Bursa Pagi: Global-Regional Rontok, Tekanan Pelemahan IHSG Berlanjut

Bursa Pagi: Global-Regional Rontok, Tekanan Pelemahan IHSG Berlanjut

Posted by Written on 29 January 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (29/1) dibuka memerah, melanjutkan tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham Eropa dan Wall Street yang diwarnai kekhawatiran memburuknya hubungan Washington-Beijing karena permintaan AS kepada Kanada untuk mengekstradisi petinggi keuangan Huawei, Meng Wanzhou.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melorot 0,6%, hampir semua sektor berada di zona merah dan harga saham sektor keuangan terperosok 1,59%. Penurunan indeks berlanjut 0,73% (-43,10 poin) ke level 5.862,50 padap pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terjungkal 1,15% (-236,73 poin) ke level 20.412,27, setelah dibuka merosot 0,51%, diwarnai penurunan saham konglomerat Softbank Group lebih dari 0,6%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,19%, dan berlanjut anjlok 0,61% ke posisi 2.163,92.

Melanjutkan tren kejatuhan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menciut 0,65% (-179,42 poin) menjadi 27.397,54 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,18% di posisi 2.592,35.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan penurunan sebesar 0,37% ke level 6.458. Sejumlah analis memperkirakan pergerakanIHSG hari ini masih akan berada di rentang konsilidasi dengan momentum koreksi. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pelemahan lanjutan, keluar dari area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global seiring dengan terkoreksinya saham Caterpillar dan Nvidia yang menunjukan semakin nyatanya perlambatan ekonomi di Cina diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain turunnya harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel dan timah akan menjadi tambahan katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 6.420 dan resistance di 6.490.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : ISAT (Buy, Support: Rp2.585, Resist: Rp2.840), ERAA (Buy on Weakness, Support: Rp2.220, Resist: Rp2.320), CPIN (Buy, Support: Rp8.125, Resist: Rp8.450), WTON (Buy on Weakness, Support :Rp392, Resist :Rp412).

  • ETF: XISC ( SELL , Support: Rp751, Resist: Rp770), XBLQ ( SELL , Support: Rp503, Resist: Rp511), 

    XPLC ( SELL , Support: Rp525, Resist: Rp533).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir suram, terperosok di zona merah karena laporan kinerja yang mengecewakan dari sejumlah emiten. Saham Caterpillar, raksasa industri yang dipandang sebagai proxy pertumbuhan global longsor 9,1% setelah memproyeksikan laba 2019 yang lebih lemah dari perkiraan, karena perlambatan penjualan di China. Perusahaan chip, Nvidia terjungkal 13,8% karena mengkhawatirkan kondisi ekonomi makro yang memburuk di China, sehingga menekan prospek laba dan pendapatan. Advanced Micro Devices dan Texas Instruments juga berguguran.

Investor mewaspadai laporan keuangan Apple, Amazon, Boeing dan ExxonMobil yang dijadwalkan pekan ini. Sebagian diantaranya menahan diri menunggu raapat kebijakan Federal Reserve, kelanjutan perundingan perdagangan AS-China di Washington dan laporan ketenagakerjaan AS untuk periode Januari. 

Berakhirnya government shutdown tidak banyak mendongkrak minta beli karena masih mungkin berlanjut apabila Gedung Putih dan Kongres tak kunjung menyepakati anggaran.

  • Dow Jones Industrial Average ajlok 0,84% (-208,98 poin) ke level 24.528,22.
  • S&P 500 merosot 0,78% (-20,91 poin) menjadi 2.643,85.

