan indeks aktivitas bisnis Mid-Atlantic AS periode Februari anjlok menjadi negatif 4,1, dari 17 pada Januari, terburuk sejak Mei 2016. Indeks PMI IHS Markit juga turun menjadi 53,7 dari 54,9 pada Januari lalu, terburuk dalam 17 bulan. Penjualan existing home periode Januari turun ke level terendah sejak November 2015.

Sementara itu, AS dan China mulai menguraikan permasalahan tersulit dalam perselisihan perdagangan mereka, kedua belah pihak berusaha mencapai kesepakatan sebelum 1 Maret. Penurunan saham perawatan kesehatan menambah momentum bearish. Perlambatan tajam dalam pertumbuhan global, terutama di China dan Eropa, bersama dengan memudarnya stimulus fiskal dan ketegangan perdagangan telah memicu kekhawatiran terhadap perekonomian global.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,4% (-103,81 poin) menjadi 25.850,63.

  • S&P 500 kehilangan 0,35% (-9,82 poin) ke posisi 2.774,88.

  • Nasdaq Composite berkurang 0,39% (-29,36 poin) ke level 7.459,71.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,67% menjadi USD26,52.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, terpengaruh laporan kinerja sejumlah emiten yang mengecewakan. Indeks STOXX 600 ditutup turun 0,28% menjadi 370,41, dipimpin kejatuhan harga saham sektor perbankan hampir 1,8%. Otoritas keuangan Swedia mengatakan skandal pencucian uang yang diduga dilakukan Swedbank dan Danske Bank sangat serius dan memerlukan tindakan pengawasanSaham Swedbank dan Danske Bank anjlok masing-masing lebih dari 9% dan 4%. Barclays melemah setelah mengumumkan laba yang lebih rendah dari perkiraan.

Saham Moller-Maersk rontok 10% karena memperingatkan bahwa berlarutnya perselisihan dagang AS-China dapat menghambat pertumbuhan tahun 2019. Survei resmi aktivitas bisnis zona euro mengindikasikan indeks PMI zona euro periode Februari turun menjadi 49,2, terendah sejak pertengahan 2013. Sedangkan indeks PMI versi IHS Markit untuk periode yang sama memperlihatkan kenaikan menjadi 51,4 dari 51,0 pada bulan sebelumnya.

  • FTSE 100 London anjlok 0,85% (-61,23 poin) menjadi 7.167,39.

  • CAC 40 Paris bertambah 0,16 poin di posisi 5.196,11

  • DAX 30 Frankfurt menguat 0,19% (21,31 poin) di level 5.196,11.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat merespon rilis sejumlah data ekonomi AS yang melemah. Investor mencari insentif baru di tengah negosiasi perdagangan AS-China, pembahasan Brexit. Data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan, menegaskan ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga tahun ini. Dolar melemah terhadap yen, namun menguat terhadap franc Swiss dan poundsterling.

Pesanan baru untuk barang-barang modal buatan AS, pada Desember, turun, di tengah penurunan permintaan untuk mesin dan logam primer. Belanja peralatan bisnis yang lambat dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Indeks aktivitas manufaktur Philadelphia turun menjadi -4,1 bulan ini dari 17,0 pada Januari. Indeks dolar AS, tolok ukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,16% menjadi 96,61.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13380.0002+0.02%6:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3038-0.0005-0.04%6:30 PM
Yen (USD-JPY)110.69-0.01-0.01%6:30 PM
Yuan (USD-CNY)6.72260.0013+0.02%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,070.5026.50+0.19%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 21/2/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, ke bawah level tertinggi 2019. Data persediaan minyak metah AS menunjukkan peningkatan mingguan kelima, sementara kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi global membebani pasar. Penurunan harga minyak dibatasi oleh pemangkasan pasokan OPEC serta sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran. Kemajuan dalam diskusi kesepakatan perdagangan Washington-Beijing juga mendukung harga minyak.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan, stok minyak mentah AS hingga akhir pekan lalu naik 3,7 juta barel menjadi 454,5 juta barel, tertinggi sejak Oktober 2017. Ekspor minyak mentah melonjak 1,2 juta barel per hari ke rekor 3,6 juta bph. Produksi minyak mentah naik ke rekor tertinggi di 12 juta boh.

  • Harga minyak WTI untuk pengiriman April turun 20 sen menjadi USD56,96 per barel.

  • Harga minyak Brent untuk pengiriman April turun 13 sen menjadi USD66,95 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan tajam, mencatatkan kerugian harian terbesar dalam enam bulan terakhir. Aksi profit taking di tengah kenaikan indesk dolar AS menekan harga emas. Harga palladiun anjlok 1,38%, platinum turun 0,3%, dan perak melorot 1,37%.

  • Harga emas di pasar spot turun 1,08% menjadi USD1.324,00 per ounce.

  • Harga emas untuk pengiriman April, turun USD20,10 (-1,49%) menjadi USD1.327,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author