Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, IHSG Menguat Berpotensi Koreksi Minor

Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, IHSG Menguat Berpotensi Koreksi Minor

Posted by Written on 04 February 2019


Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (4/2), bursa saham Asia dibuka bervariasi setelah rilis indeks PMI Caixin/Markit China periode Januari sebesar 53,6, lebih rendah dibanding sebulan sebelumnya sebesar 53,9. Bursa saham China dan Korea Selatan hari ini tutup menyambut Tahun Baru Imlek.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,21% namun dengan cepat berbalik menguat 0,4% pada awal sesi perdagangan. Pelemahan indeks terjadi setelah komisi pengawas perbankan dan jasa keuangan Australia merilis laporan yang merekomendasikan perubahan ekstensif pada sektor perbankan. Indeks berlanjut naik 0,46% (26,10 poin) menjadi 5.888,90 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,48% (100,25 poin) ke level 20.888,64, setelah dibuka naik 0,43%. Harga saham Sony rontok lebih dari 8% karena memangkas proyeksi penerimaan dan penurunan penjualan kamera dan smartphone.

Melanjutkan tren penguatan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka bertambah 0,20% (54,68 poin) menjadi 27.985,42 pada pukul 8:35 WIB.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks saham Asia yang variatif cenderung menguat, setelah berhasil keluar dari tekanan jual pada sesi perdagangan pekan lalu, dan ditutup menguat tipis 0,09% ke posisi 6.535. Sejumlah analis berpendapat, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat didukung sejumlah data ekonomi yang positif. Namun secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya kemungkinan koreksi minor dengan kondisi jenuh beli.

TIm Riset Indo Premier berpendapat,bervariasinya indeks di bursa Wall Street dan menguatnya indeks di bursa regional, seiring dengan data ketenagakerjaaan ASyang lebih baik dari ekspektasi sehinggameredakan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global, diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah dan konsistennya pergerakan rupiah di bawah level psikologis Rp14.000 akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 6.500 dan resistance di 6.580.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : INTP (Buy, Support: Rp19.400, Resist: Rp20.300), CPIN (Buy, Support: Rp7.425, Resist: Rp8.000), ISAT (Buy, Support: Rp2.750, Resist: Rp3.100), PWON (Buy, Support :Rp650, Resist :Rp680).

  • ETF : R-LQ45X (Buy, Support: Rp1.077, Resist: Rp1.094), XPID (Buy, Support: Rp561, Resist: Rp569), 
  • XPDV (Buy, Support: Rp518, Resist: Rp524).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan kenaikan, didukung rilis kenaikan data ketenagakerjaan AS periode Januari sebanyak 304.000 yang melebihi perkiraan sebesar 170.000. 

Indeks Dow Jones menguat ditopang lompatan harga saham Chevron dan Exxon Mobil lebih dari 3%, karena melaporkan kinerja laba yang lebih baik dari ekspektasi. Merck melaju 2,7% setelah melaporkan kenaikan keuntungan dan penerimaan yang lebih baik dari estimasi.

Sebaliknya, Amazon terperosok 5,38% meskipun membukukan keuntungan dan penerimaan yang lebih baik pada kuartal IV lalu. Cigna Corp anjlok 2,88% karena prospek laba dan pendapatan industri asuransi pada 2019 yang dibawah estimasi. Sudah 45% perusahaan di S&P 500 yang melaporkan kinerjanya musim ini, dan 68.1% di antaranya melebihi ekpsektasi. Para pelaku pasar terus memantau kemungkinan pertemuan tingkat tinggi AS-China untuk menyelesaikan negosiasi konflik dagang.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,26% (64,22 poin) ke level 25.063,89.

  • S&P 500 menguat 0,09% (2,43 poin) ke posisi 2.706,53

  • Nasdaq Composite bertambah 0,25% (17,87 pin) menjadi 7.263,87.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,79% menjadi USD27,46.

