Bursa Sore: IHSG Lesu, Tekanan Jual Melonjak di Akhir Sesi

Bursa Sore: IHSG Lesu, Tekanan Jual Melonjak di Akhir Sesi

Posted by Written on 19 February 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) gagal bertahan di zona hijau pada akhir perdagangan hari Selasa (18/2). IHSG minus -0,05 persen (-4 poin) ke level 6.494.

Indeks LQ45 -0,38% ke 1.013. Indeks IDX30 -0,41% ke level 557. IDX80 -0,34% ke 145. Indeks JII -0,31% ke 708. Indeks Kompas100 -0,33% ke 1.321. Indeks Sri Kehati -0,41 persen ke 393 dan Indeks SMInfra18 -0,02 persen ke level 332.

Saham-saham teraktif: FRENJPFAANTMBBRIBMRIEXCLINDY

Saham-saham top gainers: INDYERAAPTBAADROEXCLANTMWIKA

Saham-saham top losers: SMGRUNVRHMSPUNTRPGASSRILICBP

Nilai transaksi mencapai Rp8,28 triliun. Volume trading sebanyak 136,95 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp618,68 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat +0,04% ke posisi Rp14.102 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia mixed pada perdagangan hari Selasa (19/2). Hal ini terjadi di tengah adanya tensi baru geopolitik. China menuduh AS memicu kekhawatiran terhadap sistem keamanan cyber. Para pemodal juga wait and see perkembangan negosiasi konflik dagang AS dan China.

MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham regional) bergerak melemah 0,1 persen.

Pemerintah China pada Senin kemarin mengatakan AS sedang berusaha membatasi pengembangan teknologinya melalui klaim bahwa piranti mobile network China mungkin menimbulkan ancaman keamanan dunia maya bagi negara-negara asing yang mengadopsi piranti tersebut.

"Sejauh ini belum ada bukti fisik bahwa hal tersebut ada. Pelaku pasar tahu apa yang disebut ancaman keamanan," kata Stephen Teral, Analis pada IHS Markit. Menurutnya jika melarang Huawei yang mana memiliki jejak sangat signifikan, biayanya luar biasa karena tidak dapat menghapus, Anda tahu setiap piranti Huawei diganti dalam semalam.

Di market Tokyo, Indeks Nikkei 225 melaju positif di sesi sore. Indeks Topix naik 0,28 persen. Saham unggulan di bursa Tokyo Fast Retailing melemah 0,63 persen.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong bertengger di area negatif. Pelemahan ini seiring tekanan terhadap saham unggulan di bursa tersebut, Saham HSBC yang melemah 1,48 persen.

Pada sisi lain, bursa Korsel lesu setelah Indeks Kospi drop 0,24 persen. Pasar saham China bergerak stagnan. Indeks Shenzhen Component ke level 8.440. Sementara Indeks Shanghai melaju positif. Shenzhen Composite naik 0,184 persen.

Sedangkan Indeks ASX200 di bursa Australia bergerak naik sebesar 0,28 persen.

Di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,893, melemah dibanding posisi sebelumnya di level 96,935. Nilai tukar yen di posisi 110,66 terhadap dolar AS melemah dibanding posisi sesi kemarin di level 110,44. Dolar Australia menguat pada posisi $0,7116 dari sesi kemarin di level $0,7104.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,10% ke level 21.302.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,42% di posisi 28.228.

Indeks Shanghai (China) +0,05% ke posisi 2.755.

Indeks Straits Time (Singapura) -0,19% ke 3.259.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Selasa (19/2) pagi waktu setempat. Pelaku pasar cemas menanti detil negosiasi terkini konflik dagang AS dan China.

Indeks DAX (Jerman) -0,18% ke posisi 11.278.

Indeks FTSE (Inggris) -0,22% pada level 7.203.

Indeks CAC (Perancis) -0,10% di posisi 5.163.


Minyak

Harga minyak menguat pada perdagangan sesi sore, hari Selasa (19/2) di pasar komoditas Asia, melayang hanya beberapa titik dari posisi harga tertinggi tahun 2019. Ini terjadi di tengah sikap investor menunggu hasil negosiasi konflik dagang AS dan China pada pekan ini.

Minyak WTI naik 44 sen (0,8%) ke harga USD56,03 per barel. Pada trading kemarin WTI ke level harga tertinggi di tahun 2019 setelah menyentuh posisi USD56,33 per barel.

Sedangkan minyak Brent naik 5 sen ke harga USD66,52 per barel (pukul 07:55 GMT). Namun laju Brent tidak melampaui posisi tertinggi tahun 2019 di harga USD66,83 per barel yang ditorehkan di sesi sebelumnya.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author