Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, Tekanan Koreksi IHSG Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, Tekanan Koreksi IHSG Menguat

Posted by Written on 23 January 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (23/1) dibuka memerah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang terpengaruh oleh kabar penolakan Washington terhadap tawaran Beijing untuk mengadakan pertemuan pendahuluan menjelang perundingan tingkat tinggi AS-China, dan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi IMF.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melemah 0,18%, terbebani kejatuhan harga saham sektor energi hingga 1,3%. Penurunan indeks berlanjut 029% (-17,10 poin) ke posisi 5.841,70 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 0,44% (-91,42 poin) ke level 20.531,49, setelah dibuka tergelincir 0,42%, diwarnai kejatuhan harga saham pemasok Apple di Jepang sebesar 10%. Pasar menunggu pernyataan kebijakan moneter Bank of Japan hari ini. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,29% dan berlanjut melemah 0,09% menjadi 2.115,95.

Melanjutkan tekanan pelemahan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,46% (-125,54 poin) menjadi 26.879,91 padap pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,17% di posisi 2.575,40.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, meski berhasil keluar dari tekanan aksi jual pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup naik 0,27% menjadi 6.468,56. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan kembali diwarnai tekanan jual meski berpotensi mendapat dukungan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan pergerakan yang sudah cukup tinggi, sehingga meningkatkan tekanan koreksi di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global seiring dengan perlambatan data ekonomi di China dan penurunan estimasi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2019 oleh IMF, diprediksi masih akan menjadi sentimen negatif di pasar. Selain itu turunnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel dan timah akan menjadi tambahan katalis negatif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.435 dan resistance di 6.500.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : JSMR (Buy, Support: Rp4.840, Resist: Rp5.025), ADHI (Buy, Support: Rp1.675, Resist: Rp1.735), 

    ERAA (Buy, Support: Rp2.240, Rp, Resist: Rp2.570), MAIN (Buy, Support :Rp1.575, Resist :Rp1.640).

  • ETF : XISI ( SELL , Support: Rp352, Resist: Rp356), XIIC ( SELL , Support: Rp1.201, Resist: Rp1.218), 

    XPID ( SELL , Support: Rp557, Resist: Rp563).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir memerah karena data yang lemah dari China dan perkiraan pertumbuhan global yang lebih rendah dari IMF. IMF memangkas perkiraan pertumbuhan global, karena ketidakpastian perdagangan AS-China, Brexit dan faktor lainnya. Ekonomi China tumbuh 6,6% tahun lalu, terendah dalam 28 tahun. Banyak analis memperkirakan pasar dapat mengalami kemunduran lebih lanjut, setelah mencatatkan kenaikan yang hampir tidak terputus selama 4 pekan. Indeks Dow Jones membukukan kerugian tiga digit di sesi pagi.

Washington dikabarkan menolak tawaran Beijing untuk mengadakan pertemuan persiapan menjelang pembicaraan perdagangan tingkat tinggi pekan depan, namun Gedung Putih membantah. Saham Johnson&Johnson anjlok 1,4% karena memproyeksikan penjualan 2019 dan laba di bawah ekspektasi analis. 

Perusahaan aluminium Arconic tersungkur 16% setelah mengakhiri rencana akuisisi oleh Apollo Global Management senilai lebih dari USD10 miliar. Saham eBay melonjak 6,1%, karena tekanan Elliott Management untuk perombakan operasional eBay dan pembayaran dividen.

  • Dow Jones Industrial Average rontok 1,22% (-301,87 poin) ke level 24.404,48.
  • S&P 500 terjungkal 1,42% (-37,81 poin) menjadi 2.632,90.

  • Nasdaq Composite terpenggal 1,91% (-136,87 poin) ke posisi 7.020,36.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,55% menjadi USD26,62.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir memerah di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Indeks Stoxx 600 turun 0,36% menjadi 355,09, dipimpin kejatuhan harga saham sektor perbankan dan pertambangan yang melorot lebih dari 1%. Saham UBS terporosok lebih dari 3% setelah melaporkan laba di bawah perkiraan dan mencatatkan arus keluar dana senilai hampir USD8 miliar.

