Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Bullish Dibayangi Profit Taking

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Bullish Dibayangi Profit Taking

Posted by Written on 01 February 2019


Ipotnews - Memasuki Februari, di pengujung pekan, Jumat (1/2), bursa saham Asia dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, didukung optimisme terhadap kelanjutan perundingan dagang AS-China. Presiden AS Donald Trump mengharapkan kesepakatan dagang AS-China dapat tercapai sebelum tenggat Maret nanti.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka menguat 0,17%. Laju indeks tertahan oleh penurunan harga saham sektor keuangan sebesar 0,16%. Penguatan indeks berlanjut menipis 0,04% (2,10 poin) di posisi 5.866,80 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 0,50% (103,65 poin) ke level 20.877,14, didukung laju harga saham Fast Retailing sebesar 0,9%, di tengah kejatuhan 4,9% harga saham Nintendo. Indeks Kospi juga dibuka naik 0,36% dan berlanjut menguat 0,40% menjadi 2.213,62.

Memperkuat tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melompat 0,90% (250,81 poin) ke level 28.193,28 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,51% ke posisi 2.597,78.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderungan penguatan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil menembus level 6.500 pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melaju 1,06 persen ke level 6.532. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguatdidukung rilis data ekonomi BPS yang diprediksi positif, dan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi bullish continuation di area jenuh belinamun terbukanya gap setelah menembus 6.500, berisiko memicu profit taking.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pernyataan Donald Trump yang mengharapkan tercapainya kesepakatan dagang dengan China dan menguatnya beberapa harga komoditas seperti nikel, timah, serta emas diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks. Selain itu laporan kinerja emiten yang mulai dirilis dan berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 6.485 dan resistance di 6.580.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : WSKT (Buy, Support: Rp1.905, Resist: Rp2.040), BBNI (Buy, Support: Rp8.975, Resist: Rp9.175), ELSA (Buy, Support: Rp360, Resist: Rp368), GGRM (Buy, Support :Rp83.000, Resist :Rp84.300).

  • ETF : XPSG (Buy, Support: Rp464, Resist: Rp478), XIIC (Buy, Support: Rp1.186, Resist: Rp1.210), 

    XDIF (Buy, Support: Rp508, Resist: Rp524).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup cenderung menguat, dengan menyisakan indeks Dow Jones di teritori negatif. Kendati demikian, Dow melonjak 7,2% sepanjang Januari, S&P melompat 7,87% dan Nasdaq melesat 9,7% dibanding bulan sebelumnya. Saham Facebook melambung 10,8% setelah merilis laporan keuangan. Saham General Electric melejit 11,7%. Sebaliknya, sebagian besar saham bank besar berguguran;JPMorgan Chase anjlok 0,9%, Bank of America rontok 2,1%. Saham DowDupont longsor 9,2% dan Microsoft anjlok 1,8%.

Pasar saham juga terangkat oleh pernyataan Trump yang memuji kemajuan "luar biasa" dalam negosiasi perdagangan AS-China, yang digelar selama dua hari terakhir di Washington. Sementara itu surat dari pemimpin China, Xi Jinping, kepada Trump yang dibacakan oleh delegasi China, Xi mengatakan hubungan kedua negara berada pada tahap "kritis" dan berharap "kedua pihak akan terus bekerja dengan rasa saling menghormati."

  • Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,06% (-15,19 poin) di posisi 24.999,67.

  • S&P 500 melaju 0,86% (10,23 poin) ke level 2.704,10.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,37% (74,98 poin) ke level 7.281,74.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,65% menjadi USD27,68.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir variatif di tengah kejatuhan saham perbankan, laporan keuangan terbaru dan kekhawatiran seputar pertumbuhan ekonomi. Indeks Stoxx 600 naik tipis 0,04% menjadi 358,67, terseret kejatuhan harga saham sektor perbankan sebesar 2%. Saham Metro Bank terjungkal 11%, karena laporan temuan kesalahan akuntansi. Deutsche Bank dan Commerzbank, Jerman merosot sekitar 4% dan 7%, setelah muncul laporan kemungkinan merger pada pertengahan 2019 jika upaya restrukturisasi gagal mencapai target.

Sebaliknya, harga saham sektor minyak dan gas memimpin kenaikan, dimotori lonjakan harga saham Shell hampir 4% setelah melaporkan lonjakan laba ke level tertinggi 4 tahun. Saham Ferrari melambung 11% denganmembukukan kenaikan pendapatan 6%. Kantor Statistik Eropa mencatat, zona euro tumbuh 0,2% pada kuartal terakhir 2018, dan 1,2% sepanjang 2018, laju pertumbuhan terendah dalam empat tahun. Pejabat UE menegaskan tidak akan membuka kembali Withdrawal Agreement, seperti yang diminta beberapa anggota parlemen Inggris.

  • FTSE 100 London naik 0,39% (27,22 poin) menjadi 6.968,85.

  • CAC 40 Paris menguat 0,36% (17,96 poin) ke posisi 4.992,72.

  • DAX 30 Frankfurt melemah 0,08% (-8,56 poin) di level 11.173,10.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat. Euro tergelincir dari level tertinggi tiga pekan terhadap dolar, setelah Presiden Bundesbank dan anggota Dewan Bank Sentral Eropa, melukiskan gambaran suram ekonomi Jerman. Kendati demikian, pasar menilai sikap optimistis The Fed terhadap ekonomi AS secara umum telah berubah.

Jelang laporan penggajian non-pertanian AS periode Januari, para ekonom memperkirakan kenaikan jumlah lapangan kerja sebesar 165.000, turun dari 312.000 pada Desember. Indeks Dolar AS, tolok ukur greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,25% menjadi 95,578. Selama dua bulan terakhir, indeks dolar melorot sekitar 1,7%, kinerja dua bulan terburuk dalam setahun.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1446-0.0002-0.02%6:18 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3104-0.0005-0.04%6:18 PM
Yen (USD-JPY)108.86-0.03-0.03%6:18 PM
Yuan (USD-CNY)6.6961-0.0204-0.30%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,972.50-158.50-1.12%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 31/1/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak berlawanan arah. Harga minyak WTI ditutup melemah, karena ketidakpastian hasil perundingan dagang AS-China yang mengalahkan berita positif tentang pemotongan produksi dan kebijakan moneter AS di awal sesi. Trump mengatakan AS akan mencapai kesepakatan perdagangan yang sangat besar dengan China atau "menundanya".

Sementara itu, hasil survei Reuters mengindikasikan pasokan minyak OPEC merosot pada Januari, terbesar dalam dua tahun, setelah melakukan pengurangan pasokan efektif mulai 1 Januari. Sanksi AS pada BUMN minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA), pekan ini, juga memicu gangguan pasokan.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 44 sen menjadi USD53,79 per barel.

  • Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, naik 24 sen menjadi USD61,89 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup relatif stabil, setelah sebelumnya melesat ke level tertinggi dalam sembilan bulan, pasca rapat kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga. Namun sepanjang Januari ini, harga emas di pasar spot sudah melonjak lebih dari 3%.

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, melambung 4,6 persen sepanjang Januari, kenaikan bulanan terbesar sejak September 2017. Permintaan global untuk emas naik empat persen tahun lalu, karena pembelian bank sentral melonjak ke level tertinggi sejak 1967, kata Dewan Emas Dunia.

  • Harga emas di pasar spot bergeming di posisi USD1.319,36 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD9,70 menjadi USD1.325,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author