Bursa Sore: IHSG Lesu Di Tengah Kabar Pelemahan Investasi Asing

Bursa Sore: IHSG Lesu Di Tengah Kabar Pelemahan Investasi Asing

Posted by Written on 07 February 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terjebak di zona merah pada akhir perdagangan hari Kamis (7/2). IHSG terpangkas -0,17 persen (-12 poin) ke level 6.536.

Indeks LQ45 -0,25% ke 1.033. Indeks IDX30 -0,20% ke level 567. IDX80 -0,29% ke 148. Indeks JII -0,57% ke 722. Indeks Kompas100 -0,29% ke 1.340. Indeks Sri Kehati -0,10 persen ke 401 dan Indeks SMInfra18 -0,37 persen ke level 336.

Saham top gainer: ELSAWSBPBMRIKLBFINTPJSMRPTBA

Saham-saham top loser: BBCAUNTRGGRMHMSPBBNIUNVRASII

Saham Teraktif: FRENANTMWIIMCSISWSBP,ERAABWPT

Nilai transaksi mencapai Rp9,05 triliun. Volume trading sebanyak 166,85 miliar saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp372,85 triliun.

Gerak IHSG terjadi di tengah kabar realisasi investasi asing (Penanaman Modal Asing/PMA) di Indonesia turun 8,8 persen (YoY) dari Rp430,5 triliun menjadi Rp392,7 triliun

Nilai tukar rupiah melemah -0,35% ke posisi Rp13.971 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak menguat pada perdagangan hari Kamis (7/2). Giliran market saham Australia yang menjadi lokomotif penguatan.

Pergerakan pasar saham Asia secara umum masih cerah di tengah suasana libur market China dan ketiadaan sentimen data penting ekonomi. MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur pasar saham Asia Pasifik) menguat 0,1 persen.

Indeks ASX200 di bursa Australia menguat 1,2 persen di tengah ekspektasi pelonggaran moneter di negara tersebut setelah bank sentral mengubah kebijakan ketat sebelumnya.

Namun pasar saham Tokyo bergerak dalam tekanan. Indeks Nikkei 225 melemah 0,26 persen. Indeks Topix turun 0,83 persen. Saham unggulan di bursa Tokyo seperti Fast Retailing melemah 2,70 persen. Namun emiten papan atas lain, Softbank Group naik 17.73 persen seiring aksi korporasi buyback saham senilai USD5,46 miliar. Buyback tersebut menjadi yang terbesar di bursa saham Jepang.

Pemicu penting selanjutnya bagi market akan ada dari terobosan negosiasi konflik dagang AS-China saat kedua negara menggelar meeting di Beijing pekan depan.

"Para pemodal terus mencari kejelasan situasi konflik dagang AS dan China karena perdagangan harian melayang-layang tanpa disertai update progres dan selanjutnya pasar menjadi cemas dan makin cemas," kata Nick Twidale, Analis pada Rakuten Securities (Australia).

Indeks Kospi di pasar saham Korsel melandai ke level 2.203,42 setelah sempat menguat di sesi pagi. Saham emiten unggulan, SK Hynix naik 1,05 persen.

Saham-saham banking di bursa Australia seperti ANZ Banking Group menguat 1,7 persen. Commonwealth Bank of Australia naik 2,01 persen. Westpac naik 1,93 persen. National Australia Bank melaju 1,26 persen.

Di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,421 atau menguat dibanding posisi perdagangan kemarin di level 96,00. Nilai tukar yen di posisi 109,96 terhadap dolar AS atau melemah dibanding posisi sesi sebelumnya di level 109,54. Dolar Australia pada posisi $0,7103 melemah tajam dibandingkan dengan posisi kemarin pada level $0,725.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (7/2) pagi waktu setempat. Para pemodal di bursa Eropa mencermati data kinerja emiten terbaru yang membingungkan.

Indeks DAX (Jerman) -0,55% ke level 11.261.

Indeks FTSE (Inggris) -0,22% di posisi 7.157.

Indeks CAC (Perancis) -0,16% pada level 5.070.


Komoditas Minyak

Harga minyak tertekan pada perdagangan sesi sore, hari Kamis (7/2) di pasar komoditas Asia. Tekanan harga terjadi setelah persediaan minyak AS naik serta produksi minyak AS mencetak rekor tertinggi lagi.

Akan tetapi pasar komoditas minyak mendapat sokongan katalis positif dari pemangkasan suplai yang dimotori OPEC serta sanksi AS terhadap ekspor minyak Venezuela. Minyak WTI drop 35 sen ke harga USD53,66 per barel (pukul 07:44 GMT). Sedangkan minyak Brent melemah 39 sen ke harga USD62,30 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author