Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, IHSG Berpotensi Menguat di Area Jenuh Beli

Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, IHSG Berpotensi Menguat di Area Jenuh Beli

Posted by Written on 25 January 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (25/1) bursa saham Asia dibuka menguat, mengabaikan adanya tekanan pelemahan yang menyebabkan pergerakan bervariasi pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, setelah Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross menyatakan bahwa kesepakatan dagang AS-China masih "jauh".

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik0,38%, selaras dengan kenaikan indeks sektor keuangan sebesar 0,4%. Kenaikan indeks berlanjut 0,45% (26,50 poin) menjadi 5.892,20 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,74% (152,31 poin) ke level 20.726,94, setelah dibuka melonjak 0,8% merespon rilis data indeks harga konsumen inti periode Januari di Tokyo yang naik 1,1%, melebihi ekspektasi 0,9%. Indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,42% didukung kenaikan harga saham sektor teknologi, dan berlanjut melaju 0,69% ke posisi 2.159,88.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melompat 0,60% (161,90 poin) ke level 27.282,88 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,44% menjadi 2.603,06.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks bursa saham global dan regional yang cenderung mixed, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin di zona hijau, naik 0,24% menjadi 6.466. Sejumlah analis berpendapat, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan tren bullish yang didukung capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan dengan sedikit tekanan di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pernyataan Menteri Perdagangan Amerika mengenai masih lamanya kesepakatan yang akan dicapai antara Amerika dan Cina diprediksi akan menjadi sentimen negatif bagi indeks harga saham gabungan. Sementara itu berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan menguatnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, cpo, nikel serta timah akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.430 dan resistance di 6.500.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : GGRM (Buy, Support: Rp81.725, Resist: Rp83.200), MAPI (Buy, Support: Rp935, Resist: Rp975), 

    BBRI (Buy, Support: Rp3.750, Rp, Resist: Rp3.840), MYOR (Buy, Support :Rp2.560, Resist :Rp2.650).

  • ETF : XBNI (Buy, Support: 1.127, Resist: Rp1.136), XPSG (Buy, Support: Rp465, Resist: Rp472), 

    XDIF (Buy, Support: Rp507, Resist: Rp513).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir variatif tertekan oleh komentar negatif Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, bahwa AS dan China masih "bermil-mil" dari penyelesaian perang dagang, dan kegagalan Kongres untuk mengakhiri government shutdown. Klaim tunjangan pengangguran turun menjadi 199.000 pada pekan lalu, terendah dalam 49 tahun.

Kinerja keuangan perusahaan semikonduktor mendorong Nasdaq. Intel melonjak 4%, Texas Instruments melesat 6,9% dan Lam Research melambung 15,7%. Saham penerbangan, American Airlines, Southwest Airlines dan JetBlue Airways melejit 5% atau lebih karena memperkirakan keuntungan yang kuat pada 2019. Tetapi saham farmasi bergurguran; Merck, Pfizer dan Eli Lilly melorot sekitar 3%.

  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,06% (-15,60 poin) di posisi 24.553,24.

  • S&P 500 menguat 0,14% (3,63 poin) menjadi 2.642,33.

  • Nasdaq Composite Index melaju 0,68% (47,69 poin) ke level 7.073,46.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,59% menjadi USD27,08.

Bursa saham utam aEropa tadi malam juga ditutup variatif, setelah mendapatkan tekanan jelang akhir perdagangan, setelah beredarnya kabar terbaru dari Bank Sentral Eropa yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan risiko yang prospek pertumbuhan kawasan euro telah bergeser turun, karena "ketidakpastian faktor geopolitik dan ancaman proteksionisme, kerentanan di pasar negara berkembang dan volatilitas pasar keuangan."

Indeks STOXX 600 menguat 0,22% menjadi 355,67, didukung lonjakan harga saham sektor teknologi lebih dari 2%. Saham perusahaan biotek, Novozymes melejit di atas 5%, setelah itu merilis laporan keuangan. Renault masuk ke zona hijau setelah memilih pemimpin perusahaan yang baru. Saham Reckitt Benckiser, Inggris, anjlok hampir 3% karena pemangkasn peringkat dan target harga oleh Jefferies.

  • FTSE 100 London turun 0,35% (-23,93 poin) menjadi 6.818,95.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,53% (58,64 poin) ke level 11.130,18.

  • CAC 40 Paris melaju 0,65% (31,58 poin) ke posisi 4.871,96.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York,pagi tadi ditutup menguat, melesat ke level tertinggi hampir enam pekan terhadap euro, setelah ECB mempertahankan kebijakan moneternya, karena risiko ekonomi yang bergerak ke sisi negatif dan kemungkinan data jangka pendek yang lebih lemah dari perkiraan sebelumnya. Investor mencari aman setelah Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan AS dan China "masih jauh" dari penyelesaian masalah perdagangan. Penurunan klaim pengangguran AS ke level terendah 49 tahun, ikut mendongkrak dolar. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju naik 0,50% menjadi 96,601.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13060.0002+0.02%6:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30710.0005+0.04%6:23 PM
Yen (USD-JPY)109.53-0.11-0.10%6:22 PM
Yuan (USD-CNY)6.7885-0.0035-0.05%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,170.00-17.50-0.12%3:54 AM

Sumber : Bloomberg.com, 24/1/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, merespon ancaman sanksi AS terhadap Venezuela untuk menekan Presiden Nicolas Maduro yang memutuskan hubungan diplomatik dengan AS. Penurunan ekspor Venezuela dapat menekan pasokan global lebih lanjut, setelah sanksi AS terhadap Iran.

Namun kenaikan harga minyak dibatasi oleh lonjakan data stok bensin dan persediaan minyak mentah AS. 

Badan Informasi Energi AS menyatakan, persediaan minyak mentah AS melonjak 8 juta barel, pekan lalu, jauh melebihi perkiraan penurunan sebesar 42.000 barel. Stok bensin naik untuk pekan kedelapan berturut-turut ke rekor 259,7 juta barel, karena permintaan bahan bakar motor selama empat minggu terakhir turun 0,1 persen dari tahun lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 51 sen (1%) menjadi USD53,13 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 2 sen menjadi USD61,12 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah terbebani penguatan indeks dolar. Berlanjutnya government shutdown belum mampu mendongkrak harga emas. 

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan pertumbuhan ekonomi AS dapat mencapai nol dalam tiga bulan pertama 2019 jika government shutdown berlangsung sepanjang kuartal. Namun upaya emas untuk menembus harga resistance psikologis di posisi USD1.300 per ounce belum membuahkan hasil, terhenti oleh sikap investor yang menunggu kelanjutan perundingan perdagangan tingkat tinggi AS-China yang dijadwalkan pekan depan.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,13% menjadi USD1.280,30 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS turun USD4,20 (-0,3%) menjadi USD1.279,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author