Bursa Sore: Market Regional Tumbang, Laju IHSG Terhadang

Bursa Sore: Market Regional Tumbang, Laju IHSG Terhadang

Posted by Written on 15 February 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) makin tergerus tajam pada akhir perdagangan hari Jumat (15/2). IHSG melemah -0,48 persen (-31 poin) ke level 6.389.

Indeks LQ45 -0,58% ke 994. Indeks IDX30 -0,57% ke level 547. IDX80 -0,5% ke 142. Indeks JII -0,46% ke 693.Indeks Kompas100 -0,54% ke 1.299. Indeks Sri Kehati -0,49 persen ke 386 dan Indeks SMInfra18 -0,45 persen ke level 323.

Saham-saham teraktif: EXCL,BMTR, BHITWSKTBNLIERAAMNCN

Saham-saham top gainers: 
EXCLMNCNBRPTLPPFCPINSRILMEDC

Saham-saham top losers: 
BBCAKLBFICBPPWONBBRIAKRATPIA

Nilai transaksi mencapai Rp8,69 triliun. Volume trading sebanyak 121,67 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp286,75 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,38% ke posisi Rp14.143 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia menyusut pada perdagangan hari Jumat (15/2), tergerus dari level tertinggi dalam 4 bulan terakhir setelah data perekonomian China meningkatkan kekhawatiran atas tekanan deflasi di negara tersebut.
MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham regional) bergerak melemah 1 persen.

Data penjualan ritel AS turun 1,2 persen di periode Desember. Penurunan ini adalah terburuk sejak September 2009. Analis pada lembaga State Street (Tokyo), Kazushige Kaida mengaku data ritel AS tersebut mengejutkan.

Analis pada lembaga Capital Economics, Julian Evans Pritchard menilai dengan deflasi sebagai di tingkat pabrikan yang kemungkinan makin dalam pada beberapa bulan ke depan, diperkirakan pembuat kebijakan di China akan menelurkan policy guna mengurangi tekanan finansial pada perusahaan antara lain pemotongan suku bunga kredit.

Di market Tokyo, Indeks Nikkei 225 berakhir di zona negatif. Indeks Topix drop 0,79 persen. Harga saham emiten unggulan yaitu Softbank Group tumbang 4,4 persen.

Pergerakan negatif terjadi di bursa Korsel seiring pelemahan Indeks Kospi sebesar 1,34 persen. Saham unggulan di bursa Korsel seperti Samsung Electronics dan SK Hynix melemah masing-masing 3,05 persen dan 4,65 persen.

Pasar saham China berada di zona negatif. Indeks Shenzhen Component drop 1,148 persen. Sementara Indeks Shanghai Composite juga melemah dan Shenzhen Composite drop -0,67 persen. Di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng berkutat di area negatif.

Pergerakan negatif market China terjadi setelah data inflasi periode Januari di China meleset dari ekspektasi, naik sebesar 1,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Konsensus para analis inflasi tersebut diperkirakan 1,9 persen.

Sedangkan Indeks ASX200 di bursa Australia bergerak naik sebesar 0,11 persen . Sektor energi yang melaju 0,76 persen seiring kenaikan harga minyak mentah global.

Di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 97,029 atau melemah dibanding posisi sebelumnya di level 97,2. 

Nilai tukar yen di posisi 110,44 terhadap dolar AS melemah dibanding posisi sesi pagi di level 110,25. Dolar Australia lesu pada posisi $0,7092 dari sesi sebelumnya di level $0,7107.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,13% ke level 20.900.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,87% di posisi 27.900.

Indeks Shanghai (China) -1,37% ke posisi 2.682.

Indeks Straits Time (Singapura) -0,41% ke 3.239.


Bursa Eropa

Market saham Eropa mixed di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (15/2) pagi waktu setempat. Pelaku pasar di bursa Eropa merespon data penjualan ritel di AS yang lebih rendah dari ekspektasi. Hal tersebut menaikkan keraguan terhadap daya tahan perekonomian AS.

Indeks DAX (Jerman) +0.0% di level 11.089.

Indeks FTSE (Inggris) -0,06% ke posisi 7.192.

Indeks CAC (Perancis) +0,02% ke level 5.063.


Minyak

Harga minyak Brent ke level tertinggi di tahun 2019 pada perdagangan sesi sore, hari Jumat (15/2) di pasar komoditas Asia. Brent menyentuh harga di atas USD65 per barel didorong oleh pengurangan suplai yang dimotori OPEC serta penutupan aktivitas sebagian ladang minyak lepas pantai terbesar di Arab Saudi.

Minyak WTI naik 15 sen ke harga USD54,56 per barel. Sedangkan minyak Brent juga melaju 0,3 persen sen ke posisi USD64,77 per barel (pukul 06:23 GMT). Harga minyak Brent sempat ke level USD65,10 melampaui level USD65 per barel untuk kali pertama tahun ini.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author