Bursa Pagi: Eropa-Asia Mixed, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Bursa Pagi: Eropa-Asia Mixed, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Posted by Written on 19 February 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (19/2) dibuka mixed, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa. Bursa saham Wall Street tutup karena libur nasional. Investor agak berhati-hati menyikapi munculnya kembali ketegangan geopolitik karena China menuduh AS telah menebarkan ketakutan tentang cybersecurity.

Mengawali perdagangan hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka menguat 0,3%, di tengah kejatuhan harga saham perusahaan suplemen kesehatan Blackmores lebih dari 23% karena kekhawatiran penurunan penjualan ke China. Kenaikan indeks berlanjut 0,40% (24,40 poin) ke level 6.114,20 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melemah tipis 0,03% (-7,05 poin) di posisi 21.274,80 setelah dibuka sedikit menguat diwarnai kenaikan harga saham Softbank Group sebesar 0,4%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok 0,67%, terseret kejatuhan harga saham SK Hynix 1,34%, dan berlanjut berkurang 0,22% menjadi 2.205,97.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,07% (20,24 poin) di posisi 28.367,25 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,10% menjadi 2.757,06.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan yang bervariasi di bursa saham Eropa dan Asia, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan membukukan lonjakan 1,70% ke level 6.497,82. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan, didukung oleh penguatan rupiah dan kenaikan harga komoditas, serta harapan berlanjutnya capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation di area positif menuju area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berlanjutnya optimisme investor terhadap kemajuan perundingan dagang antara Amerika dan China diprediksi masih akan memberikan sentimen positif di pasar. Selain itu naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, emas, batu bara diprediksi akan menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 6.435 dan resistance di 6.560.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: SMGR (Buy, Support: Rp12.300, Resist: Rp12.800), BBNI (Buy, Support: Rp8.800, Resist: Rp9.175), ELSA (Buy, Support: Rp380, Resist: Rp398), INCO (Buy, Support: Rp3.580, Resist :Rp3.720).

  • ETF : XIIF (Buy, Support: Rp672, Resist: Rp694), XPLQ (Buy, Support: Rp539, Resist: Rp556), 

    XIIT (Buy, Support: Rp561, Resist: Rp580).



Bursa Eropa

Bursa saham utama Eropa tadi malam tadi malam ditutup bervariasi, pelaku pasar terus mencermati perundingan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia. Indeks STOXX 600 naik 0,23% menjadi 369,78. Saham sektor telekomunikasi Eropa memimpin kenaikan, melonjak sekitar 1% di tengah upgrade rating. 

Swiss Sunrise melonjak lebih dari 3,4% setelah Berenberg meng-upgrade sahamnya. Wirecard Jerman melambung 14% setelah pengawas keuangan BaFin mengeluarkan larangan terhadap penetapan atau peningkatan posisi sell pada saham perusahaan tersebut.

  • FTSE 100 London turun 0,24% (-17,21 poin) menjadi 7.219,47.

  • DAX 30 Frankfurt turun tipis 0,01% (-0,60 poin) di posisi 11.299,20.

  • CAC 40 Paris naik 0,30% (15,35 poin) ke level 5.168,54.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia cenderung melemah, di tengah reli euro dan penguatan dolar Australia karena optimisme terhadap terobosan dalam perundingan perdagangan AS-China. Setelah jatuh ke level terendah tiga bulan pada sesi Jumat, euro pulih kembali, menguat 0,3 persen ke posisi USD1,1328. 

Meski demikian pedagang bertaruh euro akan lebih lemah dalam beberapa bulan mendatang, karena Bank Sentral Eropa akan mempertahankan kebijakan moneter tetap longgar dalam kondisi pertumbuhan yang melambat, inflasi yang lemah dan ketidakpastian politik. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju tergelincir 0,2 persen menjadi 96,687 ketika pasar AS tutup karena libur nasional.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13110.000.00%6:34 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29240.00000.00%6:33 PM
Yen (USD-JPY)110.60-0.02-0.02%6:33 PM
Yuan (USD-CNY)6.7667-0.0064-0.09%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,107.00-47.00-0.33%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 18/2/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah di bursa komoditas London ICE Futures Exchanges kemarin ditutup menguat memasuki hari kelima, sempat menyentuh level tertinggi 2019 di posisi USD66,83 pada awal sesi, menuju kuartal pertama terkuat sejak 2011. Investor meyakini pengurangan pasokan OPEC akan mencegah penumpukan bahan bakar yang tidak digunakan, meski kekhawatiran terhadap ekonomi China menghambat kenaikan.Pasar keuangan yang lebih luas sedikit melemah setelah data menunjukkan penurunan penjualan mobil di China pada Januari. 

Pelemahan tersebut sempat menular ke pasar minyak, tetapi analis mengatakan tren keseluruhan harga minyak mentah tetap meyakinkan untuk saat ini. Di lain pihak, Baker Hughes menyebutkan, perusahaan energi AS menambah operasi rig minyaknya sebanyak 3 unit menjadi 857 rig, pada pekan lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 16 sen menjadi USD66,41 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 47 sen menjadi USD56,04 per barel.
Harga emas di pada sesi perdagangan kemarin ditutup menguat didorong meningkatnya optimisme untuk kesepakatan perdagangan AS-China. Resolusi perdagangan kemungkinan akan meningkatkan nilai yuan dan pada gilirannya mendongkrak permintaan dari China. Investor menantikan risalah pertemuan kebijakan The Fed Januari lalu, pada Rabu besok, untuk mendapatkan kejelasan tentang kenaikan suku bunga tahun ini. Harga emas sempat menembus USD1.327,64 per ounce, level tertinggi sejak 25 April. Di antara logam mulia lainnya, platinum bergeming di posisi USD802 per ounce, sedangkan perak naik 0,2 persen menjadi USD15,80 per ounce. Palladium melonjak 1,8 persen menjadi USD1.457 mencetak rekor tertinggi, karena defisit pasokan yang berkelanjutan.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.326,15 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,6% menjadi USD1.329,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author