Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Bearish Berpeluang Technical Rebound

Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Bearish Berpeluang Technical Rebound

Posted by Written on 30 January 2019


Ipotnews - Perdagangan saham di bursa Asia pagi ini (Rabu, 30/1) dibuka mixed melanjutkan tren pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang bervariasi, jelang dimulainya kelanjutan perundingan dagang tingkat tinggi AS-China, Rabu dan Kamis ini, serta rapat kebijakan The Fed.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik mendekati 0,4%, didukung lonjakan kenaikan harga saham perusahaan tambang dan pengolahan hasil tambang sebesar 2,6%. Indeks berlanjut menguat 0,15% (8,60 poin) menjadi 5.882,80 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menyusut 0,31% (-64,47 poin) menjadi 20.600,17, setelah dibuka turun 0,21% di tengah penguatan dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka berkurang 0,13% dan berlanjut melemah tipis 0,03%di posisi 2.182,63.

Melanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong sempat dibuka menguat 0,14%, namun berlanjut turun 0,31% (-85,13 poin) ke level 27.446,55 pada pukul 8:45 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga turun 0,30% menjadi 2.586,51.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal keluar dari tekanan pelemahan pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,34% menjadi 6.436. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan pola uptrend didukung capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi technical rebound, bergerak bearish dari area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya indeks bursa global dan regional serta dimulainya pembicaraan dagang antara China dan Amerika diprediksi akan memberikan sentimen positif di pasar. Di sisi lain terkoreksinya harga CPO dan batu bara serta penantian investor terkait hasil pertemuan the Fed diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di level 6.405 dan resistance di 6.470.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham: TLKM (Buy, Support: Rp3.780, Resist: Rp3.900), KLBF (Buy, Support: Rp1.590, Resist: Rp1.625), 

    TPIA (Buy, Support: Rp5.575, Resist: Rp5.825), BBRI (Buy on Weakness, Support :Rp3.610, Resist :Rp3.770)

  • ETF : XIIF (Buy on Weakness, Support: Rp685, Resist: Rp703), XISR (Buy on Weakness, Support: Rp394, Resist: Rp398), XIJI (Buy on Weakness , Support: Rp731, Resist: Rp737)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir mixed, diwarnai kejatuhan harga saham sektor teknologi menjelang pengumuman laporan keuangan emiten dari sektor tersebut pada pekan ini. Saham Apple, yang telah memperingatkan lemahnya penjualan di China, anjlok 1,0%. Amazon, Microsoft, Facebook terpangkas setidaknya 2%. Di sektor lain, saham 3M melonjak 1,9% setelah mengungkap laba kuartal keempat meningkat lebih dari dua kali lipat. Tetapi Harley-Davidson anjlok 5,0% setelah memperkirakan penurunan penjualan pada tahun ini.

Beberapa analis melihat prospek perjanjian Beijing-Washington meredup setelah Departemen Kehakiman AS, Senin, mengumumkan tuduhan kriminal terhadap raksasa telekomunikasi China, Huawei. Investor juga mengantisipasi pengumuman kebijakan Federal Reserve, Kamis (31/1) pagi WIB. Conference Board melaporkan kepercayaan konsumen periode Januari turun untuk bulan ketiga berturut-turut.

  • Nasdaq Composite terperosok 0,81% (-57,40 poin) ke level 7.028,29.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,21%(51,74 poin) menjadi 24.579,96.

  • S&P 500 melemah 0,15% (-3,85 poin) di posisi 2.640,00.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,71% menjadi USD26,72.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, didukung antusiasme investor dalam mencermati perkembangan perdagangan global, laporan keuangan perusahaan terbaru, dan pengambilan suara Brexit.Tingkat pengangguran Spanyol turun menjadi 14,45 persen dari 14,55 persen di kuartal sebelumnya, level terendah dalam satu dekade selama 3 bulan terakhir 2018.

Indeks Stoxx 600 ditutup naik 0,8% menjadi 357,23, dipimpin kenaikan harga saham sektor utilitas dan barang rumah tangga yang meningkat lebih dari 1% karena dinilai aman saat terjadi ketidapastian ekonomi. Pabrikan turbin angin, Siemens Gamesa melambung lebih dari 13% karena melaporkan lonjakan laba bersih di 2018. Sebaliknya, SAP Jerman anjlok lebih dari 3%, dan Royal Mail Inggris longsor 14% setelah mempersempit proyeksi laba untuk tahun ini.

  • FTSE 100 London melonjak 1,29% (86,83 poin) ke level 6.833,93.

  • DAX 30 Frankfurt menguat 0,08% (8,52 poin) di posisi 11.218,83.

  • CAC 40 Paris melaju 0,81% (39,60 poin) menjadi 4.928,18.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, di tengah kejatuhan poundsterling setelah wakil rakyat Inggris menolak proposal yang bisa mencegah Brexit "tanpa adanya kesepakatan" dan memberi mandat kepada PM May untuk negosiasi ulang di Brussels.Pasar sangat mengkhawatirkan Brexit 'tanpa kesepakatan'.

Jelang rapat kebijakan The Fed, investor mengekspektasikan bank sentral akan lebih memperhatikan tekanan dari sinyal memuncaknya pendapatan korporasi AS dan ancaman pelemahan ekonomi AS dan global. Indeks dolar AS menguat 0,08% menjadi 95,821.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.14330.00000.00%6:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30820.0016+0.12%6:23 PM
Yen (USD-JPY)109.420.02+0.02%6:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.7344-0.0109-0.16%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,094.0022.50+0.16%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 29/1/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat dan mencatatkan rebound setelah Washington memberlakukan sanksi terhadap BUMN minyak Venezuela, PDVSA, disertai tekanan untuk melengserkan Presiden Nicolas Maduro. Menurut Refinitiv, ekspor minyak Venezuela pada 2018 sudah anjlok menjadi sekitar 1 juta barel per hari (bph),dari 1,6 juta bph di 2017. AS menjadi pembeli terbesar minyak Venezuela, diikuti oleh India dan China.

Namun, pasokan minyak global tetap tinggi, sebagian besar karena produksi minyak mentah AS tahun lalu meningkat lebih dari 2 juta bph menuju rekor 11,9 juta bph. Sementara itu permintaan minyak mentah dikahawatirkan melemah di tengah perlambatan ekonomi global. Aktivitas sektor manufaktur China diperkirakann menyusut untuk bulan kedua berturut-turut pada Januari, menurut jajak pendapat Reuters.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,32 (2,5%) menjadi USD53,31 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,29 (2,2%) menjadi USD61,22 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir naik, melejit ke level tertinggi dalam lebih dari 8 bulan, di tengah keraguan seputar perundingan dagang AS-China dan meningkatnya ekspektasi jeda kenaikan suku bunga AS menjelang pertemuan The Fed. Investor mengkhawatirkan perundingan perdagangan tingkat tinggi AS-China, setelah AS mengeluarkan dakwaan pidana terhadap perusahaan China, Huawei, dan kepala keuangannya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, membalas, dengan meminta AS untuk mengakhiri "penindasan yang tidak masuk akal" terhadap perusahaan-perusahaan China. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,73% menjadi 815,64 ton pada sesi Senin, tertinggi sejak Juni 2018.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.310,60 per ounce.

  • Harga emas berjangka menguat USD5,80 menjadi USD1.308,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author