Bursa Sore: Suku Bunga Global Diperkirakan Stabil, IHSG Tak Terbendung

Bursa Sore: Suku Bunga Global Diperkirakan Stabil, IHSG Tak Terbendung

Posted by Written on 30 January 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) rebound dari zona merah pada perdagangan hari Rabu (30/1). IHSG melaju +0,43 persen (+27 poin) ke level 6.464.

Indeks LQ45 rebound +0,79% ke 1.023. Indeks IDX30 +0,79% ke level 562. Indeks JII +0,37% ke 718. Indeks Kompas100 naik 0,55% ke 1.328. Indeks Sri Kehati naik 0,8 persen ke 396 dan Indeks SMInfra 18 naik +0,77 persen ke leevl 330.

Saham top gainer: MEDCPGASINCOBJBRANTMUNVR dan EXCL

Saham-saham top loser: BBNIASIIBBCAITMGBKSL,AKRA dan JSMR

Saham Teraktif: MEDCPGASBMRITLKMANTMWSKTCPIN

Nilai transaksi mencapai Rp23,83 triliun. Volume trading sebanyak 161,76 miliar saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp14,32 triliun.

"Naiknya harga minyak mentah dan nikel serta aksi akuisisi oleh emiten menambah sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan," demikian ulasan Tim Riset Indo Premier Sekuritas.

Market juga menunggu putusan FMOC the Fed. Konsensus para analis memperkirakan fed fund rate (FFR) akan tetap bertahan di level 2,25 persen 2,50 persen. Sementara FFR diyakini akan naik lagi pada September 2019 atau berubah dari perkiraan semula pada Juni 2019.

Nilai tukar rupiah melemah -0,38% ke posisi Rp14.138 terhadap dolar AS. (04:00 pm).


Bursa Asia

Sebagian besar market saham Asia bergerak stabil pada perdagangan hari Rabu (30/1). Hal ini terjadi seiring sikap investor yang menunggu kebijakan the Fed yang sesuai terget. Para pemodal bursa regional juga menanti hasil-hasil negosiasi konflik dagang USA-China tingkat pejabat tinggi.

Indeks Asia Pacific (benchmark pasar saham Asia dan Pasifik) menguat 0,3 persen.

Di bursa saham China, Indeks Shanghai melemah 0,72 persen. Indeks Shenzhen Component drop 1,070 persen. Sedangkan Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong melaju 0,1 persen di menit-menit akhir jelang penutupan pasar.

Sementara itu koreksi terjadi di pasar saham Jepang. Indeks Nikkei 225 drop 0,52 persen dan Indeks Topix tertekan 0,41 persen. Pasar saham Korsel bergerak melaju setelah sempat turun di sesi pagi. Indeks Kospi naik 1,20 persen.

Pasar saham Australia melandai. Sektor energi berbalik menguat sehingga mendorong laju Indeks ASX200. Sektor material naik 1,7 persen. Harga saham Rio Tino naik 3,8 persen. Fortescue Metals Group nai, 7,16 persen. BHP Billiton naik 1,96 persen.

Di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 95,818 atau menguat dibanding level pada kemarin di posisi 95,6. Nilai tukar yen di posisi 109,29 terhadap dolar AS setelah melemah di posisi 109,44 saat sesi sebelumnya.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,52% ke 20.556.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,40% ke 27.642.

Indeks Shanghai (China) -0,72% ke 2.575.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (30/1) pagi waktu setempat. Para pemodal di Eropa wait and see target kebijakan the Fed dan hasl negosiasi dagang antara USD dengan China.
Indeks DAX (Jerman) -0,07% ke posisi 11.211.

Indeks FTSE (Inggris) +0,58% pada level 6.873

Indeks CAC (Perancis) +0,46 ke posisi 4.950.


Komoditas Minyak

Harga minyak stagnan pada perdagangan sesi sore, Rabu (30/1) di pasar komoditas Asia. Pergerakan harga ditopang oleh ketakutan terhadap pengurangan suplai setelah USA jatuhkan sanksi kepada industri tambang minyak Venezuela.

Minyak WTI ke harga USD 53,30 per barel (hingga pukul 07:48 GMT). Sedangkan minyak Brent flat ke harga USD61,32 per barel.


(cnbc/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author