Bursa Pagi: Eropa dan Asia Melemah, IHSG Menuju 6.500 Dibayangi Tekanan Jual

Bursa Pagi: Eropa dan Asia Melemah, IHSG Menuju 6.500 Dibayangi Tekanan Jual

Posted by Written on 22 January 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (22/1) dibuka di zona merah, melanjutkan tekanan pelemahan indeks di bursa saham utama Eropa yang berakhir turun, merespon pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF. Pasar keuangan AS tutup merayakan Martin Luther King Day.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka turun 0,3%, terbebani oleh kejatuhan harga saham sektor keuangan lebih dari 1%. Pelemahan indeks berlanjut 0,32% (-18,90 poin) di posisi 5.871,50 padapukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,20% (-40,99 poin) menjadi 20.678,34, setelah dibuka melemah 018%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka mendatar, meskipun rilis data ekonomi kuartal IV-2018 lebih tinggi dari ekspektasi, dan berlanjut turun 0,35% ke leval 2.117,24.

Melanjutkan tren penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,03% (-7,14 poin) di posisi 27.189,40 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China (-0,87 poin) juga turun 0,03% menjadi 2.609.64.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mengatasi tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin dengan menguat tipis 0,04% di posisi 6.450. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan tren penguatan berusaha menembus level 6.500 didukung sentimen positif harga komoditas dan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks bursa Eropa dan regional seiring dengan perlambatan data ekonomi di China pada tahun lalu diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Selain itu posisi indeks harga saham gabungan yang sudah mengalami jenuh beli rawan mengalami aksi profit takingIHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.420 dan resistance di 6.480.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : PWON (Buy, Support: Rp660, Resist: Rp680), ICBP (Buy, Support: Rp10.075, Resist: Rp10.300), JPFA (Buy, Support: Rp2.190, Rp, Resist: Rp2.270), KLBF (Buy on Weakness, Support : Rp1.590, Resist :Rp1.620).

  • ETF : XIIF (Buy on Weakness, Support: Rp707, Resist: Rp716), XISR (Buy, Support: Rp402, Resist: Rp406), XPDV (Buy on Weakness, Support: Rp519, Resist: Rp522).

Eropa dan Amerika Serikat

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah, setelah rilis data terbaru dari China menunjukkan ekonomi negara itu tumbuh 6,6%, paling lambat sejak 1990, dan IMF memangkas outlook pertumbuhan ekonomi global untuk kedua kalinya dalam 3 bulan, menjadi 3,5% untuk 2019 dan 3,6% tahun 2020. Indeks STOXX 600 melemah 0,19% menjadi 356,36, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama berada di zona merah. Saham sektor telekomunikasi berguguran merespon berita pembatalan rencana regulator komunikasi domestik untuk memisah jaringan.

Perusahaan kimia Jerman Henkel memimpin pelemahan, anjlok sekitar 10% karena produsen memperingatkan pendapatan akan turun pada tahun ini. Saham perusahaan online, Scout24, melesat 2,1% setelah menolak tawaran akuisisi senilai 4,7 miliar euro (USD5,4 miliar) dari Hellman & Friedman dan Blackstone. Air France melonjak 5,2% karena Davy Research meng-upgraderatingnya menjadi outperform.Deutsche Telekom anjlok 2,4%.

  • FTSE 100 London naik tipis 0,03% (2,26 poin) di posisi 6.970,59.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,62% (-69,34 poin) ke level 11.136,20.

  • CAC 40 Paris melemah 0,17% (-8,15 poin) menjadi 4.867,78.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia ditutup mendatar, bertahan di dekat level tertinggi dua pekan, didukung data produksi industri AS yang lebih kuat dari perkiraan, mengabaikan kekhawatiran pelemahan pertumbuhan global. Pasar meyakini, Federal Reserve AS dapat mengatasi tekanan pelemahan ekonomi domestik dan melindungi AS dari pelemahan pertumbuhan global. Gesekan perdagangan AS-China dinilai memberikan tekanan pada ekonomi China, yang melambat pada kuartal terakhir 2018. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, relatif stabil di posisi 96,336.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1370.0005+0.04%6:25 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28940.0002+0.02%6:25 PM
Yen (USD-JPY)109.66-0.01-0.01%6:25 PM
Yuan (USD-CNY)6.7980.0207+0.31%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,226.5049.00+0.35%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 21/1/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, membalikkan tekanan pelemahan sebelumnya. Investor mengabaikan perlambatan pertumbuhan ekonomi China, pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF. Sebagian investor menyadari bahwa ekonomi China tidak mungkin tumbuh dengan kecepatan yang telah terjadi selama 10 tahun terakhir, dalam 10 tahun mendatang.
Kendati ada kekhawatiran perlambatan ekonomi global bisa berdampak pada permintaan minyak, pemangkasan produksi minyak OPEC diyakini akan mendukung harga minyak mentah. Baker Hughes menyebutkan aktivitas pengeboran minyak AS pada pekan lalu berkurang 21 rig menjadi 852 unit, penurunan terbesar dalam tiga tahun.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 12 sen menjadi USD62,83 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 19 sen menjadi USD53,99 per barel.
Harga emas di bursa berjangka ditutup melemah, tergelincir ke level terendah dalam hampir satu bulan. Investor mengalihkan sebagian dananya ke dolar AS sebagai safe havens yang bergerak mendekati level tertinggi dua pekan. Pasar dunia menunjukkan sedikit kelegaan pada data ekonomi China yang sesuai dengan ekspektasi dan menawarkan beberapa titik cerah, meski kekhawatiran tentang rencana Brexit PM Inggris Theresa May memicu kehati-hatian. Kepemilikan SPDR Gold, ETF emas terbesar di dunia, melambung 1,5 persen pada akhir pekan lalu menjadi 809,76 ton.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi USD1.279,53 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS turun 0,2% menjadi USD1.279,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author