Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, IHSG Berpotensi Naik Rentan Profit Taking

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, IHSG Berpotensi Naik Rentan Profit Taking

Posted by Written on 28 January 2019


Ipotnews - Mengawali pekan ini, di pekan terakhir Januari, Senin (28/1), bursa saham Asia dibuka melemah, gagal melanjutkan tren positif yang berkembang di bursa global akhir pekan lalu. Investor menantikan kelanjutan perundingan perdagangan AS-China, dan rapat kebijakan Federal Reserve AS yang akan digelar pekan ini. Bursa saham Australia hari ini libur.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks Nikkei 225, Jepang sebesar 0,39%, dan penurunan indeks Topix sebesar 0,29%. Harga saham Softbank Group anjlok 0,82%. Indeks Nikkei 225 berlanjut turun 0,44% (-90,89 poin) ke level 20.682,67 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bergerak menguat tipis 0,09% di posisi 2.179,64, setelah dibuka melemah, terseret kejatuhan harga saham sektor teknologi. Saham SK Hynix melorot 1,47%, dan Samsung SDI terperosok 2,58%.

Melawan tekanan pelemahan pada pembukaan bursa saham Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,46% (126,62 poin) menjadi 27.695,81 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melaju 0,54% ke level 2.615,71.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan pelemahan di burs saham Asia, setelah berhasil menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan menguat 0,25% menjadi 6.482, naik 0,54% dibanding akhir pekan sebelumnya. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan dengan dukungan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation yang terkonsolidasi di area jenuh beli sehingga berpotensi memicu profit taking.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street yang didorong oleh tercapainya kesepakatan antara Gedung Putih dan Kongres untuk mengakhiri penghentian sebagian operasional pemerintahan selama tiga minggu diprediksi akan menjadi sentimen positif bagi indeks harga saham gabungan. 

Sementara itu berlanjutnya tren penguatan rupiah mendekati level psikologis Rp14.000 dan naiknya harga minyak mentah serta nikel akan menjadi tambahan sentimen positif untuk pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 6.450 dan resistance di 6.520.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBNI (Buy, Support: Rp8.975, Resist: Rp9.200), INCO (Buy, Support: Rp3.560, Resist: Rp3.720), 

    MEDC (Buy, Support: Rp820, Rp, Resist: Rp860), PTPP (Buy, Support :Rp2.290, Resist :Rp2.430)

  • ETF : XPFT (Buy, Support: 557, Resist: Rp563), XMTS (Buy, Support: Rp545, Resist: Rp550), XIIT (Buy, Support: Rp575, Resist: Rp580).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu berakhir menguat didorong laporan laba sejumlah perusahaan yang melebihi perkiraan, dan kesepakatan sementara Gedung Putih dengan Kongres AS untuk membuka kembali layanan pemerintahan selama tiga pekan, setelah 35 hari government shutdown. Federal Reserve AS diberitakan tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri skema pengurangan portofolio obligasi yang menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan akan melonggarkan beberapa perpanjangan pengetatan moneternya, yang biasanya menguntungkan pasar ekuitas. .

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berlabuh di zona hijau, dipimpin kenaikan harga saham di sektor material hampir 2%. Perusahaan digital dan telekomunikasi berlompatan karena kinerja kuartal keempat 2018 yang melampaui estimasi Wall Street. Saham raksasa telekomunikasi Ericsson melonjak 4,23% Saham perusahaan penyimpanan data Western Digital Corp dan rekannya Seagate Technology masing-masing melompat 7,52% dan 6,57%. Mastercard melaju 1,58%.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,75% (183,96 poin) menjadi 24.737,20.

  • S&P 500 melaju 0,85% (22,43 poin) ke posisi 2.664,76.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,29% (91,40 poin) ke level 7.164,86.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 089% menjdi USD27,32.

