Bursa Siang: Ekonomi Global Lesu, IHSG Ikuti Jejak Pelemahan Bursa Regional

Bursa Siang: Ekonomi Global Lesu, IHSG Ikuti Jejak Pelemahan Bursa Regional

Posted by Written on 22 January 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) condong ke zona merah pada akhir sesi pagi perdagangan hari Selasa (22/1). IHSG melemah -0,49 persen (-32 poin) ke level 6.419.

Indeks LQ45 -0,83% ke level 1.020 poin. IDX30 -0.86% ke level 561 poin. Indeks JII -0,85% ke level 717. Indeks Kompas100 -0,62% ke level 1.319. Indeks Sri Kehati -0,91% ke posisi 397. Indeks Sinfra18 -1,09% ke level 331.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: BBCABNLIHMSPPWONGIAABTPS dan BBNI

Saham-saham top gainer LQ45: BJBRBSDEICBPLPPFSCMAMNCN dan INTP

Saham-saham top loser LQ45: GGRMSMGRBBNI,KLBFBBTNBRPT dan INKP

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,77 triliun dengan volume trading sebanyak 76,51 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp25,74 miliar.

Sektor aneka industri dan tambang menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,63 persen dan -1,38 persen.

Nilai tukar rupiah menguat +0,11 persen ke level Rp14.208 (pukul 12:00 pm)

Bursa Asia
Laju market saham Asia mengarah ke zona merah pada sesi pagi perdagangan hari Selasa (22/1). Hal ini terjadi di tengah kecemasan terhadap prospek ekonomi global setelah IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.
Indeks MSCI Asia Pacific (tolok ukur pasar saham Asia dan Pasifik) tumbang 0,5 persen.
Pada awal pekan kemarin, IMF menurunkan perkirakan pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,5 persen pada 2019 dan 3,6 persen pada 2020. Proyeksi ini lebih rendah 0,2 persen dan 0,1 persen dari estimasi yang dilakukan pada Oktober lalu. Ini merupakan revisi turun kedua kalinya dalam 3 bulan terakhir.
Tim Analis ANZ Banking Group mengulas terdapat beberapa perkembangan positif pada di pekan-pekan ini, risiko tetap condong ke arah pertumbuhan yang lemah seiring tidak adanya kesepakatan Brexit serta perlambatan ekonomi China yang lebih tajam dari perkiraan.
"Di antara isu negosiasi konflik dagang USA dengan China serta kebuntuan masalah Brexit di Inggris, sentimen geopolitik akan mendominasi pasar dalam jangka pendek," kata ANZ.
Sesi awal perdagangan di Bursa Jepang, Indeks Topix dan Indeks Nikkei 225 sama-sama bergerak dalam tekanan. Indeks Topix melemah tipis 0,2 persen.
Di bursa Korsel, Indeks Kospi bergerak melemah 0,5 persen meskipun angka pertumbuhan ekonomi Korsel pada periode triwulan IV menorehkan angka di atas perkiraan para analis.
Indeks ASX 200 di pasar saham Australia bergerak melemah 0,5 persen walaupun sebagian besar sektor saham mengarah ke zona hijau. Subsektor finansial turun 1 persen seiring koreksi turun saham-saham banking papan atas seperti ANZ Banking Group, Commonwealth Bank of Australia, Westpac dan National Australia Bank.
Sementara indeks market saham China juga dalam tekanan. Indeks Shenzhen composite dan Indeks Shenzhen Component melemah masing-masing 0,7 persen dan 0,48 persen. Sedangkan di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng bergerak ke zona negatif.
Indeks dolar AS ke level 96,321 setelah pada di sesi awal melemah ke level 96,305 poin. Dolar Australia di level $0,7154 setelah di sesi melorot dari posisi tertinggi pada level $0,717 pada perdagangan kemarin. Nilai tukar yen pada posisi 109,61 terhadap dolar AS usai sempat ke level 109,5 di sesi sebelumnya.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,69% ke level 20.576 (11:35 am).
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,01% ke posisi 26.921.
Indeks Shanghai (China) -0,73% ke posisi 2.591.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,36% ke level 3.208. (12:00 pm).

Oil
Posisi harga minyak melemah pada perdagangan hari Selasa (22/1) pagi di bursa komoditas Asia di tengah sinyal perlambatan ekonomi global yang meluas memicu kekhawatiran masa depan demand terhadap energi.
Minyak Brent drop 48 sen ke harga USD62,26 per barel (sampai pukul 04:10 GMT). Sedangkan harga minyak WTI melemah 36 sen ke harga USD53,44 per barel.

(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author