Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, Tekanan Penurunan Bayangi Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, Tekanan Penurunan Bayangi Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 14 February 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (14/2), dibuka bervariasi, meredam tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang dipicu oleh optimisme kelanjutan perundingan dagang AS-China. Presiden China Xi Jinping dijadwalkan akan menemui pimpinan delegasi perdagangan AS secara pribadi di Beijing pekan ini.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik 0,24%, kendati harga saham sektor keuangan tergelincir 0,3%. Penguatan indeks berlanjut 0,27% (16,20 poin) ke level 6.079,80 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat tipis 0,02% (4,52 poin) di posisi 21.149,00, setelah dibuka cenderung mendatar, pascarilis data pertumbuhan PDB Jepang sebesar 1,4% pada kuartal IV-2018. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,6%, dan berlanjut turun 0,47%menjadi 2.191,12.

Memperkuat tekanan penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,36% (-101,19 poin) ke level 28.396,40 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga turun, 0,20% menjadi 2.715,54.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham Asia yang bervariasi, setelah gagal keluar dari teritori negatif pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melemah 0,11% menjadi 6.419. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini, masih berpeluang menguat, didukung rilis data kinerja emiten yang diperkirakan cukup bagus.

Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya pola bullish inside di area jenuh beli, sehingga berpotensi rebound. Namun tekanan konsolidasi yang sudah menembus batas bawah, terus membayangi pergerakan indeks.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berlanjutnya penguatan indeks bursa global seiring dengan harapan tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika dan Cina diprediksi akan memberikan sentimen positif untuk indeks. Sementara itu kenaikan beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, timah, batu bara diprediksi akan turut menambah katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.380 dan resistance di 6.460.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ANTM (Buy, Support: Rp970, Resist: Rp1.050), INCO (Buy, Support: Rp3.600, Resist: Rp3.710), SMGR (Buy, Support: Rp12.350, Resist: Rp13.000), GGRM (Buy, Support: Rp82.000, Resist :Rp83.150).

  • ETF : XMTS (Buy on Weakness, Support: Rp532, Resist: Rp536), XPID (Buy on Weakness, Support: Rp543, Resist: Rp549), XPDV (Buy on Weakness, Support: Rp496, Resist: Rp502).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, memasuki sesi kedua berturut-turut, investor menyambut sinyal positif perundingan dagang AS-China. Pasar mengharapkan perundingan pejabat tinggi AS-China di Beijing pekan ini akan membantu mencegah penerapan tarif baru oleh AS. Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mempertimbangkan penundaan penerapan tarif baru setelah 1 Maret. 

Presiden China Xi Jinping dikabarkan akan bertemu secara pribadi dengan delegasi AS di Beijing, untuk membuat kemajuan dalam kesepakatan.

Produksi OPEC yang lebih rendah mendorong harga minyak dunia, mendongkrak harga saham terkait minyak. Saham Exxon Mobil melonjak 1,1% dan Apache melesat 3,8%. Sementara itu, saham Teva Pharmaceutical Industries anjlok 7,8% setelah melaporkan kerugian USD2,4 miliar di 2018. Hotel Hilton Worldwide melambung 6,5% karena memproyeksikan kenaikan laba 2019. Harga saham Freeport-McMoRan melejit hampir 7%, setelah Morgan Stanley menyebutkan kemungkinan rebound harga tembaga.

  • Dow Jones Industrial Average nailk 0,46% (117,51 poin) menjadi 25.543,27.

  • S&P 500 bertambah 0,3% (8,30 poin) ke posisi 2.753,03.

  • Nasdaq Composite naik tipis 0,08% (5,76 poin) di level 7.420,38.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,88% menjadi USD26,04.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup lebih tinggi, didukung optimisme bahwa AS dan China mampu menyelesaikan sengketa perdagangan mereka. Indeks STOXX 600 naik 0,6% menjadi 364,97, dipimpin kenaikan hrga saham berbasis sumber daya alam, melonjak hampir 2%. Saham sektor perjalanan dan wisata juga melesat, dipimpin saham Kindred Group Swedia sebesar 7,5%, setelah merilislonjakan jumlah pelanggan aktif pada kuartal IV-2018, tertinggi sepanjang masa .