Bursa saham utama Eropamengakhiri pekan lalu di zona hijau, terpengaruh oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang menguat dan optimisme perundingan dagang AS-China, mengalahkan pelemahan kinerja laba emiten bank serta data makro ekonomi zona Eropa yang suram. Indeks Stoxx 600 naik 0,29% menjadi 359,71, memperpanjang rally memasuki pekan kelima secara beruntun.

Kabar bahwa Presiden ASDonald Trump akan segera bertemu Presiden Xi Jinping untuk menyelesaikan masalah konflik dagang secara menyeluruh memicu harapan kedua negara mengakhiri konflik. Saham Electrolux melesat 10%. JCDecaux melonjak 5,5% karena membukukan kenaikan pendapatan. Saham Metro Bank melejit 10,4 persen, namun indeks harga saham perbankan melorot, terseret penurunan harga saham Deutsche Bank sebesar 0,59%. Thyssenkrupp naik 2,7%. Inflasi di 19 negara zona euro Januari lalu, tergelicir menjadi 1,4% dari 1,6%.

  • DAX 30 Frankfurt naik tipis 0,07% (7,56 poin) di posisi 11.180,66.
  • FTSE 100 London melaju 0,74% (51,37 poin) ke level 7.020,22.

  • CAC 40 Paris naik 0,53% (26,54 poin) menjadi 5.019,26.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup cenderung stganan, setelah rilis data penggajian non pertanian AS untuk Januari menunjukkan inflasi upah sangat rendah. Kondisi ini menegaskan bahwa Federal Reserve AS perlu bersabar untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Greenback sempat melesat lebih tinggi setelah rilis kenaikan lapangan kerja yang kuat, tetapi dengan cepat kembali melorot karena para analis mengutip angka pendapatan rata-rata per jam, yang naik hanya 0,1%, lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 0,3%.Ekonomi AS menciptakan 304.000 pekerjaan baru, tertinggi dalam 11 bulan, namun demikian tingkat pengangguran naik ke level tertinggi 7 bulan sebesar 4,0%. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun tipis 0,01% menjadi 95,571.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.14560.0008+0.07%
Poundsterling (GBP-USD)1.3079-0.003-0.23%
Yen (USD-JPY)109.500.61+0.56%
Yuan (USD-CNY)6.74220.0461+0.69%
Rupiah (USD-IDR)13,947.50-25.00-0.18%

Sumber : Bloomberg.com, 1/2/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan akhir pekan lalu ditutup melaju sekitar 3% secara harian maupun mingguan, setelah munculnya optimisme data lapangan kerja AS yang mendorong ekspektasi terhadap permintaan energi. Harga minyak dan Brent North Sea di London ICE Futures Exchanges naik 2% dibanding akhir pekan sebelumnya.

Pasar terus memperhitungkan dampak sanksi USA terhadap ekspor minyak Venezuela yang memperketat pasokan minyak. Pemangkasan produksi oleh Arab Saudi dan penurunan produksi minyak Libya ikut menekan sentimen pasar. Baker Hughes menyebutkan jumlah aktvitas pengeboran minyak AS turun 15 unit hingga 1 Februari lalu, menjadi 847 rig, terendah sejak Mei 2018.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,47 (2,7%) menjadi USD55,26 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,91 (3,1%) menjadi USD62,75 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri pekan lalu dengan melemah, terbebani oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang kuat, namun secara mingguan, harga emas naik dua pekan berturut-turut dilambungkan oleh sinyal the Fed yang akan menghentikan kenaikan suku bunga. 

Analis mengatakan tekanan yang terjadi belakangan ini karena kombinasi faktor data lapangan kerja yang sangat kuat walaupun terjadi government shutdown, serta data manufaktur AS yang juga menguat. Harga emas juga telah menguat pada sepanjang pekan ini, naik di atas level USD1.300, sehingga terjadi aksi profit taking.

  • Harga emas pasar spot turun 0,23% ke harga USD1.317,56 per ons.

  • Harga emas di pasar berjangka turun USD3,10 menjadi USD1.322,10 per ons.

(AFP, CNBC , Reuter)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author