Bursa Sore: Market Ragukan Resolusi Konflik Dagang, IHSG Tertahan

Bursa Sore: Market Ragukan Resolusi Konflik Dagang, IHSG Tertahan

Posted by Written on 08 February 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) parkir di zona merah pada akhir perdagangan hari Jumat (8/2). IHSG terpangkas -0,23 persen (-15 poin) ke level 6.521.

Indeks LQ45 -0,50% ke 1.027. Indeks IDX30 -0,43% ke level 564. IDX80 -0,61% ke 147. Indeks JII -0,63% ke 717. Indeks Kompas100 -0,37% ke 1.335. Indeks Sri Kehati -0,4 persen ke 400 dan Indeks SMInfra18 -1,00 persen ke level 333.

Saham top gainer: LPPFMNCNPGASINDFWIKAHMSPICBP

Saham-saham top loser: BBCAPTBAAKRAGGRMASIIBSDE

Saham Teraktif: FRENKBLIUNTRANTMSQMICSISADRO

Nilai transaksi mencapai Rp8,24 triliun. Volume trading sebanyak 138,81 miliar saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp205,27 miliar.

Nilai tukar rupiah naik tipis +0,01% ke posisi Rp13.969 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak melemah pada perdagangan hari Jumat (8/2) karena para investor khawatir tentang perlambatan ekonomi global yang meluas. Sentimen tidak terlalu membantu dengan ketiadaan sinyal baik bagi resolusi positif konflik dagang AS dan China.

Indeks Asia Pacific (benchmark pasar saham Asia dan Pasifik) bergerak di zona merah, turun 0,5 persen.

Komisi Uni Eropa pada Kamis pekan ini memangkas secara tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa di tahun ini dan tahun depan. Ini pemicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global meluas sampai kawasan Eropa seiring investor dan dunia bisnis bergulat pada sentimen konflik dagang.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak berencana bertemu Presiden China Xi Jinping sebelum batas waktu untuk mencapai kesepakatan damai konflik dagang pada 1 Maret.

Analis Kapstream Capital, Steve Goldman menilai dalam jangka pendek mengapa masih ada konflik dagang AS dan China lebih karena pollingnya Donald Trump. Menurutnya di sebagian negara bagian, retorika konflik dagang berperan sangat baik. Ini mendukung polling (dukungan) kepada Trump. "Dan sejauh ini terus berlanjut dan seperti itu terjadi bahwa Trump tidak benar-benar memiliki insentif besar untuk menyelesaikan ini," ujarnya.

Bursa saham Hong Kong kembali aktif setelah libur panjang hari Raya Imlek. Indeks Hang Seng langsung tumbang 0,18 persen pasca libur.

Sementara di pasar saham Tokyo, Indeks Nikkei 225 juga tertekan. Nikkei melemah 2,01 persen dan Indeks Topix drop 1,89 persen. Pelemahan juga terjadi di pasar saham Korsel setelah Indeks Kospi turun signifikan 1,2 persen.

Sedangkan Indeks ASX200 di bursa Australia ada zona merah, turun 0,34 persen. Sektor energi menjadi yang paling tertekan, sebesar 2,63 persen seiring pelemahan yang terjadi di pasar komoditas minyak. Emiten energi seperti Santos, harganya turun 4,37 persen. Woodside Petroleum drop 1,67 persen dan Beach Energy tumbang 9,67 persen.

Di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,593 atau menguat dibanding posisi sebelumnya di level 96,400. 

Nilai tukar yen di posisi 109,71 terhadap dolar AS atau menguat dibanding posisi sesi kemarin di level 110. Dolar Australia pada posisi $0,7097 melanjutkan pelemahan setelah turun dari level $0,7260 pada perdagangan Rabu.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (8/2) pagi waktu setempat. Kekhawatiran dampak konflik dagang AS dan China muncul kembali di kalangan para pelaku pasar.

Indeks DAX (Jerman) -0,23% ke level 10.996

Indeks FTSE (Inggris) -0,01% di posisi 7.092

Indeks CAC (Perancis) +0,01% pada level 4.985


Minyak

Harga minyak melemah pada perdagangan sesi sore, hari Jumat (8/2) di pasar komoditas Asia. Posisi harga tertarik turun oleh kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global walaupun pemangkasan suplai yang dimotori OPEC dan sanksi AS terhadap ekspor minyak Venezuela memberikan dukungan kepada pasar komoditas minyak.

Minyak WTI drop 47 sen ke harga USD52,17 per barel (pukul 07:55 GMT). Sedangkan minyak Brent juga melemah 48 sen ke harga USD61,15 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author