Saham IG Group, terpelanting 8,5% karena melaporkan penurunan laba sebelum pajak menjadi 113 juta poundsterling dalam 6 bulan hingga akhir November dan memperkirakan pendapatan untuk 2019 lebih rendah dari 2018. Namun saham EasyJet melambung 6,2% meski kegiatan operasinya dipengaruhi oleh gangguan pesawat tak berawak di Gatwick pada 2018.

  • FTSE 100 London anjlok 0,99% (-69,20 poin) ke level 6.901,39.

  • DAX 30 Frankfurt berkurang 0,41% (-46,09 poin) menjadi 11.090,11.

  • CAC 40 Paris turun 0,42% (-20,25 poin) ke posisi 4.847,53.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global yang lesu dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-China. IMF mengatakan kegagalan untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan dapat mengganggu stabilitas ekonomi global yang melambat. Financial Times melaporkan, Washington menolak tawaran dua wakil menteri China untuk melakukan perjalanan ke AS guna mempersiapkan perundingan perdagangan karena kurangnya kemajuan pada dua masalah penting.

Investor juga mengkhawatirkan dampak government shutdown yang terus berlanjut. Data penjualan rumah di AS Desember lalu, jatuh ke level terendah dalam tiga tahun dan menurunnya kenaikan harga rumah mengindikasikan hilangnya momentum pertumbuhan di pasar perumahan. Yen menguat karena investor memburu mata uang itu sebagai aset safe haven. Poundsterling menguat didukung data ketenagakerjaan yang menunjukkan pasar tenaga kerja Inggris tetap baik, meski terjadi perlambatan ekonomi menjelang Brexit. Indeks Dolar melemah 0,03% menjadi USD96,303.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13630.0003+0.03%6:14 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2960.00060.05%6:14 PM
Yen (USD-JPY)109.35-0.02-0.02%6:14 PM
Yuan (USD-CNY)6.8080.01+0.15%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,220.00-6.50-0.05%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 22/1/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, ditutup anjlok sekitar 2%. 

Produksi shale-oil AS melonjak dan pemotongan yang dilakukan Rusia berada di bawah ekspektasi. Proyeksi pertumbuhan global terbaru dari IMF dan tanda-tanda melambatnya pertumbuhan China membebani harga minyak mentah.

Menteri Energi Rusia mengatakan, produksi minyak Rusia turun lebih dari 30.000 barel per hari (bph) pada Januari dari level Oktober, dan menjanjikan akan mengurangi 230.000 bph dalam tiga bulan pertama 2019. Data Arab Saudi menunjukkan, ekspor minyak mentah pada November naik menjadi 8,2 juta bph dari 7,7 juta di Oktober, karena produksi meningkat jadi 11,1 juta bph. Data Badan Informasi Energi AS menyebutkan produksi minyak dari beberapa ladang shale oil diperkirakan meningkat 63.000 bph pada Februari, menjadi 8,179 juta bph.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD1,23 (-2,3%) menjadi USD61,50 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,23 (-1,9%) menjadi USD52,57 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, pulih dari level terendah sejak 28 Desember di hargaUSD1.276,31 per ounce. Kenaikan harga emas didukung oleh upaya investor untuk mencari perlindungan dari kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global. Namun kenaikan harga emas relatif terbatas karena dolar bertahan di dekat level tertinggi multi-pekan. Dalam World Economic Outlook, IMF memperkirakan ekonomi global akan tumbuh 3,5 persen pada 2019 dan 3,6 persen di 2020, turun masing-masing 0,2 dan 0,1 poin persentase dari perkiraan Oktober lalu. Ketidakpastian seputar Brexit, dan government shutdown terpanjang dalam sejarah AS, juga mendukung pasar emas.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,42% menjadi USD1.284,94 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 80 sen (0,1%) menjadi USD1.283,4 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author