Bursa saham utama Eropa mengakhiri pekan lalu dengan cenderung menguat, didukung reli saham teknologi , sementara para pemodal terus memantau perkembangan perundingan dagang AS-China. Indeks Stoxx 600 naik 0,6% menjadi 357,84, dipimpin lonjakan harga saham Renault sebesar 5% dalam 3 hari terakhir, setelah Menteri Perdagangan Jepang Hiroshige seko mengatakan akan mempertahankan stabilitas aliansi dengan Nissan. Data ifo Business Institute menunjukkan, indeks kepercayaan pebisnis Jerman periode Januari turun ke posisi terendah sejak Feburari 2016.

Merespon kenaikan harga saham Intel di bursa Wall Street, saham semi konduktor, Siltronic naik lebih dari 5%, dan pesaingnya STMircor dan Infineon naik lebih dari 4% dan 2%. Kejatuhan harga saham Vodafone hingga lebih 5% dan penguatan poundsterling menekan indeks FTSE 100, Inggris. Saham telekomunikasi Telia, Swedia juga anjlok lebih dari 4,6%. Sebaliknya saham Ericsson melambung 3,1% setelah melaporkan kenaikan penjualan 10% yoy.

  • FTSE 100 London melemah 0,14% (-9,73 poin) menjadi 6.809,22.

  • DAX 30 Frankfurt melesat 1,36% (151,61 poin) ke level 11.281,79.

  • CAC 40 Paris melaju 1,11% (53,86 poin) ke posisi 4.925,82.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup turun signifikan, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perjanjian tentatif dengan Kongres untuk pendanaan sementara selama tiga pekan, mengakhiri government shutdown. Kongres tetap menolak pendanaan USD5,7 miliar untuk membiayai pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko.

Para trader mulai mengalihkan perhatiannya ke rapat kebijakan Federal Reserve pekan ini, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Euro rebound setelah pernyataan dovishPresiden Bank Sentral Eropa (ECB), yang memperingatkan bahwa penurunan ekonomi zona euro bisa lebih terlihat daripada yang diperkirakan beberapa pekan sebelumnya. Poundsterling mencapai nilai tertinggi lebih dari tiga bulan, setelah Partai Persatuan Demokrat Irlandia Utara dikabarkan, akan menawarkan dukungan bersyarat terhadap kesepakatan Brexit Perdana Menteri Theresa May. Indeks dolar AS turun 0,84% menjadi 95.794, setelah sempat jatuh ke level terendah dalam sepekan.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.14060.0102+0.90%
Poundsterling (GBP-USD)1.31960.0130+0.99%
Yen (USD-JPY)109.55-0.09-0.08%
Yuan (USD-CNY)6.7483-0.0402-0.59%
Rupiah (USD-IDR)14,092.50-77.50-0.55%

Sumber : Bloomberg.com, 25/1/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu dengan membukukan kenaikan, di tengah kekhawatiran terhadap pasokan global yang lebih ketat karena ancaman sanksi AS terhadap Venezuela. 

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengancam akan menutup kedutaan dan konsulatnya di AS, sehari setelah memutuskan hubungan "diplomatik dan politik" dengan Washington, merespon pengakuan resmi Presiden AS Donald Trump kepada pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara.

Baker Hughes menyebutkan jumlah rig pengeboran minyak AS yang aktif, naik 10 rig menjadi 862 rig pada pekan lalu. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS hingga 18 Januari melonjak 8 juta barel, tertinggi dalam dua bulan. Harga minyak mentah WTI turun 0,2%, dan minyak mentah Brent turun 1,6% sepanjang pekan lalu.

  • Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret naik 56 sen (1.1%) menjadi USD53,69 per barel.

  • Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret naik 61 sen (1,0%) menjadi USD61,70 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan lonjakan ke tingkat tertinggi sejak Juni tahun lalu. Kenaikan harga emas didukung penurunan tajam dolar AS menjelang rapat kebijakan The Fed pekan ini yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga.

  • Harga emas di pasar spot naik 1,29% menjadi USD1.297,13.

  • Harga emas untuk untuk pengiriman Februari, naik USD18,30 (1,43%) menjadi USD1.298,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author