Bursa Pagi: Global-Regional Tertekan, IHSG Jenuh Jual Berpotensi Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Tertekan, IHSG Jenuh Jual Berpotensi Menguat

Posted by Written on 15 February 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (15/2) bursa saham Asia dibuka melemah, tertekan oleh penurunan sebagian besar indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang diwarnai kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,16% di tengah penurunan sebagian besar sektor. Saham sektor pertambangan dasar turun 0,2%. Namun indeks berbalik menguat 0,12% (7,10 poin) ke posisi 6.066,50 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 1,09% (-229,44 poin) ke level 20.910,27, setelah dibuka anjlok 1,26% diwarnai kemerosotan harga saham Softbank Group sekitar 1%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka merosot 0,99% dan berlanjut turun 0,97% menjadi 2.204,91.

Melanjutkan tren penurunan bursa saham Hongkong dibuka dengan kemerosotan indeks Hang Seng sebesar 0,67% (-190,61 poin) ke level 28.241,44. Indeks Shanghai Composite, China juga turun 0,25% menjadi 2.712,79.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks acuan di bursa saham global dan regional. IHSG kemarin berhasil keluar dari tekanan pelemahan dengan ditutup menguat tipis 0,01% di posisi 6.420.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih bergerak dalam rentang konsolidasi, berpeluang melanjutkan penguatan didukung rilis kinerja ekonomi dan keuangan emiten. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya pola bullish continuation di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, emas serta harapan investor akan membaiknya data neraca perdagangan di bulan Januari diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentangsupport di level 6.390 dan resistance di 6.460.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: AALI (Buy, Support: Rp13.300, Resist: Rp13.975), LSIP (Buy, Support: Rp1.380, Resist: Rp1.470), 

    GGRM (Buy, Support: Rp81.700, Resist: Rp84.300), PGAS (Buy, Support: Rp2.370, Resist :Rp2.550).

  • ETF : XPLC ( SELL , Support: Rp516, Resist: Rp522), XIJI ( SELL , Support: Rp709, Resist: Rp717), 

    XPES ( SELL , Support: Rp451, Resist: Rp459).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung melemah, terbebani oleh rilis laporan penjualan ritel AS yang mengecewakan dan laporan keuangan perusahaan yang variatif. Data penjualan ritel AS periode Desember anjlok 1,2% dari bulan sebelumnya, penurunan bulanan terbesar sejak September 2009. 

Konsumen AS menahan diri selama puncak musim belanja liburan, bertepatan dengan kejatuhan pasar saham kala itu. Analis mewaspadai penurunan tersebut juga berkaitan dengan government shutdown dan perang dagang AS-China.

Bloomberg News melaporkan Trump kemungkinan bersedia memperpanjang batas waktu 60 hari untuk menerpakan tarif tambahan terhadap impor China jika tidak mencapai kesepakatan dagang dengan Beijing. 

Saham Coca-Cola rontok 8,4% setelah merilis prospek 2019 yang mengecewakan. Cisco Systems melaju 1,9% karena merilis perkiraan pendapatan lebih baik dari ekspektasi dan memperbesar dividennya.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,41% (-103,88 poin) ke level 25.439,39.

  • S&P 500 menyusut0,27% (-7,30 poin) menjadi 2.745,73.

  • Nasdaq Composite naik tipis 0,09% (6,58 poin) di posisi 7.426,95.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melemah 0,19% menjadi USD25,99.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga tergelincir ke zona merah, merespons rilis pelemahan data ritel AS, setelah sempat melaju pada awal sesi. China melaporkan data perdagangan yang lebih kuat dari perkiraan, menawarkan sentimen positif kepada investor yang mengkhawatirkan penurunan ekonomi global. Perdana Menteri Inggris Theresa May dan anggota parlemen akan kembali memperdebatkan dan memberikan suara pada langkah-langkah selanjutnya dalam proses Brexit. Indeks STOXX 600 turun 0,32% menjadi 363,80.

Saham industri Eropa sempat melonjak lebih dari 1% didukung berita laporan keuangan yang positif. Airbus Prancis melesat lebih dari 2,6% setelah mengumumkan hasil kuartal IV yang lebih kuat dari perkiraan. Saham Micro Focus - perusahaan teknologi terbesar kedua di Inggris - melambung 12% dengan membukukan penurunan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Gerresheimer, Jerman melesat hampir 10% setelah melaporkan pertumbuhan hasil kuartal IV. Sebaliknya, Convatec, Inggris, longsor lebih dari 18% karena melaporkan penurunan laba usaha.

  • DAX 30 Franksfurt ditutup melorot 0,69% (-77,43 poin) ke level 11.089,79.
  • CAC 40 turun 0,23% (-11,75 poin) menjadi 5.062,52.

  • FTSE 100 London bertambah 0,09% (6,17 poin) ke posisi 7.197,01.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup turun terpukul oleh rilis data ritel AS periode Desember yang mencatatkan penurunan 1,2% (mtm), terbesar sejak September 2009. Penurunan tajam itu menunjukkan pelemahan laju belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga terhadap ekonomi AS, pada kuartal IV. Federal Reserve Atlanta merevisi turun ekspektasi tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal IV AS menjadi di bawah 2%. JPMorgan Chase & Co memangkas estimasi suku bunga Federal Reserve AS selama dua tahun ke depan, dengan hanya satu kenaikan pada tahun ini dan satu lagi di 2020. Euro menguat merespon eksepektasi perundingan dagang AS-China meskipun data ekonomi Jerman kuartal IV mandek dan Italiaa memasuki resesi. Indeks dolar, tolok ukur greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,16%, menjadi 96,978.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12960.0001+0.01%6:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2798-0.0005-0.04%6:23 PM
Yen (USD-JPY)110.510.03+0.03%6:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.77200.0116+0.17%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,090.0031.00+0.22%3:44 AM

Sumber : Bloomberg.com, 14/2/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, memasuki hari ketiga. Harga minyak Brent menembus level tertinggi tahun ini, namun agak tertahan oleh penurunan data belanja ritel AS menimbulkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Prospek ekonomi AS semakin redup oleh data lain yang menunjukkan peningkatan tak terduga dalam pengajuan klaim tunjangan pengangguran pada pekan lalu.

Kenaikan harga minyak juga didukung optimisme perundingan dagang AS-China. Harga minyak juga mendapat dukungan dari peningkatan mengejutkan ekspor China pada Januari dan kenaikan tajam dalam impor minyak mentah sebelum liburan Tahun Baru Imlek, Februari.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 82 sen (1,3%) menjadi USD64,43 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 51 sen (1,0%) menjadi USD54,33 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga berakhir variatif di tengah pelemaahan dolar merespon rilis data makro AS yang mengecewakan. Data penjualan ritel AS periode Desember mencatat penurunan terbesar dalam 9 tahun dan klaim pengangguran mingguan mengalami kenaikan. Investor juga mewaspadai kebuntuan di Washington mengenai pendanaan untuk dinding perbatasan dengan Meksiko, meskipun Kongres AS berusaha menghindari penutupan sebagian aktivitas pemerintah (government shutdown).

Kondisi tersebut mendukung ekspektasi bahwa The Fed akan bertahan pada sikap dovish dalam kebijakan moneternya. Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, terus mengalami tekanan, turun lebih dari 3% sepanjang bulan ini.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,45% menjadi USD1.311,96 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS turun USD1,20 (-0,1%) menjadi USD1.313,9 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author