Pelemahan Ekonomi China Menjalar ke Pasar Ekspor Asia

Pelemahan Ekonomi China Menjalar ke Pasar Ekspor Asia

Posted by Written on 30 January 2019


Ipotnews - Melemahnya perekonomian China mengguncang pasar ekspor di seluruh Asia, dan diperkirakan akan lebih banyak menimbulkan permasalahan.

Data ekspor Hong Kong dan Jepang, untuk bulan Desember menunjukkan penurunan tajam, karena gangguan rantai pasokan yang dipicu oleh ketegangan AS dan China. Perlambatan siklus ekonomi dunia, yang dipimpin oleh China, menghantam negara-negara yang bergantung pada perdagangan.

Pada Januari ini diperkirakan akan makin banyak berita buruk yang menular dari China. Indikator awal Bloomberg Economics mengindikasikan, "ekonomi China periode Januari akan melambat lebih lanjut bulan ini. Indeks pembelian manajer (PMI) China yang akan dirilis Kamis besok, diperkirakan akan memperlihatkan adanya penurunan lain dalam output pabrik," tulis Bloomberg, Rabu (30/1).

Rilis indeks PMI Nikkei untuk tujuh negara Asia hingga Jumat nanti, empat diantaranya sudah menunjukkan adanya kontraksi atau kurang dari setengah poin dari batas kontraksi. Sebuah survei bisnis terpisah pada Rabu ini menunjukkan bahwa kepercayaan produsen Korea Selatan untuk periode Februari berada pada tingkat paling rendah sejak krisis keuangan global satu dekade lalu.

Penurunan ekspor Hong Kong yang lebih buruk dari perkiraan mencerminkan penurunan permintaan yang lebih luas dari negara Asia lainnya, terutama Cina daratan. Perekonomian Singapura yang bergantung pada perdagangan, mencatatkan penurunan ekspor terbesar dalam lebih dari dua tahun. Sementara itu, Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, juga mencatatkan nilai ekspor yang terburuk sejak pertengahan 2017.

Rilis data ekspor Korea Selatan dan Taiwan pekan lalu juga memperlihatkan penurunan, diikuti Jepang yang membukukan penurunan kedua dalam empat bulan. Sedangkan data Januari Vietnam, dimana sektor perdagangan mendominasi produk domestik bruto negara itu, mengalami kontraksi ekspor sebesar 1,3 persen, kinerja terburuk dalam lima tahun.

Para ekonom memproyeksikan data perdagangan Malaysia akan dirilis hari Rabu, juga akan memperlihatkan perlambatan pertumbuhan ekspor lebih lanjut.

Di luar masalah perlambatan China, ekspor Asia tengah terpukul oleh melambatnya sektor teknologi. Sektor ini menjadi pendorong ekonomi di beberapa negara seperti Taiwan dan Singapura, selama beberapa tahun terakhir.
Analis Bloomberg Intelligence (BI) menyebutkan ada beberapa data ekonomi lainnya yang mengindikasikan pemburukan perekonomian Asia. Aktivitas kapal-kapal kecil pengangkut barang, yang merupakan "tunggangan" perdagangan global dan tidak hanya tergantung pada China, mencatatkan penurunan aktivitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kondisi tersebut, menurut analis BI Rahul Kapoor dan Chris Muckensturm, kemungkinan merupakan sinyal perlambatan aktivitas industrig lobal yang semakin dalam.

Sepuluh indikator kritis perdagangan global Bloomberg, menunjukkan dua sinyal merah, dengan kemungkinan beberapa tambahan lagi. Ekspektasi bisnis Jerman dan eksportir Cina tengah bersiap-siap untuk masuk ke teritori di bawah rata-rata.

Indikator lain dari pihak ketiga juga mengirimkan tanda-tanda peringatan untuk para eksportir dunia. Indeks ekspor Asia yang dibuat oleh analis Nomura Holdings Inc., yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran tiga bulan ke depan tentang pertumbuhan ekspor di Asia ex-Jepang, berada pada level terburuk sejak Oktober 2016. 

(Bloomberg/kk)

Sumber : Admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author