Saham Osram Licht, Jerman melambung lebih dari 14% setelah mengonfirmasi laporan kemungkinan pengambilalihan bersama dengan Bain Capital dan Carlyle Group. Sementara itu, ABN Amro terpuruk hampir 7% karena melaporkan pendapatan kuartal IV jauh di bawah ekspektasi. Indeks harga konsumen Inggris pada Januari naik 1,8% (yoy), terendah dalam dua tahun, setelah naik 2,1% akhir tahun lalu. Perkiraan produksi industri zona euro lebih lemah dari perkiraan pada Desember. Output barang modal turun 0,9% (mtm),atau anjlok 4,2% (yoy).

  • DAX 30 Frankfurt bertambah 0,37% (41,14 poin) menjadi 11.167,22.

  • CAC 40 Paris naik 0,35% (17,92 poin) ke posisi 5.074,27.

  • FTSE 100 London melaju 0,81% (57,70 poin) ke level 7.190,84.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat moderat, setelah rilis indikator inflasi, tidak termasuk harga energi, yang menguat. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari tidak berubah untuk bulan ketiga berturut-turut, tertahan oleh harga bensin yang lebih murah. 

IHK inti, tidak termasuk harga pangan dan energi yang volatile, naik 0,2% meningkat dengan margin yang sama untuk bulan kelima berturut-turut.

Dalam periode 12 bulan terakhir, IHK inti naik 2,2% untuk bulan ketiga berturut-turut, mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneter. Indeks dolar, tolok ukur greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,43% menjadi 97,129.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1260-0.0001-0.01%6:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28490.0003+0.02%6:23 PM
Yen (USD-JPY)110.98-0.03-0.03%6:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.7604-0.0136-0.20%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,059.00-8.50-0.06%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 13/2/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, setelah eksportir minyak terbesar, Arab Saudi, mengatakan akan memangkas ekspor dan menurunkan produksi hingga di bawah 10 juta barel per hari mulai Maret nanti. Pembatasan AS terhadap sektor energi Venezuela telah melumpuhkan ekspor dan berpotensi menghapus pasokan sekitar 330.000 barel per hari pada tahun ini.

Tapi membengkaknya stok minyak AS menahan kenaikan harga minyak. Badan Informasi Energi menyebutkan, persediaan minyak mentah AS pekan lalu naik 3,6 juta barel, level tertinggi sejak November 2017, karena aktivitas pengilangan jatuh ke titik terendah sejak Oktober 2017, meski impor melemah. Produksi minyak mentah domestik tetap pada level tertinggi untuk pekan kelima berturut-turut.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 80 sen (1,5%) menjadi USD53,90 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik USD1,19 (1,9%) menjadi USD63,61 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange sempat melesat ke level tertinggi lebih dari sepekan, di posisi USD1.318,12 per ounce, di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan bersabar untuk menahan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Harga ETF emas meningkat sekitar 5% sejak pertengahan Agustus, mengikuti kenaikan harga emas sekitar 13% pada periode yang sama. Namun, arus masuk dana ke SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, terus menyusut, turun sekitar 3% sepanjang bulan ini setelah empat kali kenaikan bulanan berturut-turut.

Pejabat The Fed mengindikasikan bahwa mereka akan mendukung jeda kenaikan suku bunga untuk menilai dampaknya terhadap perekonomian. Laju indeks harga konsumen AS pada Januari, relatif tidak berubah untuk bulan ketiga berturut-turut, yang dapat memungkinkan The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk sementara waktu.

  • Harga emas di pasar spot naik tipis 0,04% menjadi USD1.310,99 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD1,10 (0,1%) menjadi USD1.315,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author