  • Nasdaq Composite rontok 1,11% (-79,18 poin) ke posisi 7.085,68.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,50% menjaddi USD26,91.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga menutup sesi perdagangan di teritori negatif, pelaku pasar mencermati perkembangan seputar Brexit dan rencana kelanjutan perundingan dagang AS-China. Peringatan laba dari raksasa industri, Caterpillar, dan kemungkinan berlanjutnya government shutdown di AS ikut mempengaruhi pelemahan. Perdana Menteri Inggris Theresa May akan menggelar voting BrexitSelasa ini untuk mendapatkan dukungan parlemen demi mendapatkan lebih banyak konsesi dalam perundingan di Brussel. Namun, 27 negara Eropa telah menetapkan bahwa perjanjian yang sudah ada saat ini tidak akan dinegosiasikan ulang.

Indeks Stoxx 600 merosot 0,97% menjadi 354,38. Saham MorphoSys tumbang 7,62 persen karena beberapa patennya dianggap tidak sah oleh pengadilan AS. Saham Tesco turun 1,5% karena berniat memangkas ribuan pekerjaan dan mengganti staf dengan mesin penjual otomatis. Saham Ocado naik 1,78% setelah dikabarkan tengah berunding dengan Marks & Spencer untuk pengambilalihan operasi supermarketnya. Saham Mark & Spencer menguat 0,21%.

  • FTSE 100 London terperosok 0,91% (-62,12 poin) ke level 6.747,10.

  • DAX 30 Frankfurt melorot 0,63% (-71,48 poin) menjadi11.210,31.

  • CAC 40 Paris anjlok 0,76% (-58,37 poin) ke posisi 4.888,58.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit melemah, para trader berhati-hati untuk mengambil posisi baru menjelang rapat kebijakan Federal Reserve dan perundingan dagang AS-China, Selasa dan Rabu pekan ini. Investor juga bersiap-siap menghadapi angka pertumbuhan ekonomi AS yang melambat, setelah government shutdown hingga 35 hari. Euro mencapai level tertinggi sepuluh hari karena investor mengkonsolidasikan posisi sebelum voting Brexit di parlemen Inggris.

Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) AS diperkirakan akan memberi sinyal jeda dalam pengetatan dan mengakui peningkatan risiko ekonomi. Perundingan AS-China diperumit kasus penangkapan Meng Wanzhou, Kepala Keuangan Huawei Technologies Co Ltd,atas dugaan pelanggaran sanksi AS terhadap Iran. Departemen Kehakiman AS diprediksi mengumumkan tuntutan pidana terkait kasus Huawei. Indeks Dolar AS turun 0,05% menjadi 95,746.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.14300.0002+0.02%6:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3153-0.0010-0.08%6:27 PM
Yen (USD-JPY)109.27-0.08-0.07%6:28 PM
Yuan (USD-CNY)6.7453-0.0030-0.04%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,071.50-21.00-0.15%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 28/1/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah, ditutup anjlok sekitar 3%. Jumlah anjungan pengeboran minyak AS hingga akhir pekan lalu bertambah 10 rig, di tengah berlanjutnya kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global.

Perang dagang AS-China terus membebani harga minyak berjangka karena optimisme investor terhadap hasil perundingan kedua pihak terus menyusut. Ketidakpastian government shutdown AS semakin menurunkan optimisme investor. Namun sejauh ini, harga minyak Brent sudah melonjak hampir 12% an WTI melambung lebih dari 13% di sepanjang Januari.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD1,71 (-2,8%) menjadi USD59,93 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun USD1,70 (-3,2%) menjadi USD51,99 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir cenderung mendatar, bertahan di dekat USD1.300, karena investor menantikan perkembangan sengketa dagang AS-China dan rapat kebijakan Federal Reserve. Penguatan emas agak tertahan oleh aksi ambil untung investor setelah kenaikan baru-baru ini. Emas melonjak lebih dari 12 persen dari level terendah pertengahan Agustus, didorong lebih oleh government shutdown berkepanjangan yang baru berakhir awal pekan ini. Pimpinan The Fed Jerome Powell diperkirakan mengakui peningkatan risiko terhadap ekonomi AS karena pelemahan momentum global.

  • Harga emas di pasar spot hampir tidak berubah di posisi USD1.302,69 per ounce.

  • Harga emas berjangka menguat USD5,10 menjadi USD1.309,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author